"Hoam."
Gadis bertubuh tinggi yang masih di balut selimut tersebut menggeliat di kasurnya. Cahaya pagi yang semakin terik menembus netranya.
"Udah pagi ternyata," gumam Rose yang kini mulai duduk kemudian mengumpulkan nyawanya.
"Woi, gak ikut lo?" tanya Lisa yang tiba-tiba muncul dengan celana training dan kaos oblong.
"Mau kemana sih? Males ah, gua masih ngantuk," ucap Rose kemudian kembali berbaring sambil menarik selimut tebalnya menutupi seluruh tubuhnya.
"Mau jogging dong, biar sehat. Yaudah sih, kalo lo gak mau. Tapi lo sendirian di rumah," Timpal Jennie yang juga sudah bersiap.
"Tunggu gua," celetuk Rose lalu bangun dari tempat tidurnya, berjalan menuju kamar mandi dengan matanya yang masih setengah tertutup.
"Lama banget sih tuh anak," protes Jimin yang kini sudah menunggu bersama temannya yang lain di teras.
Tak berselang lama, Rose kemudian keluar dari rumahnya mengenakan celana training dan hoodie pemberian mama Jimin dengan handuk yang ia taruh di lehernya.
"Eh, kalian dah siap-siap ternyata," ucap Rose melirik satu per satu temannya.
"Iya lah. Kita dari tadi nungguin lo, udah kering nih kita," celetuk Taehyung nampak kesal.
"Iya, maaf. Ayo mulai," ucap Rose santai lalu berlari duluan mengabaikan teman-temannya yang sedari tadi menunggunya.
"Temen siapa sih itu, kok gak tau diri banget?" celetuk Jimin menatap punggung Rose yang mulai menjauh dengan kesal.
"Temen lo!" jawab mereka semua serempak.
Mereka mulai berlari berkeliling komplek perumahan sekitar situ. Tetapi komplek tersebut luas jadi mereka berpisah. Rose, Jimin, dan Jungkook berlari beriringan sementara temannya yang lain entah kemana.
"Hosh, hosh. Gua ... Capek banget," ucap Rose kemudian berhenti berlari lalu mengatur nafasnya yang mulai tersenggal, "kita istirahat dulu kali ya?" usulnya sembari menghapus keringatnya menggunakan handuk kecil yang ia bawa tadi.
"Gini nih kalo jarang olahraga, baru lari beberapa meter doang udah capek," celetuk Jimin yang ikut berhenti di depan Rose.
"Tapi ... Gua udah capek banget," keluh Rose kemudian membungkukkan badannya.
"Yaudah, kita duduk di sana sebentar," kata Jimin lalu duduk di sebuah rumput tepi jalan diikuti oleh Rose.
"Yaudah, lu berdua tunggu sini. Gua mau beli minum dulu," ucap Jungkook kemudian pergi membeli minuman di toserba terdekat. Mereka bodoh, pergi jogging tetapi tidak membawa air.
Saat di toserba, Jungkook mengambil tiga botol air mineral kemudian membawanya ke kasir. Ia meletakkannya tanpa sadar kasir wanita di depannya itu tengah memandanginya.
"Adek ini orang baru di sini ya? Kok saya gak pernah lihat sih?" tanya kasir tersebut.
"Eh, saya gak tinggal di sini mbak. Saya cuma nginep di rumah temen saya yang dirumah besar dekat pegadaian sana," jelas Jungkook.
"Oh rumahnya mbak Rose. Kamu pacar Rose ya?" tanya Sang kasir masih penasaran.
"Lah bukan mbak, cuma baru berusaha pdkt sih, hehe," ucap Jungkook yang tersipu malu kemudian menggaruk belakang lehernya.
"Oh haha, semoga sukses ya dek. Ini airnya." Kasir tersebut memberikan tiga botol mineral yang Jungkook ambil tadi dalam plastik lalu Jungkook membayarnya dan segera keluar dari sana.
Setelah Jungkook sampai di tempat Rose dan Jimin beristirahat, ia sudah melihat teman-temannya juga ada di sana. Namun, mereka tampak berkerumun membuatnya penasaran dengan apa yang barusan terjadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Friend [END]
CasualeFOLLOW SEBELUM MEMBACA. Bagaimana jika persahabatan yang di bina sejak lama perlahan akan hancur begitu saja hanya karena perasaan sepihak? Namun, siapa yang salah? Tidak ada. Nyatanya perasaan itu tumbuh begitu saja tanpa tahu kepada siapa ia singg...
![Just Friend [END]](https://img.wattpad.com/cover/164308822-64-k988851.jpg)