Ini karya kedua saya di wattpad, semoga menikmati ceritanya ya..
Jonathan Leonardo Sondakh adalah mahluk sempurna, sosok tampan dengan limpahan kasih sayang dari keluarga utuh nan bahagia, sahabat-sahabat yang selalu ada, harta yang tidak perlu dita...
Jonathan : aku bisa merelakan apapun tapi jangan gitar itu, lagi...
"Apa maksudmu?" Regina masih belum mengerti
"Itu gitarku" teriak Jonathan
"What?"
"Kamu cukup berani mengambilnya tepat didepan mataku?"
"Ini gitarku!!" Regina tak mau kalah
"Hei .... kembalikan!!!" Jonathan segera meraih gitar di tangan Regina
"Kamu ngak salah?"
"Ok, coba kamu buktikan dalam tas ini ada gitar jenis apa?" dengan menahan marah cowok itu meminta pertanggungjawaban Regina.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"CPX1200II Vintage Sunburst Eletric Acoustic Guitar, dan ada capo pink"
"Iqbal tolong dibuka, jangan aku, karena aku bisa lebih marah lagi dari ini" cowok itu meminta teman satu bandnya untuk membuka pembungkus gitar yang ada ditangan Regina.
Iqbal segera membuka tas gitar dan Regina bisa melihat dengan jelas gitar didalamnya.
"Jenis gitar dan mereknya benar tapi capo pink?" Jonathan terkekeh kesal.
Gitar itu jelas bukan punya Regina. Jenis gitar dan mereknya memang sama dengan miliknya tapi jelas di sudut atas body gitar ada ukiran batik Jawa dan capo nya hitam. Strap / tali penahan gitar juga jelas bukan punya Regina, karena berwarna hitam dengan tulisan silver.
Regina gugup sekaligus malu karena di ruangan itu ada sekitar sepuluh orang yang menatapnya, tapi hatinya bertanya-tanya dimana gitar kesayangannya, tiba-tiba handphone berdering, Regina segera mengangkatnya
"Halo, Hen".
"Kamu lama amat, kita sudah menunggu di depan gedung" suara Henny terdengar agak kesal.
"Gitarku dimana?" tanya Regina dengan gugup dan suara pelan.
"Andre membawanya tadi, karena sudah ada band lain yang mau pakai ruangan itu."
Penjelasan Henny membuat Regina lega tapi juga harus membuatnya mempertanggungjawabkan apa yang baru terjadi. Cowok didepannya masih terus menatapnya saat menerima telpon dari Heny, seolah meminta penjelasan.
Dengan wajah tertunduk dan melirik takut pada Jonathan, Regina berusaha mengumpulkan semua suaranya.
"Aku minta maaf, gitarku ternyata dibawa oleh teman bandku"
"Ha?" Jonathan tak percaya penjelasan Regina
"Maaf atas kesalahpahaman ini, maaf..." Sambil berulang kali menundukkan kepalanya Regina bergegas pergi.
"Yang nelpon itu siapa? Jangan-jangan maling juga "
Regina menatap Jonathan, masih tidak percaya cowok itu berani menuduh teman-temannya
"Karena kamu ngak berhasil nyuri.., kamu pikir bisa pergi seenaknya?" suara cowok itu benar-benar sangat kesal dan marah.
"Ini cuma salahpaham, aku sudah menjelaskan yang sebenarnya, tolong maafkan aku"
"O, jadi ini caranya kamu menghindar setelah ketahuan?" Jonathan terus menyudutkannya berharap Regina akan mengaku
"Bro, sudahlah, ia juga sudah minta maaf" Iqbal temannya menyela.
"Aku sudah minta maaf karena aku yang salah, jadi marah saja aku tapi aku minta kamu jangan menuduh teman-temanku sembarangan, asal kamu tahu mereka adalah orang-orang yang baik.... permisi.." Regina hampir tidak dapat menahan kesalnya juga. Apakah tidak cukup ia sudah meminta maaf pikirnya, toh semua orang pernah berbuat keliru, pernah berbuat salah tapi tak perlu dibesar-besarkan seperti ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Dasar maling..." suara itu masih terdengar jelas mengarah untuknya tapi Regina tetap melangkah meninggalkan cowok itu.
Rasa-rasanya ingin berdebat tapi Regina teringat kata-kata ibunya sejak ia masuk SMK bahwa Regina adalah seorang wanita jadi seharusnya bertutur kata dan berperilaku yang lebih feminim, tidak harus selalu mengubris kata-kata orang lain seperti sewaktu ia di SMP beberapa teman kelas laki-laki malah lebih suka berteman dengannya karena merasa terlindung dengan sikap idealis dan tomboinya.
Linda ibunya pernah mengucapkan kalimat yang tidak pernah bisa dilupakan Regina "tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan otot tapi hampir semua masalah selesai dengan otak"
***
"Tan, kamu benar-benar marah?.. bukannya cewek itu ngak mengambil gitar kamu, cuma salah ambil aja.." Iqbal berusaha menenangkan.
"Bro.. harusnya berhadapan dengan gadis cantik lebih lembutlah sedikit. Bagaimana kamu bisa memahami seorang wanita?" Steve menggoda Jonathan.
"Kalian tahu kan ini gitar kesayanganku, gitar ini adalah barang paling berharga yang aku punya. Aku pake gitar ini cuma buat acara penting saja dan aku hampir kehilangannya?.... NO... " kata Jonathan
Gitar itu adalah pemberian ayahnya untuk mengganti gitar kesayangannya yang rusak dan diberikan saat Jonathan berulang tahun ke 17. Ia pernah memiliki satu gitar sebelum itu, gitar yang sangat berharga buatnya, gitar yang membuatnya jatuh cinta pada seseorang, tapi gitar itu hancur saat ia kecelakaan motor bersama teman bandnya waktu di SMK.
"Tapi harusnya ngak se-marah itu juga kali.. sensi amat.. untuk ceweknya taft, kalo yang lain udah nangis.." Rio menambahkan
"Eh kalian tadi kayak anak kecil berebut mainan.. untung aja cuma kita diruangan ini.. huft" kata Steve
Jangan lupa klik bintangnya n ditunggu komennya, .....