"Aku diterima kan?"

53 6 3
                                        

"Jo, aku sudah berjanji pada diriku sendiri tidak akan berpacaran sebelum menyelesaikan S-1 dan itu beberapa tahun lagi" jawab Regina

"Aku tidak peduli kapan kamu ingin pacaran, tapi aku ingin semua orang tahu kalau kamu adalah pacarku, that's it" Jonathan terus memaksa sampai tidak ada alasan bagi Regina untuk menolaknya

"Tapi banyak gadis cantik, sexy dan kaya di luar sana, kenapa aku?" Regina bingung karena dia tidak percaya diri. "Apakah Jaman se moderen masih ada cinderela? penguasa mencintai rakyat jelata?" Batin Regina

"Itu karena kamu baik dan.." mata Jonathan berkedip-kedip, ia menelan salivanya, dan tidak melanjutkan kata-katanya secara langsung, tapi dalam hatinya "dan manis, cantik, bisa main musik, pintar dan alasan lainnya yang aku juga tidak mengerti, hanya Tuhan yang tahu karena Dia yang hadirkan rasa ini"

"Dan?" Regina masih tidak percaya Jonathan menyukainya

"Dan keras kepala" Jonathan mencubit pipi Regina karena benar-benar gemas dengan kelakuan pujaan hatinya itu.

Regina memegang pergelangan tangan Jonathan dan coba melepaskan jari-jari cowok itu dari pipinya, tapi dengan cepat tangan yang sama turun, meraih tubuh Regina dan memeluknya.

Regina berusaha melepaskan pelukan itu tapi Jonathan lebih kuat.

"just a minute Ji.." Pinta Jonathan dan menyandarkan kepala Regina di dada bidangnya

Regina tidak berontak lagi, ia hanya bisa terdiam dan membiarkan pelukan itu, jantungnya berdetak kencang, wangi cowok itu seolah menghipnotis dirinya untuk menurut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Regina tidak berontak lagi, ia hanya bisa terdiam dan membiarkan pelukan itu, jantungnya berdetak kencang, wangi cowok itu seolah menghipnotis dirinya untuk menurut. Ia merasa Jonathan sepertinya tidak main-main dengannya lagi, kata-kata dan pelukannya terasa tulus.

"Oh May Godness... ini cobaan terbesar tahun ini.. beberapa waktu ini aku berusaha mengelak perasaanku sendiri, berusaha menyingkirkannya dari hatiku, hidupku, tapi kali ini... aku menyerah, mengikuti apa maunya.. tidak... sebenarnya mengikuti perasaanku sendiri..."

Regina takut tidak bisa lagi menahan dirinya untuk menyukai cowok tampan dihadapannya, yang juga telah mengusik hari-harinya, dan yang ditakutkan terjadi perlahan Regina membalas pelukan Jonathan membuat cowok itu tersenyum dan mencium dahi gadis cantik didepannya.

Dewa cupid kembali membusurkan panahnya .... cuiiiiiiit...

"Aku diterima kan?"

Wajah Regina memerah, ia tidak bisa menjawab lagi.

***

Sepanjang perjalanan pulang keduanya lebih banyak diam dan menikmati perasaan masing-masing sambil mendengarkan alunan lagu "True Love" di radio.. e bukan sambil mendengarkan suara hati masing-masing..

Jonathan : "nih lagu jaman nenek moyang tapi kata-katanya kayak kasih support sama aku ya... terima kasih ya Nek... Ha? Apa an sih.. apa yang barusan aku lakukan?... kenapa semuanya terjadi begitu cepat padahal sejak pagi aku tidak merencanakan apapun untuk gadis ini, semua terjadi begitu saja, hanya mengikuti nuraniku sendiri... hei.. ngakunya cowok ganteng, tapi nembak cewek ngak keren, setengah memaksa n langsung meluk lagi, untung dia ngak berontak.. bukankah harusnya dia diberi bunga atau boneka atau cokelat atau hadiah lainnya..atau makan malam romantis... tapi... dia nerima aku kan tadi? Pelukan itu jawabannya kan? Tunggu.. apa dia tidak punya kekasih... yang waktu itu WA sama dia siapa ya?... haruskah aku tanya?.... ah bodoh amat malam ini sangat indah... dah.. dah.... "

Regina : "Kenapa juga aku balas meluk dia.. apa aku terlihat gampangan, kami belum lama kenal, kenal pun karena salah paham. Cowok ini suka seenaknya, tapi kadang-kadang sikapnya juga sweeet banget... tapi biar gimanapun baiknya dia, kenapa kali ini aku ngak mikir panjang sih, harusnya menghindar dulu, hitung untung ruginya dulu di income statement,.. menimbang-nimbang dulu pake laporan neraca.. baru bisa investasi.... iiih apa lagi yang ada dipikiranku, kenapa yang muncul malah laporan keuangan, dasar  calon akuntan.. woi sadar..tuh... cowok ganteng lagi senyum-senyum sendiri disamping.."

****

Hai reader.. yang siswa or mahasiswa Akuntansi mana suaranya....

Gitarku dan CintakuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang