MASA LALU DAN MASALAH BARU

18 2 0
                                        

Saat ulang tahun Regina, wajar ketika ia mengharapkan orang yang dicintai menemani. Mungkin terdengar "cheesy" ia pun menunggu surprise Jonathan untuknya sejak subuh, tapi yang diharapkan tidak memberi kabar.

Hari itu hari minggu, setelah beribadah Regina lebih memilih tinggal dirumah dan merayakan ulang tahun bersama Linda ibunya. Tiba-tiba ada yang mengetok pintu rumahnya, Linda pun buru-buru membukakan pintu

"Selamat siang Tante.."

"Hei.. ayo masuk..., Gina, Gina.. liat nih siapa yang datang.."

___

"E.. hai.." menatap orang yang kini ada dihadapannya dengan perasaan bahagia dan penuh kerinduan Regina hampir tidak dapat berkata-kata

"Hai.. long time no see ya Neng" Kevin mendekat dan langsung memeluk Regina

"Kevin.." Regina pun memeluk erat cowok ganteng di hadapannya

"Kangen banget kayaknya" kata Kevin yang dijawab anggukan oleh Regina

"Kesini kok ngak bilang-bilang" kata Regina sambil melepas pelukannya

"Biar surprise kan .."

"bener-bener ya.. orang paling jago bikin surprise"

"kenapa? Emang belum ada yang ngasih surprise hari ini?" goda Kevin

"Gina.. Kevinnya di suruh minum dulu" kata Linda sambil menghidangkan es jeruk dan brownies buatannya

"O ya.. ada kado buat kamu, itu masih di depan pintu" kata Kevin

Kevin pun keluar diikuti Regina, sebuah bingkisan kotak sedang dan seikat bunga diterima Regina.

Regina menerimanya dengan wajah berseri, kedua nya pun berbagi kisah sambil menikmati cemilan buatan Linda.

Tidak lama Linda pamit ke supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan. Kevin tidak bisa makan sembarang makanan, Linda tahu hal itu karena sudah kenal dekat dengan Kevin dan keluarganya.

***

Sebuah mobil kemudian parkir hampir di depan rumah Regina, Jonathan pun turun dengan dandanan rapih, kali ini, di hari spesialnya Regina,  dia siap menghadapi orang tua kekasihnya dan tidak menutupi lagi hubungannya dengan Regina.

Linda baru membuka pintu pagar rumahnya saat melihat Jonathan.

"Siang Tante.."

"Siang.., e... Nathan? Gimana keadaan Opa kamu? Tante dengar dari Mey, katanya Opa masuk rumah sakit ya.." tanya Linda

"Iya, syukurlah sekarang sudah dirawat di rumah"

"Sama siapa ke sini?" tanya Linda melihat ke mobil

"o sendiri Tante, ehm itu mau ketemu sama Regina" kata Jonathan berhati-hati

"pasti disuruh sama Mey lagi ya?" Biasanya alasan Jonathan bertemu dengan Regina karena disuruh ibunya Mey. " tapi kok Mey ngak telpon kalo Nathan mau kesini?, ini Tante mau ke supermarket tuh ada temannya Gina yang datang"

Jonathan pun melihat kearah pintu samping rumah Regina, seseorang cowok yang cukup tampan sedang berbincang dengan pacarnya dan Regina pun terlihat sesekali tertawa lepas. Keduanya terlihat sangat dekat.

"Gina lagi ada tamu ya Tante?"

"Iya, dari Jakarta"

" ooo, kalo boleh tahu itu siapa ya?" tanya Jonathan

"Teman Gina itu namanya Kevin, bisa dibilang mereka itu teman dekat lah, sampe teman-temannya Regina bilang kalo mereka itu pacaran. Hampir tiap hari mereka telponan sejak Gina pindah ke Manado (tanpa Linda tahu yang sering menelpon anaknya adalah Jonathan). Waktu di Jakarta hampir tiap hari juga Kevin ke rumah sampe tante hafal makanan kesukaannya.. karena datangnya ngak bilang-bilang Tante harus ke supermarket cari bahan makanan yg dia suka, ah... dia sudah seperti anak Tante saja, dia baik banget, perhatian lagi sama Gina" kata Mey dengan wajah bahagia sambil melihat Regina dan Kevin

Kata-kata Linda bagai disambar petir siang bolong, Jonathan tidak tahu harus meresponnya seperti apa, ingin sekali ia marah, menemui Regina dan meminta penjelasan, ataupun menghajar cowok yang terlihat mesra dengan kekasihnya.

"kendalikan dirimu... kendalikan dirimu... kendalikan dirimu..." kalimat itu berulang-ulang disebutnya dalam hati.

"tadi Tante mau ke supermarket kan? Aku anterin ya?"

"Lho ngak masuk ketemu Gina?"

"Ngak penting-penting amat kok Tante, lagian ada temannya, ngak enak kalo ganggu"

"Hahaha.. mereka juga lama ngak ketemu, pasti tahu kan gimana muda, ah mereka berdua sudah makin dewasa sekarang.. ya sudah, anterin Tante ke supermarket Fresh ya.."

Dengan hati yang hancur berkeping-keping, Jonathan mengantar Linda, ia pun tidak mampu bertanya hal lain lagi soal Regina dan Kevin. Satu hal yang ia tahu wanita yang sangat ia cintai telah  mengkhianati cintanya.

Setelah mengantar Linda ke supermarket yang tidak jauh dari rumah, Jonathan pun meminta Pak Sen sopir keluarganya untuk mengantarkan dia kembali ke bandara. Sepanjang perjalanan yang ada dipikiran Jonathan hanya ada Regina dan Kevin. Ia tidak menyangka Regina dengan tega menduakannya.

Pesawat terakhir ke Jakarta menjadi pesawat yang ditumpanginya malam itu. Semua rencana surprise yang sudah disusunnya jauh-jauh hari untuk ulang tahun Regina, tinggallah rencana. Sengaja ia datang tanpa mengabari untuk memberikan kejutan, belum lagi sebuah makan malam di hotel ternama yang sudah di bookingnya, tentu saja batal.

***
Walaupun Kevin menemaninya hari itu , Regina tetap merasa kurang tanpa Jonathan.

"Gina tadi Kevin diajak jalan-jalan kemana?" tanya Linda saat mereka akan tidur

"Biasalah Ma.. ke tempat anak-anak muda sering ngumpul, Kevin maunya kesana.." jawab Regina

"O ya, Mami lupa kasih tahu, tadi siang Nathan kesini"

"Apa Ma.." tanya Regina dengan jantung berdebar, seharian ia menunggu Jonathan menghubunginya dan tiba-tiba Ibunya memberi tahu kalau orang yang ditunggunya sempat datang.

"tadi Nathan ke sini, ketemu sama Mama di depan, katanya mau ketemu kamu. Cuma pas liat ada Kevin dia bilang nanti saja mampir lagi"

"Ngak suruh masuk aja Ma.. sekalian kenalan sama Kevin" kata Regina penasaran

"tadi dia tanya sama Mama, Kevin itu siapa? dan Mama kasih tahu kalau dia itu teman dekat kamu, sudah seperti pacar gitu..calon menantu Mama... hahaha..  jadi kayaknya dia risih gabung sama kalian" jelas Linda bersemangat

Regina tak mampu berkata-kata lagi, sekian lama dia mengenal Jonathan dia hafal betul tabiat Jonathan yang dengan cepat menyimpulkan segala sesuatu tanpa konfirmasi dan Jonathan memang belum berubah, nyatanya tanpa bertanya kekasihnya itu pergi meninggalkannya.... LAGI... walaupun kali ini sumber informasi Jonathan adalah ibunya sendiri.

"Ma, hubungan aku sama Kevin ngak lagi seperti yang sering di bilang sama teman-temanku di Jakarta. Kevin memang perhatian, dulu dia pernah bilang kalo aku selesai kuliah, udah kerja dan masih belum pacaran, dia siap putusin siapapun pacarnya untuk pacaran sama aku. Waktu itu aku iya-iya aja Ma, karena aku juga belum sejauh itu mikirnya. Nah pas tujuh bulan aku disini, Kevin bilang dia lagi dekat sama cewek satu kantor sama dia, dan keliatan banget dia sayang sama itu cewek. Ceweknya cantik Ma, baik lagi, waktu video call sama Kevin aku dikenalin"

"Mama pikir kalian pacaran, jadi siapa yang malam-malam sering telponan sama kamu? Mama sering dengar lho ada kata-kata : love you... love you... gitu"

"itu Jo Ma.. yang sering dipanggil Nathan sama Mama.. orang yang sama yang pasti terluka hatinya karena kata-kata Mama tadi" batin Regina

"Itu, telponan sama teman-teman Ma.. kan Gina belum boleh pacaran kalo belum S-1" jawab Regina berbohong

"tapi sama teman kok ada love you..nya?"

"Itu bahasa gaul Ma.. udah ah, Gina mau tidur ya?" kata Regina memotong pembicaraan dengan Ibunya.

Gitarku dan CintakuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang