Walaupun Regina sering mencari alasan untuk menghindar bertemu, Jonathan berusaha mencari cara agar mereka bisa bersama. Regina banyak kali harus melawan perasaannya sendiri agar tidak menjadi pembicaraan teman-temannya dan menjaga perasaan Linda Ibunya.
***
Tidak setiap hari mereka bertemu tapi pesan WA dari Jonathan selalu diterima Regina
Jonathan : G, Kamis kan tanggal merah, ikut ya ke Bunaken..
Regina : Ada acara apa?
Jonathan : Rio ajak ke resort milik kakak nya.. lautnya bersih and taman lautnya bagus banget.. ikut ya....
Regina : Aku tanya Mama dulu kalau di ijinkan ya..
Jonathan : Iya, aku bantu doa deh... ajak Heny juga boleh..
Regina : Ok, nanti aku kabari ya...
Jonathan membalas dengan beberapa emoticon kiss love dan gif yang membuat Regina geleng-geleng kepala tapi juga bikin hatinya berbunga-bunga
***
Hari Kamis jam 8 pagi semua sudah berkumpul di pelabuhan kecil dan segera naik ke kapal dengan kapasitas 30 orang tapi yang naik hanya Jonathan dengan keempat temannya, bersama Megan, Heny, Regina dan Dinda pacarnya Rio.
Sekitar 30 menit mereka tiba di Pulau Bunaken tepatnya di Paradise Resort. Pemandangan yang sangat mempesona tersaji dihadapan mereka membuat siapapun dapat memanjatkan syukur kepada Sang Pelukis Alam. Hamparan pasir putih di sepanjang pinggiran pantai dengan gradasi warna air laut yang terlukis indah ditambah taman laut dengan ikan dan karang berwarna warni juga membuat Regina tidak menyesal ikut walau sampai memohon kepada Ibunya
Cowok-cowok sengaja berkumpul di satu kamar, begitupun dengan Regina dan teman-teman ceweknya memilih salah satu kamar juga agar mereka bisa saling curhat, ya begitulah kalau cewek-cewek rempong bertemu.
Semua berganti pakaian (bukan bikini atau sejenisnya ya.. tapi pakaian untuk menyelam), mengenakan sepatu katak dan beberapa alat lain untuk menyelam dan snorkling. Steve dan keempat temannya juga Megan sudah biasa sehingga tidak membutuhkan instruktur sedangkan Dinda, Heny dan Regina perlu di beri petunjuk lagi.
"Turun yuk" ajak Rio setelah mereka cukup berenang di permukaan laut
"Ayo..." jawab Natan
"Tuh yang cantik-cantik lagi diatas" kata Megan menunjuk teman-teman ceweknya yang belajar snorkling
"Ya beda lah cantiknya... tantangannya, ikan-ikan cantik dibawah itu minta dikejar... mirip sama cewek kan?" jawab Steve
"Apa an Steve.." Jawab Megan sambil mencipratkan air di wajah kekasihnya.
Kelima orang itupun mengambil beberapa perlengkapan selam di atas kapal dan setelah sedikit menjauh dari pantai mereka menyelam, sedangkan Regina, Heny dan Dinda akhirnya memilih untuk berenang di tepi pantai
Setelah puas berenang ketiga cewek berteduh di salah satu tenda berbentuk payung dan minum air kelapa muda dingin, Regina cukup bersenang-senang karena belum pernah ia se santai itu sejak kedatangannya ke kota Manado apalagi bersama dengan teman-teman dan seseorang yang mulai mencuri hatinya
***
Pramusaji terlihat mengatur makan siang di salah satu bangunan kayu di atas permukaan laut yang di topang beberapa balok yang besar
"Ayo makan dulu.." ajak Rio kepada teman-temannya
Karena cukup lama di air semua sudah lapar sehingga mereka cepat berkumpul.
"Nathan mana?" tanya Steve
"Bukannya naik sama kamu tadi" jawab Iqbal
"Aku ngak liat dia..." jawab Steve
"Tadi dia balik ke kapal kan?" tanya Megan
Heny, Dinda dan yang lainnya apalagi Regina tentu kaget mendengar Jonathan yang tidak ada.
"Coba tanya Pak Edi, tadi dia yang rapih in perlengkapan selam"
Tanpa disuruh Regina yang sudah ada di ruang makan langsung turun dan berlari ke arah pantai dimana dia melihat Jonathan terakhir kali, diikuti yang lain.
"Gimana ?" tanya Steve
"Kata Pak Edi masih kurang satu"
"Jadi Nathan belum balik?" tanya Rio
Wajah panik Regina terus melihat dan mencari ke arah laut, diapun dengan jelas mendengar percakapan teman-temannya. Ia merasa sangat takut bahkan berkali-kali seolah tak mampu meni
"Ayo kita balik lagi.." ajak Megan
"Kita berpencar .." seru Steve
Regina spontan berteriak memanggil Jonathan "Joooo...., Joooo...." berkali-kali dia memanggil Jonathan. Heny dan Dinda juga ikutan memanggil.
Airmata mulai mengalir diwajah Regina, ia bukan hanya kuatir atau panik tapi takut kehilangan orang yang mulai dicintainya. Ia berusaha menghalau pikiran jika terjadi hal yang menakutkan kepada Jonathan tapi pikiran itu tak mampu ditepisnya membuat airmatanya semakin deras mengalir.
"Joooo... aku minta maaf..." kata Regina terisak sambil terus berjalan ke laut, setengah tubuhnya tertutup air
KAMU SEDANG MEMBACA
Gitarku dan Cintaku
Teen FictionIni karya kedua saya di wattpad, semoga menikmati ceritanya ya.. Jonathan Leonardo Sondakh adalah mahluk sempurna, sosok tampan dengan limpahan kasih sayang dari keluarga utuh nan bahagia, sahabat-sahabat yang selalu ada, harta yang tidak perlu dita...
