Hadiah? - lagi...

38 7 0
                                        

Keduanya masuk ke mobil

"Hape mu mati ya?"

"Ia, baterei nya dah cepat habis padahal udah di charge full tadi pagi"

"Batereinya perlu di ganti, kita ke ITC ya..."

Regina hanya bisa ikut tanpa membantah sebagai respon terima kasihnya karena Jonathan sudah membantu konser Harmonic School. Sebenarnya ia belum berencana mengganti baterei handphone walau tahu sudah waktunya diganti karena belum sebulan ia bekerja alias belum terima gaji

"Jo, makasih ya dah bantu kami" Sikap menurut rasanya tidak cukup, harus ada kata yang terucap agar orang yang membantunya merasa dihargai. Ia tidak bisa membayangkan kalau mereka tidak punya tempat untuk konser padahal semua siswa sudah berlatih dengan giat, belum lagi persiapan lainnya telah menghabiskan dana yang tidak sedikit

"Aku bantu kalian karena tahu masalahnya, jadi kalo ada apa-apa kamu bisa bilang sama aku ya.."

"Iya..., makasih banyak ya Jo..." kata Regina dengan manis dan menggenggam tangan kekasihnya "bukan merayu atau menggoda tapi BERTERIMA KASIH"

Jonathan memandang tangannya di genggam Regina, biasanya dia yang memulai tapi kali ini Regina.

"Apa bisa terima kasihnya ditukar dengan sebuah ciuman?" Saking senangnya Jonathan menggoda Regina

"What? Diberi perhatian sedikit saja, malah melonjak" Regina cemberut

"Ok kalau begitu aku telpon Ling lagi deh, batalkan ruangannya" Jonathan menepikan mobilnya dan mengambil handphone dan menggulir layar mencari nomor seseorang. Sikap Jonathan sedikit mengancam membuat Regina gelisah dan secepatnya mendaratkan ciuman di pipi kiri kekasihnya. (gambar tidak sesuai.. kalo di Indonesia posisi drivernya sebelah kanan)

 kalo di Indonesia posisi drivernya sebelah kanan)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

CUP

Muka Jonathan langsung tersenyum bahagia sedangkan Regina memalingkan wajahnya ke sebelah kiri "apa yang telah aku lakukan" katanya dalam hati

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Muka Jonathan langsung tersenyum bahagia sedangkan Regina memalingkan wajahnya ke sebelah kiri "apa yang telah aku lakukan" katanya dalam hati. Regina sejenak terdiam, sedangkan hati Jonathan tertawa girang, hatinya seperti melompat-lompat... hari ini ia merasakan tangannya digenggam Regina dan mendapatkan ciuman dari orang yang ia cintai.

***

Jonathan mengantar Regina ke lantai 2 ITC membeli baterei handphone sekaligus membeli senar gitar di konter alat-alat musik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jonathan mengantar Regina ke lantai 2 ITC membeli baterei handphone sekaligus membeli senar gitar di konter alat-alat musik. Tidak lama kemudian Regina minta segera diantar pulang karena harus mengerjakan tugas praktik mata kuliah Akuntansi Keuangan.

"Ji.. ini buat kamu" Jonathan menyerahkan sebuah kantong kertas berwarna orange yang sengaja dibelinya diam-diam tanpa terlihat Regina

Regina kaget membuka isinya.

"Jo aku ngak bisa terima ini, baterei tadi juga kamu yang bayar, itu saja dah cukup.." Regina mengembalikan sebuah handhpone Viv* tipe terbaru

"Kan aku ngak pernah ngasih hadiah buat kamu"

"Kan udah, ini aku pake" Regina menunjukkan gelang emas putih pemberian Jonathan dengan hiasan dolpin dan kerang yang dipesan khusus karena tahu kekasihnya suka dengan laut. Hadiah itu diberikan tidak lama setelah momen kebersamaan mereka di Paradise Resor.

"Gimana dong aku sudah beli, ngak mungkin juga dikembalikan" Jonathan menunjukkan wajah kecewanya

"Jo, bantuan kamu yang tadi juga sudah sangat berarti bagiku,masa sekarang kasih hadiah lagi.. Aku ngerasa..."

"Ok gini aja, anggap hape ini punyaku yang aku titipin ke kamu, hape n nomornya khusus untuk kita telpon or chating... gimana?"

"Jo, aku ngak..."

"Aku cuma titip kan, apa susahnya... ayolah Ji" kata Jonathan memohon

Regina mendengus pelan, enggan rasanya menerima hadiah lagi, tapi sepertinya Jonathan akan kecewa kalau dia menolak, akhirnya anggukan tanda setuju yang ditunjukkannya.

***

Tidak lama setelah Jonathan mengantarnya, Regina memasak untuk makan malam dan buru-buru masuk ke kamarnya.

"Gimana kalo sampe Mama liat, aku ngak mungkin bohong"

Regina bicara sendiri, mondar mandir di kamarnya sambil terus melihat handphone di atas ranjang

"Ini juga hape mahal, apa aku simpan saja biar ngak rusak ya..."

Matanya tak berkedip tidak percaya bisa memiliki handphone mahal dan takut menyentuh sehingga pemberian kekasihnya itu dibiarkan tergeletak tanpa dihidupkan.

"Hapenya belum di aktifkan?" Pesan WA dari Jonathan masuk

"10 menit lagi.." jawab Regina

Tombol on ditekannya dengan ragu dan muncul foto pria paling usil di hidupnya tersenyum manis memenuhi wallpaper handphone dengan gambar love disampingnya

Tombol on ditekannya dengan ragu dan muncul foto pria paling usil di hidupnya tersenyum manis memenuhi wallpaper handphone dengan gambar love disampingnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pacar Ganteng calling... terbaca di layar handphone Viv*. Ternyata Jonathan sudah menyimpan nomornya di handphone yang baru dibelinya

"Hufff... Baru 2 menit..." keluh Regina.. tapi juga bahagia.. kok bisa? Entahlah... campur aduk.. bingung..

____

Reader please vote n komen ya...

Gitarku dan CintakuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang