Pacaran?

41 8 0
                                        

Regina ingin membantah Jonathan di depan teman-temannya, tapi ia tidak mau terlihat seperti orang yang tidak sopan. Ia pasti akan berbicara keras atau mungkin sedikit kasar mengingat yang dilakukan Jonathan padanya, tapi itu hanya terjadi kalau mereka hanya berdua saja.

Steve dan Megan terlihat sangat mesra, kadang-kadang Megan menyuapi Steve dan itu membuat Jonathan dan Iqbal sedikit iri.

"Megan, tidak lama lagi G akan menirumu" Jonathan menyikut Regina.

Regina masih tidak familiar dengan panggilan itu bingung, ia baru sadar kalau Jonathan mengatakan itu menyindirnya.

Kata-kata Jonathan membuat semuanya tertawa, hanya Regina yang cemberut melirik Jonathan.

***

Jam menunjukkan jam 17.20 mereka sudah selesai makan dan keluar restoran itu. Regina mencoba berjalan lebih cepat untuk menghindar dan Heny mengikutinya

"Ayo ikut aku" Jonathan mengejar Regina dan segera menggenggam pergelangan tangannya

"Aku akan pulang bersama Heny" Regina ingin melepaskan tangannya

"Kalian pergilah, aku yang akan mengantar Heny pulang" secepatnya Iqbal menjawab setelah melihat Jonathan.

"Tapi ini sudah sore" Regina berusaha menghindar tapi tangannya masih dalam genggaman Jonathan

"Tenanglah aku akan mengantarmu pulang". Jonathan meyakinkan Regina

Dengan berat hati Regina terpaksa masuk ke mobil Jonathan dan ketika berada di dekat Manado Trend Center, Jonathan berbelok kekiri.

"Kita kemana?" tanya Regina

"Sebelum pulang ke rumah, ada yang ingin aku tunjukkan padamu" Jonathan memacu mobilnya menaiki beberapa lantai tempat parkir dan tiba di lantai paling atas.

Ada beberapa apartemen disana dengan tempat parkir yang cukup luas. Jonathan segera membukakan pintu mobil untuk Regina, ia tahu cewek itu suka dengan laut saat mengajak Regina ke restoran milik keluarga mereka

Pemandangan laut yang luas dan tenang tanpa terhalang bangunan, sangat indah, terlihat juga pulau-pulau kecil di kejauhan dan bukit kecil menjulang di sisi lainnya. Dari tempat itulah Regina dapat menikmati matahari terbenam dengan puas.

"beautiful view" Regina melebarkan senyumnya, menutup mata dan menghembuskan nafas perlahan, dan mencoba menikmati alam sangat yang indah.

Jonathan memperhatikan Regina. Ia sangat senang melihat gadis itu menikmati pemandangan alam di depan mereka, ia sudah berkali-kali ketempat itu karena keluarga mereka memiliki apartemen di lantai atas mall itu.

Jonathan bersandar di depan mobilnya tertegun melihat Regina dan bertanya dalam hatinya mengapa dia sangat menyukai gadis itu? padahal hampir setiap hari dia dikelilingi gadis cantik.

Regina akhirnya menyadari kalau dirinya sedang diperhatikan seseorang, ia tiba-tiba berpikir bahwa ini waktu yang tepat untuk membicarakan kesalahpahaman diantara mereka.

"Jo.."

"Hmm"

"Maaf sebelumnya..."

"Kenapa?"

"Aku rasa semakin aku membiarkanmu semakin kamu bertindak seenaknya padaku. Sekarang karena disini hanya ada aku dan kamu, bisa kita luruskan yang terjadi"

"Maksudmu?"

"Kamu tidak perlu lagi berpura-pura atau bermain-main di depan teman-temanmu"

"Tidak ada yang perlu diluruskan, tidak ada yang pura-pura atau bermain-main" Jawab Jonathan.

"Tadi kamu bilang aku..."

"Pacarku?"

"Tapi tidak kan?"

"Aku ingin kamu jadi pacarku"

"Harusnya kamu jangan seenaknya, kita tidak pernah membahas ini sebelumnya kan?"

"Jadi kamu mau aku bagaimana supaya kita pacaran" tantang Jonathan

"Temenan aja kita susah apalagi..."

"Pacaran? Kenapa memangnya ngak boleh, kamu bukan istri orang sebaliknya aku bukan suami siapa-siapa.. apa yang salah?"

"Ha? dimana-mana pacaran itu di mulai dengan saling kenal, berteman dekat dulu, dan biasanya cowok akan bertanya kepada ceweknya apa dia bisa diterima menjadi kekasihnya atau tidak..."

"Jadi kamu mau mengikuti tahapannya? Ok," Jonathan memotong ucapan Regina lagi

"pertama aku sudah mengenalmu, sampai ukuran sepatu, hobi, tinggi badan, golongan darah dan lain-lain aku tahu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"pertama aku sudah mengenalmu, sampai ukuran sepatu, hobi, tinggi badan, golongan darah dan lain-lain aku tahu..., kamu bisa bertanya sekarang untuk membuktikan. Kedua, apakah kita masih kurang dekat karena baru satu kecupan?. Ketiga aku tidak perlu bertanya padamu apakah kamu menerimaku atau tidak... Kenyataan aku menyukaimu itu cukup dan kalau kau belum menerimaku, aku akan tetap menunggumu dengan setia. Aku yakin suatu saat kamu bersedia jadi pacarku... " jelas Jonathan berusaha percaya diri, walaupun ada sedikit keraguan dihatinya apakah Regina sudah punya kekasih karena dia gadis yang juga cukup cantik, tidak... sangat cantik versi Jonathan

Gitarku dan CintakuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang