Mengantarnya Pulang

64 9 0
                                        

Regina : Kenapa dengannya?

7

Steve seperti biasa memainkan kunci mobil sambil mengobrol dengan Jonathan. Regina terlihat buru-buru, Jonathan pura-pura tidak melihat.

"Hai Nona" suara Iqbal menghentikan Regina. Akhirnya Jonathan dan Steve juga berhenti.

"Hampir jam 11 malam, kenapa kamu disekitar sini? Sama siapa" Iqbal bertanya sambil melihat arlojinya dan melihat sekitar Regina.

"Aku lagi beli obat untuk Omanya Heny, ternyata ada obat yang harus diminumnya besok subuh pas bangun tapi Heny lupa. Tadi sudah telpon ke dokternya Oma, tapi karena tempat praktiknya sudah tutup jadi ia menyuruh membeli di apotek dan jam begini hanya di kompleks inilah apotek buka" Regina menjelaskan.

"Jadi kamu pulang sendiri?" Iqbal terus bertanya.

"iya, ngak apa-apa, ada taksi, ada gocar, sepertinya angkot masih ada juga yang lewat... permisi aku pergi ya..." Regina bergegas pergi.

Ketiga cowok itu menatap kepergian Regina.

"Iqbal kamu baca ngak di FB Grup Manguni, ada beberapa perampokan, bahkan pelecehan terjadi di jam-jam seperti ini" Steve mengatakan dengan nada kuatir.

Jonathan yang mendengarnya langsung menyambar kunci mobil ditangan Steve dan berlari ke arah Regina. Regina kaget merasa ada yang meraih tangannya. "AYO....."

Regina bingung, tapi karena tangannya dipegang Jonathan, tubuhnya pun menurut kemana Jonathan bergerak.

"Tunggu, tunggu.." Regina mencoba berhenti, ia bingung kenapa harus mengikuti langkah Jonathan.

"Aku akan mengantarmu pulang" Jonathan berbalik dan menjawab Regina. Ternyata mereka sudah berada di dekat mobil. Jonathan langsung membuka pintu dan duduk dibelakang setir mobil. Regina yang masih berdiri heran.

"Ayo masuk!" Jonathan membuka pintu disamping tempat duduknya.

Regina masuk ke mobil masih bertanya-tanya.

"Dimana alamatnya" Jonathan bertanya serius

"Jalan Betesda dekat Aula Yuta." Regina menjawab dengan hati-hati melihat Jonathan.

Keduanya terdiam. Regina ingin bertanya tapi mengurungkan niatnya. Bersyukur ada yang mengantarnya pulang tanpa takut terjadi apa-apa.

Jonathan terlihat serius membawa mobilnya tapi jantungnya berdetak cepat, apa yang telah dilakukannya, ia bingung namun berusaha menjaga sikapnya di samping Regina. Ia merasa seperti telah menjadi orang dekat bagi Regina setelah membaca biodatanya, karena itulah ia merasa ingin melindungi Regina

Suasana makin terasa kaku, namun sebelum Regina bertanya, Jonathan berusaha bicara lebih dulu.

"Aku mengantarmu karena berpikir bisa saja terjadi apa-apa dengan Omanya Heny, kalau kamu telat pulangnya" Jonathan mencoba menutupi.

"Oh.. terima kasih, tapi Omanya nanti minum obat ini sekitar jam 5 pagi jadi tadi aku pikir masih sempat" Kata Regina

"Gadis ini masih tidak menghargai bantuanku, sebenarnya kata terima kasih sudah cukup untukku" kata Jonathan dalam hatinya

"Aku harap kamu jangan ke geer-an ya, ini hanya demi Oma dari teman satu kampusku" Jonathan berusaha menegaskan

Regina menjawab dengan anggukan dan kata "iya".

Penurut juga gadis ini, Jonathan tersenyum kecil memikirkannya.

Regina melihat pintu mobil disamping tempat duduknya ada lipstik dan colougne

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Regina melihat pintu mobil disamping tempat duduknya ada lipstik dan colougne. Pasti ini milik pacarnya Jonathan pikirnya. Tidak mungkin cowok se ganteng Jonathan belum punya pacar, tapi itu bukan urusan Regina.

Ia harus fokus menyelesaikan S-1 nya. Tidak boleh selesai lebih dari 4 tahun, itu targetnya. Untuk itu ia berjanji untuk tidak akan disibukkan dengan pacaran atau menyukai seseorang di kampusnya.

Setelah memasuki kompleks Aula Yuta, Jonathan membawa mobil perlahan.

"Pagar hijau di depan itu" Regina menunjuk rumah Heny.

Jonathan menghentikan mobilnya

"Terima kasih ya..." Regina bicara dengan sedikit menunduk

"Sampaikan salam untuk Oma ya.." Jonathan menjawabnya tanpa berpikir.

"Memang siapa Jonathan, cucunya Oma juga ya" Regina bertanya dalam hati

Saat akan keluar dan membuka pintu mobil, tiba-tiba

"KRAAAK"

sepertinya ada yang diinjak oleh Regina. Masih dalam mobil Regina memunggut barang yang diinjaknya. Ternyata jepitan rambut yang sekarang sudah patah dan rusak. Regina bingung tadi ia tidak merasakan ada barang di bawah kakinya. Apakah karena selama diperjalanan kakinya seperti tidak bisa bergerak karena gugup duduk disamping Jonathan.

"WHAT!!!.. kamu merusak barangnya Megan" dengan kesal dan bingung Jonathan bicara dan menatap jepitan rambut di tangan Regina.

"Maaf, maaf.. aku akan menggantinya" Regina berusaha memperbaiki keadaan

"Kamu pikir barang-barang nya Megan beli disini ya.. itu pasti dibelinya diluar negeri" Jonathan bingung.

Jangan lupa klik bintangnya n ditunggu komennya, .....

Gitarku dan CintakuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang