Sejak kepulangan mereka dari Pulau Bunaken keduanya lebih sering bersama tapi belum menunjukkan hubungan mereka secara terang-terangan di kampus.
"Hen kamu lihat Gina? Dari tadi handphonenya ngak aktif" Jonathan sudah beberapa kali menelpon, sampai akhirnya mencari Regina dan hanya bertemu Heny.
"Tadi dia sudah pulang duluan dengan Andre, katanya ada hal mendesak yang harus diurusnya, mereka terlihat terburu-buru"
"Kenapa harus bersama Andre?"
"Regina dan Andre adalah instruktur di Harmonic School dan Andre yang merekomendasikan Regina pada sepupunya sehingga Regina bisa diterima".
Penjelasan Heny itu membuat Jonathan menyesal telah mencipratkan genangan air dan lumpur ke arah Regina dan Andre dengan mobilnya.
Terburu-buru, apa mungkin Regina memiliki masalah? Jonathan langsung melaju ke Harmonic School.
***
"Tinggal seminggu lagi, kenapa mereka membatalkan tempat itu. Kita sudah memberi uang panjar sebagai tanda kesepakatan kan?" Andre merasa gugup karena tinggal seminggu lagi konser promosi Harmonic School diadakan, undangan siap dicetak sedangkan Aula Star membatalkan tempat.
"Ia kita salah juga, ternyata Pak Ramin belum menyerahkan uang panjarnya" Mbak Nia terlihat menyesal.
"Apa bisa kita cari gedung hanya dalam 1-2 hari ini? Karena undangan akan dicetak dan secepatnya disebar" Regina juga gelisah karena ia termasuk tim persiapan konser.
Jonathan tiba di Harmonic School dan bertanya ke resepsionis.
"Regina dan Andre tidak ada jadwal mengajar hari ini, tapi mereka ada disini lagi meeting. Kamu bisa tunggu disini" jelas resepsionis setelah mengecek jadwal mengajar
"Apa aku bisa melihat-lihat ke dalam, mungkin aku bisa belajar disini juga"
"Silahkan?" Resepsionis itu menunjukkan senyum termanisnya, berharap dapat memikat cowok ganteng dan keren didepannya.
Sambil melihat-lihat beberapa bagian di Harmonic School, tanpa sengaja Jonathan mendengar suara Regina. Ia menguping di balik pintu dan mendengar pembahasan di ruang rapat. Jonathan pun menelpon kakak sepupunya Ling yang mengelola California Hotel milik Thasin Group yang termasuk hotel termewah di kota Manado. Permintaan Jonathan dikabulkan kakak sepupunya setelah terdengar suara Jonathan memohon.
Jonathan mengetuk pintu ruang rapat dan seseorang membukanya
"Maaf menyela....Kalian bisa menggunakan salah satu ruangan di California Hotel" Jonathan memotong pembicaraan mereka
"Itu kan hotel mewah, kita tidak mampu menyewanya. Tapi... kamu siapa ya?" Nia bertanya heran karena ada seseorang yang tidak ia kenal menyela pembicaraan mereka.
"Pengelolanya adalah kakak sepupuku, aku sudah menelponnya dan dia setuju. Soal bayarannya berapa yang kalian bisa saja, selanjutnya urusanku. Sekarang kalian bisa menghubungi langsung ke California Hotel untuk kapasitas penonton dan pengisi acaranya" kata Jonathan
"Dan saya Jonathan Sondakh, temannya Andre... dan Regina adalah...." Jonathan menjabat tangan Nia dan beberapa lainnya yang hadir selain Andre dan Regina
Regina secepatnya mendekat ke samping Jonathan dan menyikut lengannya
"Jonathan adalah salah satu senior kami di kampus, ia kan Andre?" Regina mengedipkan matanya
Jonathan mengerti kalau Regina tidak mau mengumbar hubungan mereka.
Nia meminta untuk berbicara empat mata dengan Jonathan, ia sangat senang mengetahui kalau Jonathan adalah anak pengusaha ternama. Ini adalah kesempatan baginya untuk membuat Harmonic School bisa lebih terkenal. Konser ini diadakan untuk menampilkan hasil belajar siswa dan sebagai sarana promosi. Walaupun ini adalah mini konser tapi mereka mengundang beberapa musisi, juga pejabat dan pengusaha di kota Manado.
Jonathan pun memberi masukkan untuk performance acara tersebut karena ia sering mewakili orang tuanya ketika diundang menghadiri acara seperti itu.
Regina menunggunya di ruang tunggu. Ketika Jonathan keluar ruang rapat, Regina langsung meraih pergelangan tangan Jonathan dan menariknya ke halaman parkir.
"Tadi kamu nguping ya? Itu kan ngak sopan Jo" tanya Regina
"Hmm, tapi masalah kalian beres kan?"
"Iya sih... tapi kenapa kamu sampe ke sini?" Regina bertanya karena tiba-tiba melihat Jonathan muncul di ruang rapat.
"karena kamu ngak jawab telpon.." Jawab Jonathan sambil mendekatkan wajahnya
"Ha?..." Ngak jawab telpon saja dia sampe ke sini ... apa dia cowok posesif...Regina menatapnya tidak percaya, "Jo.. Jo.. mulai lagi deh"
"Ayo jalan, urusan disini sudah beres kan? sekarang urusan kamu sama aku" Jonathan memegang tangan Regina, membawanya ke mobi, dan dengan patuhnya ia ikut.
Secepat itukah dia menyelesaikan masalah kami.. padahal sejak kemarin panitia cukup dibuat pusing karena tempatnya di cancel... Dasar orang kaya...
👏👏 buat Jonathan...
****
jangan lupa vote ye..
KAMU SEDANG MEMBACA
Gitarku dan Cintaku
Teen FictionIni karya kedua saya di wattpad, semoga menikmati ceritanya ya.. Jonathan Leonardo Sondakh adalah mahluk sempurna, sosok tampan dengan limpahan kasih sayang dari keluarga utuh nan bahagia, sahabat-sahabat yang selalu ada, harta yang tidak perlu dita...
