Ini karya kedua saya di wattpad, semoga menikmati ceritanya ya..
Jonathan Leonardo Sondakh adalah mahluk sempurna, sosok tampan dengan limpahan kasih sayang dari keluarga utuh nan bahagia, sahabat-sahabat yang selalu ada, harta yang tidak perlu dita...
Jonathan langsung mengingat Regina, saat itu ia duduk di kelas 1 SMK, ia pulang ke rumah ternyata ada tamu papi nya dan ketika memasuki ruang keluarga ia melihat Regina memainkan gitar milikya sambil bernyanyi. Sejak pandangan pertama Jonathan sudah jatuh cinta dengan gadis cantik yang mempunyai suara merdu dan bisa bermain gitar dengan bagus.
Flash back Enam tahun lalu
Seorang cowok berseragam putih abu-abu sedang menikmati petikan gitar dan suara nyanyian seorang gadis SMP berseragam batik dan rok biru dongker. Semakin memandang, semakin dia terpesona, belum pernah dia melihat seorang gadis bermain gitar sebagus itu. Tidak dapat menahan diri, ia menghampiri gadis itu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kamu siapa..." tanya Jonathan
"Oh Maaf ini milikmu ya" Regina langsung meletakkan sebuah gitar di atas meja
Jonathan dengan angkuhnya mengambil gitar.
"Kamu Jo?" tanya Regina menutupi rasa gugupnya setelah ketahuan menggunakan gitar yang bukan miliknya
"Jo?".
"Ia, kamu Jonathan kan?" Regina menunjuk nama yang tertulis di strap gitar (tali penahan gitar).
"Jangan sembarangan pake barangnya orang" Jonathan segera masuk kamar dengan angkuhnya dan memperlihatkan sikap tidak bersahabat dengan Regina.
"Aku pikir anaknya Om Reynol baik seperti Papa dan Mamanya" Regina kecewa melihat respon Jonathan
Sebenarnya Jonathan bersikap demikian karena menutupi rasa gugupnya berhadapan dengan Regina dan karena jantungnya berdegup kencang dia takut salah tingkah didepan gadis yang sudah membuatnya terpesona.
Jonathan akhirnya menyesal tidak berkenalan dengan Regin. Tidak lama ia melihat dari jendela kamar kalau Regina pergi dengan papanya. Ia sempat menyalahkan sikapnya itu, hanya bisa berharap dapat bertemu lagi setelah tahu orang tua mereka bersahabat, dan yang diingatnya dari Regina adalah seragam dengan motif batik jawa. Motif batik itulah yang terukir di bagian atas body gitarnya
"Mi yang tadi siapa" tanya Jonathan kepada Mey saat itu
"Om Frangki. Temannya dekat Mami sama Papi. Tadi bilangnya mau pindah ke Jakart Fa"
"Dan itu anaknya ya?"
"Iya.."
"Namanya?"
"Ica, gimana cantik kan?"
"Biasa aja" jawab Jonathan berbohong, karena hatinya mengatakan sebaliknya
"Kamu suka ya?" tanya Mey melihat respon anaknya.
Takut ketahuan maminya Jonathan langsung pergi.
Waktu itu Regina duduk di kelas 2 SMP Melati di Bandung, Frangki sementara mengurus kepindahannya ke Jakarta. Akhirnya Kelas 3 SMP Regina sudah pindah sehingga tempat tinggal semakin berjauhan membuat mereka jarang bertemu.
***
Larut dengan masa lalunya tiba-tiba tangannya di tarik Kezia.
"Koko kenapa disini?" tanya Kezia adik perempuan Jonathan kelas 3 SMP.
Mendengar itu Mey langsung memanggil Jonathan untuk duduk dan makan bersama mereka.
Regina salah tingkah melihat Jonathan, yang tadinya ceria mendadak diam dan terus menatap makanannya.
"Tan ini Ica anaknya teman mami dan papi" Reynol memulai percakapan
"Dia pernah ke rumah kita di Bandung.. Kamu masih ingat?" tanya Mey
Jonathan hanya bisa menatap dengan penuh rasa bersalah
"Ica kuliah di Tumotou juga..." Mei menambahkan.
Jonathan menatap Regina tapi Regina tetap menunduk, ia tahu mata Jonathan tertuju padanya. Linda yang heran dengan kelakukannya sampai menyikut Regina.
"Apa kalian sudah pernah bertemu di kampus?" Linda bertanya
"Ya" jawab Jonathan
"Tidak" jawab Regina
Semua heran mendengar jawaban keduanya.
"Atau kalian sudah saling kenal?" Mey bertanya lagi ketika melihat Jonathan tak berhenti menatap Regina.
"Belum" Regina buru-buru menjawab dan Jonathan hanya diam saja untuk mengakhiri kebingungan orang tua mereka.
"Aku pernah melihatnya" Jonathan menjawab seolah membenarkan kata-kata Regina.
"Nathan, Tante minta tolong kamu jaga Regina ya? Soalnya pernah ada yang usil padanya, sampai bajunya kena lumpur dan makalahnya juga rusak" kata Tante Linda.
"itu aku" kata Jonathan dalam hatinya
Regina menarik napas panjang dan menuduh Jonathan dengan tatapan matanya.
"O ya? Jadi sekarang kamu harus berteman dengan Ica dan menjaganya seperti adikmu sendiri, Nathan" ucap Mey
"Siap Mi" Jonathan menjawab dengan bersemangat.
Setelah selesai makan, Mey mengajak Linda untuk melihat-lihat pakaian, tas dan sepatu yang sudah dibelinya untuk Linda dan Regina.
"Bisa aku bicara dengan anak tante sebentar?" Jonathan minta ijin kepada Tante Linda.