"Kenalkan ini pacarku, G"

43 8 0
                                        


Seseorang mengajaknya bicara dan Regina terkejut ternyata gadis itu Megan. Regina yang gugup mempersalahkan dirinya karena memakai jepit rambut yang dikembalikan Jonathan.

"Aku membelinya di mall, jadi yang seperti ini pasti banyak" Regina menjawabnya sopan, walaupun ia tahu punya Megan barang impor.

Waktu Regina mencari model jepit rambut seperti ini, ada sembilan toko yang menjual asesoris wanita yang ia kunjungi baru menemukannya.

Regina mengeringkan tangannya dan buru-buru meninggalkan Megan.

"Tidak, model seperti ini jarang di jual disini. By the way, ternyata selera kita sama ya?" Meganpun terus bertanya sambil mengikuti Regina keluar.

Steve melihat Megan dan Regina berbicara, ia heran kenapa mereka saling mengenal. Yang satu wanita blasteran yang menarik dan yang satu pribumi yang manis.

"Megan, Regina kalian saling kenal?" Steve bertanya menghampiri keduanya.

"Steve kamu mengenalnya?" Megan balas bertanya

Jonathan juga ternyata memperhatikan mereka, ia terkejut sekaligus senang bisa melihat Regina disana yang hanya diam dan bingung. Jonathan segera berdiri dari tempat duduk dan seketika muncul ide brilian versinya.

"Megan, kenalkan ini G (baca Ji) , pacarku, cantik kan?" Jonathan bicara sambil tersenyum melirik kearah Regina

"What? Pacar? Apa dia waras? Atau dia mau aku diterkam Megan.. Aduh kenapa setiap kali ketemu selalu bikin masalah" kata Regina dalam hatinya dan melirik Jonatan dengan kesal.

"Wow.. jadi dia yang bikin kamu..." Megan tidak meneruskan kata-katanya, spontan ia menonjok lengan Jonathan

"Aku akan berurusan denganmu nanti!!!" Megan menunjuk Jonathan dengan mata mengancam.

"Calm down honey, apa kamu tidak mengijinkan Jonathan mempunyai pacar selain temanmu?" Steve mencoba menenangkan Megan.

"Ha, jadi Megan adalah kekasih Steve bukan Jonathan.. tapi di Mc D bukankah Megan bersama Jonathan bukan Steve, ah.. itu urusan mereka.." batin Regina

Sebelumnya Jonathan pacaran dengan temannya Megan dan Meganlah yang menjadi mak comblangnya, tapi akhirnya mereka putus karena Jonathan tidak serius. Megan berkali-kali mendekatkan lagi dengan temannya tapi Jonathan menolak apalagi dia mulai menyukai Regina

Steve segera menggenggam tangan kekasihnya dan menuntunnya ke meja makan.

Regina masih menatap Jonathan dengan pandangan tajamnya seolah bertanya. Tapi lagi-lagi Jonathan hanya mengangkat alisnya

"Kamu lihat kan? Seperti yang aku katakan, aku dan Megan akan bertengkar tapi dia tidak akan melakukan apa-apa padamu G ?" bisik Jonathan sambil menggoda Regina.

"G (Ji)? Namaku Regina." Regina bingung dengan panggilan Jonathan kepadanya

"Kamu juga memanggilku Jo. Kalau mereka memanggilmu Gina, aku memanggilmu G (Ji) bolehkan? Apa aku harus memanggilmu sweety, honey, kitty? atau kamu lebih suka panggilan sayang yang lain? Dear? Darl?" Jonathan terus menggoda Regina, ia menyukai Regina walaupun ia cemberut karena tetap terlihat manis dan menggemaskan.

"Iiih.... trus kapan aku menjadi pacarmu" kata Regina ketus

"Ehmm, sejak kau sengaja menempelkan keningmu di bibirku. Kau masih ingat kan?" Jonathan mengernyit, sempat berpikir dan akhirnya menemukan jawaban yang membuat Regina mengingat yang terjadi hari Sabtu sebelumnya.

"Ha? Bukankah Jonathan yang bertindak keterlaluan padanya, dasar cowok narsis" guman Regina dalam hati, ia merasa kesal tapi ia merasa meladeni Jonathan tidak ada gunanya.

Ia pun melangkah kembali ke mejanya tapi Jonathan segera membalikkan tubuh Regina, memegang pundaknya dan mendorongnya dari belakang ke meja Jonathan.

"Duduk disini dan makan bersama kami" dengan sikap memerintah Jonathan mendudukkan Regina di kursinya.

"Aku ke sini bersama Heny" Regina memalingkan wajahnya ke arah Heny

"Aku akan menjemputnya" Iqbal langsung berdiri ke arah Heny.

Heny mencari-cari Regina dari tempat duduknya, rasanya terlalu lama kalau Regina hanya ke toilet.

"Hen, ayo bergabung, Regina menunggumu disana" Iqbal mengajak Heny

Heny kaget tapi ia menoleh ke arah meja yang ditunjuk Iqbal dan Jonathan melambai kepadanya.

Akhirnya mereka berenam duduk dalam satu meja makan. Menu yang dipesan Heny dan Regina diantar ke meja tersebut.

"Jadi ini syukuran merayakan kalian pacaran?" Steve memandang Regina dan Jonathan dengan senyum menggoda keduanya.

Heny yang mendengarnya kaget dan matanya bertanya kepada Regina. Bagaimana mungkin Heny tidak mengetahui kalau teman dekatnya pacaran dengan Jonathan. Regina melihat Heny dan menggeleng, tidak membenarkan apa yang Steve katakan.

"Ia, karena kami udah jadian, hari ini aku yang traktir, terserah kalian pesan apa" Jonathan bicara senang, sambil meminum soft drink yang sudah dipesannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ia, karena kami udah jadian, hari ini aku yang traktir, terserah kalian pesan apa" Jonathan bicara senang, sambil meminum soft drink yang sudah dipesannya

jangan lupa klik bintangnya ya reader....

Gitarku dan CintakuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang