RENCANA MAGANG
"Akhir semester ini kalian akan tugas magang ke perusahaan jasa selama dua bulan. Kalian bisa memilih perusahaannya, surat permohonan bisa diambil di Tata Usaha dan kalian akan mengantarkannya sendiri. Sebelum magang akan dilakukan pelatihan selama satu minggu" jelas Vicky salah satu dosen pengajar di Fakultas Ekonomi.
"Hen, kita magang dimana ya?"
Regina bertanya kepada Heny karena ia belum tahu banyak perusahan-perusahaan jasa yang cukup terkenal di kota Manado
"Dimana ya? Kalau perusahaan milik orang tuanya Tere kebanyakan supermarket artinya bergerak di dagang bukan di jasa, kalau Harmonic School boleh juga tapi dia baru berdiri satu tahun kita harus cari yang lain"
Heny menggigit pulpen, matanya menatap ke langit-langit ruang kelas berharap mendapat jawabannya di sana.
"Gina, akhirnya aku dapat jawabannya"
"Dimana?"
"Tunggu aku harus bertanya dulu, tapi aku yakin bisa kok"
Heny segerah mengambil handphone dari tas nya kemudian mengirim WA kepada seseorang
Heny : Nathan bisa minta tolong ngak?
Jonathan : ya
Heny : Aku sama Regina di kasih tugas magang dua bulan, apa bisa di Diamond Repair & Service
Jonathan : boleh
Heny : ok, thank's ya..
"Yes, sudah beres Gina, kita bisa di Diamond Repair & Service, usaha milik Jonathan " Heny tersenyum senang.
"Ha? Tempatnya Jo... ngak... ngak..." kedua telapak tangan Regina diangkat tanda menolak.
"Gina, itu perusahaan terkenal di Manado, aku dah tanya tadi sama cowok kamu, katanya boleh" kata Heny merajuk.
"Tapi aku ngak mau nanti dikira memanfaatkan dia lagi"
"Memanfaatkan itu kalau kita ngak serius magang? Pokoknya aku magang di sana, terserah deh kalo kamu cari perusahaan lain"
Regina memutar otaknya mencoba mencari pilihan lain, tapi lagi-lagi pikirannya buntu karena mereka diminta mencari perusahaan yang sudah berdiri lebih dari tiga tahun.
Regina mungkin tidak keberatan tapi mengingat bagaimana Jonathan juga sering berada disana, ia takut cowoknya tidak bisa profesional sebagai atasannya nanti, tapi sekali lagi tidak ada pilihan lain lagi.
"Iya... iya aku ikut... senang kan?" Regina mendengus pelan sambil merangkul bahu teman terbaiknya, sedangkan Heny tersenyum penuh kemenangan
Pulang kampus Regina mengajak Jonathan bertemu di salah satu restoran fast food dekat kampus.
"Heny sudah menghubungimu kan? asal tahu saja itu bukan ideku"
"Aku senang kalau kamu sama Heny bekerja di tempatku, akhirnya aku bisa liat kamu tiap hari" kata Jonathan senang sambil menikmati burger beef ditangannya
"Aku bisa minta tolong lagi ngak?"
"Tell me.."
"Aku ingin magang di perusahaanmu asal kamu berpura-pura kita ngak berteman, hanya sekedar saling kenal, atau.....anggap saja kami ini teman dari temannya kamu dan jangan aneh-aneh lho..."
"Sorry honey, i don't do that!"
"Kalau begitu aku harus cari tempat lain deh..." kata Regina dengan gaya cemberutnya
"Nope"
"Jo.. Aku ingin dinilai dari hasil kerja, bukan karena kami temanmu.. aku ingin penilaiannya objektif bukan subjektif"
Berpikir sejenak sambil menyeruput minumannya, Jonathan akhirnya mengalah
"Oke... oke..., asal.... Ehmmm... habis ini kita kencan"
"Issh... Selalu saja ada maunya"
"Yup, It's me honey..." jawab Jonathan dengan senyum penuh kemenangan.
***
Belum jam 5 sore, mobil Jonathan sudah menunggu di pertigaan dekat rumah Regina. Gadis cantik yang ditunggunya muncul beberapa menit setelah ia memarkir mobil
"Cantik.." kata pertama yang diucapkan Jonathan saat Regina masuk ke mobilnya
"Thank's handsome" balas Regina
"Di gerai lebih cantik" kata Jonathan sambil menarik ikat rambut Regina
"Nanti kena angin rambutnya kemana-mana"
"Itu urusan tanganku nanti" Jonathan tersenyum mengingat dia sangat menikmati saat-saat merapihkan rambut Regina yang menutupi wajahnya, wajah imut yang cantik itu tidak bosan dipandanginya dan merapihkan rambut kadang cuma alasannya saja.
Mobil sport biru kemudian memasuki kawasan dimana banyak anak muda bersantai sambil menikmati alam dimana hari akan berakhir.
"Aku pesan bakso, kamu?"
"Sama deh"
"Mbak, kita pesan bakso dua sama jus alpukat" kata Jonathan memesan makanan
"Jo?"
"Hm"
"Kamu lebih suka liat sunset or sunrise?"
"Sunset..."
"Kalo aku lebih suka liat sunrise"
"Kenapa?"
"Sunset memang terlihat menenangkan, kadang bisa menghapus rasa lelah tapi juga ada perasaan kehilangan..." Regina menatap nanar pemandangan di depannya
"Sepertinya ada rasa kehilangan yang sangat berbekas ya G?" Jonathan memotong kalimat Regina menatap sorot mata sedih di wajah kekasihnya
"Waktu Papa meninggal di rumah sakit aku ngak tahu bagaimana melewati malam itu, sejak sore Papa berjuang tapi dia akhirnya pergi... rasanya duniaku mau runtuh, apalagi hanya ada Mama, kami sama-sama kehilangan dan ngak punya siapa-siapa yang ngasih support... nanti besoknya baru orang-orang datang menemui kami setelah tahu berita duka nya"
Jonathan yang awalnya duduk berhadapan akhirnya mengambil tempat duduk disamping Regina dan merangkul bahu kekasihnya, tangannya kemudian mengelus rambut Regina dan merapihkan helai rambutnya yang tertiup angin
"Sekarang kamu punya aku, yang akan selalu kasih kamu support, bukan itu saja dalam doa-doaku selalu ada nama kamu disana"
"Makasih Jo..." Regina membalas pelukan Jonathan dan bersandar di bahu cowok itu
Bakso sudah disajikan, setelah berdoa keduanya makan
"Kenapa kamu lebih suka liat sunrise?" tanya Jonathan
"Buat aku, sunrise seperti ngasih semangat, ngasih harapan, ngasih kesempatan untuk meraih impian atau rencana yang belum terwujud di hari kemarin..." jawab Regina dengan mata berbinar
"Ehmm aku jadi lebih suka sunrise deh kalo gitu.."
"E.. kok jadi ikut-ikutan, konsisten dong"
"Nona... aku ikut-ikutan sama pacarku sendiri, bukan pacar orang lain, so.. no problem" Jonathan mengangkat bahunya
"Iya iya..." Regina tidak mau berdebat lagi melihat tingkah Jonathan
"Coba cicipin kuah baksonya, pasti lebih enak punyaku .." kata Jonathan sambil menyuapi Regina
slurrrpp
"Iya Enak..., itu pake jeruk nipis ya?, pake saos tomat sama kecap juga kan? pas rasanya..." puji Regina jujur
"Sini mangkoknya, nih.. kamu makan punyaku aja..." Jonathan mengganti baksonya dengan mangkok Regina
+++++
Co cweeeet Jo..
Please vote ya
KAMU SEDANG MEMBACA
Gitarku dan Cintaku
Novela JuvenilIni karya kedua saya di wattpad, semoga menikmati ceritanya ya.. Jonathan Leonardo Sondakh adalah mahluk sempurna, sosok tampan dengan limpahan kasih sayang dari keluarga utuh nan bahagia, sahabat-sahabat yang selalu ada, harta yang tidak perlu dita...
