Chapter 12

294 42 5
                                        

Malam ini langit nampak sangat indah. Namun entah harus merasa senang atau bahkan sebaliknya bagi Nara. Gadis yang memiliki gigi gingsul itu termenung dengan kedua tangan yang menyangga pada balkon. Sementara matanya tak henti melirik dari satu bintang ke bintang lain yang tampak di malam itu.

Ponsel dari saku sweaternya bergetar sekaligus berdering menandakan ada telfon masuk. Nara segera merogohnya, setelah diketahui siapa yang menelfon ia segera mengangkatnya.

"Iya halo Pah kenapa nelfon? Nara kira Papa udah di rumah." Sambut Nara.

"Papa lagi diluar sayang, ini udah mau pulang, kamu mau nitip apa?"

Nara mengetukkan jari telunjuknya di dagu seraya berpikir. "Burger aja pah, lagi pengen itu soalnya." Ucap Nara.

"Oke, Papa tutup ya telfonnya."

Tuttt...

Sambungan terputus. Nara memasukkan kembali ponselnya ke saku sweater. Kulit kakinya yang hanya terlapisi kain selutut merasa ditusuk-tusuk rasa dingin. Akhirnya Nara memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu akses ke balkon pribadinya.

Beberapa menit kemudian Bi Irah mengetuk pintu kamar Nara, memberitahukan bahwa Wira sudah pulang dan membawakan pesanan Nara. Nara langsung saja turun. Dia menemui di ruang makan besar itu ada 2 buah kantong khas burger yang tergeletak bersama 2 cup thai tea. Nara mengambil satu kantong burger kemudian membawanya ke ruang tengah. Membuka bagian yang rapat kemudian mengeluarkan sebuah roti yang melapisi daging dan sayuran disana. Memasukannya ke dalam mulut kemudian menggigitnya.

Baru pada gigitan ketiga, ponsel yang ada di dalam saku sweater Nara kembali bergetar. Mau tak mau Nara mengeluarkannya, melihat dilayar notifikasi sebuah pesan masuk. Nomor yang sama seperti yang tadi terakhir kali mengirimkan Nara pesan. Nara masih ingat digit angkanya, namun belum mau ia simpan di kontaknya.

From : +628775494xxxx

Ada yang salting tapi bukan geer
16.59

Jgn lupa tidur mbak-mbak rese :v
19.38

Nara tak berniat membalas. Sebelum pesan kedua terkirim, Nara sudah tau gerangan yang mengiriminya pesan itu siapa. Nara sempat heran darimana dia memiliki nomor Nara? Tapi kemudian dia segera mengingat bahwa dia sudah masuk di grup kelasnya yang entah siapa menamainya "12 IPA 2 CERIA". Dan sudah bisa dipastikan dia mendapatkan nomor Nara dari anggota grup itu.

From : +628775494xxxx

Nars l
19.42

Nara mengernyitkan dahinya bingung. Burger yang tadi ia pegang sudah beralih didalam kantongnya.

Maksudnya apa nih orang?

To : +628775494xxx

Apa?

Send.

Nara sontak melemparkan ponselnya ke sofa di sampingnya. Untung saja sofanya lebar dan empuk. Jika tidak HP Nara pasti sudah mental ke lantai. Nara hanya merasa kaget, kenapa tiba-tiba ada balasan dari dirinya. Padahal Nara tak merasa membalas apapun.

LEONNARA (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang