___
Siang hari sepulang sekolah, Nindya mengajak kedua sahabatnya, siapa lagi jika bukan Lily dan Nara untuk mampir ke rumahnya tantenya. Yap, tante Milly yang berarti adalah rumahnya Leon.
"Assalamu'alaikum, tante!" Ujar Nindya heboh sambil mengetuk pintu.
Tak lama Milly membukakan mereka pintu dan segera menggiring mereka untuk masuk.
"Mau bikin kue lagi?" Tanya Milly sedikit meledek. Pasalnya, kue yang waktu itu sengaja dibuat untuk mereka bertiga malah tidak diambil dan akhirnya membeku di kulkas rumah Milly.
Nindya cengengesan. "Enggak, tan. Ulang tahun aku masih lama." Jawabnya.
"Lah, trus mau ngapain kesini?" Tanya Milly bingung. Sebenarnya Nindya memang sering kesini, tapi itu tahun-tahun yang lalu. Semenjak dia kelas 12, Nindya jarang menginap.
"Main aja sih, gak boleh emang?" Tanya Nindya dengan memperlihatkan wajah sedih yang dibuat-buat.
"Dasar kamu ya!" Milly menggeplak paha Nindya pelan. "Tante bikinin minuman dulu." Kemudian Milly segera menuju arah dapur.
Sepeninggal Milly, mereka dikejutkan dengan kedatangan seseorang dari arah pintu yang gerasak-gerusuk. Sontak membuat ketiga gadis itu menoleh bersamaan.
"Tuh dia orangnya dateng!" Pekik Nindya heboh melihat Leon yang berlari menuju ruang tengah. Namun tak lama muncul seseorang dibelakang Leon yang sepertinya sedang mengejar lelaki itu.
"Lo ngapain kesini?" Tanya Nindya berubah menjadi nada sinis.
"Suka-suka gue lah. Orang gue mau ketemu sama tante." Ucap Tata. Ya, orang itu adalah Tata. Lagi-lagi dia mampir ke rumah Leon setelah lelaki itu melarangnya untuk ikut masuk. Namun hal itu malah disalah artikan oleh sepasang mata yang kini menatap keduanya dengan tatapan miris.
Ternyata gue yang salah. Batinnya mengingatkan.
"Ini minumannya." Ucap Milly dengan membawa nampan berisi 3 gelas jus orange sendiri. Tatapannya kemudian tertuju pada putranya yang datang bersama dengan seorang gadis yang akhir-akhir ini sering mendatanginya.
"Loh, kamu baru pulang? Ini Nindy sama temen-temennya malah udah pulang dulu sebelum kesini." Ucap Milly tak menghiraukan sama sekali keadaan Tata.
"Tante!" Namun Tata malah nyosor menyalami Milly. Milly hanya menerimanya dengan pasrah. Kemudian Leon segera naik ke kamarnya.
"Ini diminum dulu, Ndy. Sebentar ya, tante ambilin minum lagi buat Tata." Kata Milly akhirnya.
Nindya mendelik ke arah Tata. "Lo ngapain sih, kesini? Lo gak ada urusan apa-apa lagi ya sama Leon dan tante Milly!" Sengak Nindya.
Nara yang mendengar ucapan itu langsung mengerti. Ia ingat yang Leon ucapkan saat Tata berteman dengan tak tulus pada Nindya. Mungkin alasan sikap Nindya yang judes sedari tadi karena hal itu.
"Menurut lo?" Tantang Tata, "Lo pikir setelah lo gak mau temenan sama gue lagi hubungan gue sama Leon juga berakhir? Sayangnya enggak." Jawab Tata seraya melirik ke arah Nara dengan tatapan meledek.
"Gue cuma mau ketemu tante dan bilang kalo pertemuan keluarga kami akan digelar malam minggu ini." Ucap Tata enteng dengan diakhiri senyuman menyeringai.
Milly datang dengan membawa satu gelas jus orange lagi dna menyimpannya di meja.
"Ada apa Tata?" Tanya Milly langsung.
"Oh, tante." Tata segera mengambil posisi duduk disamping Milly membuat Nindya dan Lily mendesis tidak suka.
"Kata Mami, malam minggu ini ketemu di restoran Cendana. Sama aku dan juga Leon, tan." Ucap Tata dengan nada yang dilambat-lambat lebay.
KAMU SEDANG MEMBACA
LEONNARA (End)
Teen FictionNara tidak tahu jika kehadirannya kembali ditengah orang-orang yang sudah lama ia tinggalkan malah mendatangkan suatu masalah. Perasaan sesal dan tidak enak itu datang saat masalah yang seharusnya ia hadapi sendiri malah berimbas pada orang terdekat...
