Chapter 21

263 27 1
                                        

"Ternyata moveon itu beneran susah, buktinya aku udah berusaha berapa kalipun tetep aja segala tentang dia muncul di pikiran."

___

"Lo gak cerita-cerita kalo kemaren pulang bareng Leon!" Ucap Lily dengan nada ngambek ketika dirinya dan Nara tengah berjalan menuju kantin.

Nara yang tersadar segera memeluk Lily dari samping sambil cengengesan. "Uhh, iya sori." Ucap Nara sedikit merayu Lily.

"Eh, lo kan suka ya sama Leon. Duh, maaf nih Ly, gue gak ada apa-apa kok sama dia. Beneran!" Jelas Nara sambil menaikkan jari tengah dan telunjuknya.

Lily menoyor kepala Nara pelan. "Apaansih, mana ada gue suka sama Leon. Gue sih biasa aja."

"Gara-gara Tata?" Tanya Nara.

"Hih, apaan masa gara-gara cewek itu. Pokoknya, gue gak ada rasa lebih-lebih sama Leon. Biasa aja. Kalo gue pernah ngomong suka, itu berarti lagi khilaf."

Nara mendelik sebal. "Alesan!" Cibirnya.

Lily mencubit pinggang Nara. "Kalo lo mau sama Leon, gue dukung kok tenang aja." Kata Lily meyakinkan.

"Ih, orang gue cuma temenan aja sama dia. Di kelas aja kita sebangku kan."

"Jangan bilang lo mau jadiin dia sahabat? Bagian ini gue gak setuju, sumpah!" Tegas Lily heboh dan memposisikan diri menghadap Nara. "Pokoknya lo cuma boleh sahabatan sama gue aja, titik!" Kemudian kembali menghadap ke depan, fokus pada jalan seraya melipat kedua tangannya di atas perut.

"Ih, Ly. Kok gue denger lo ngomong kayak gitu berasa lo lagi posesif-in gue yak. Horror, berasa orang pacaran tau gak?" Nara bergidik ngeri kemudian diakhiri dengan kekehan yang membuat Lily mendengus kesal.

"Gue serius!" Tekannya. Kemudian mempercepat langkah meninggalkan Nara yang masih menahan geli di perutnya.

Saat di kantin, Lily langsung saja menuju sebuah bangku yang diduduki oleh orang yang sedari tadi ditunggunya di kelas. Tangannya yang gatal menggebrak meja. Untung saja tidak membuat orang-orang yang sedang di kantin melirik ke arah dirinya.

"Sumpah ya, hari ini temen-temen gue nyebelin semua!" Semprot Lily saat baru saja Nindya menyadari keberadaannya.

"Gue laper dan gue nungguin gorengan!" Ucap Lily dengan uring-uringan. Kemudian Lily meraih plastik hitam yang tergeletak di meja. Saat dilihatnya plastik itu isi gorengan, Lily langsung duduk di samping Nindya. Mengabaikan ada orang lain disana selain temannya.

"Cepet banget sih, ya ampun." Ujar Nara masih terkekeh ketika sampai di dekat Nara dan Nindya. Namun tiba-tiba kekehannya terhenti ketika ia melihat orang yang duduk dihadapan Lily dan Nindya. Orang itu juga terlihat kicep melihat keberadaan Nara.

"Iya, sori banget. Gue lupa." Ucap Nindya cengengesan pada Lily. Sementara gadis yang berambut kuncir kuda itu memakan rakus gorengan yang ia yakini adalah untuknya.

"Ra, duduk." Titah Nindya. Nara sedikit kaget namun tak mengubah posisinya dari berdiri.

"Gue mau ke UKS dulu ya nganterin Alvaro. Dia sakit." Pamit Nindya kemudian sambil menggandeng lengan orang yang duduk dihadapannya itu.

LEONNARA (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang