Chapter 52

390 15 0
                                        


___

Sebuah Mini Cooper bergerak perlahan meninggalkan pekarangan rumah milik Wirawan Atmaja. Di dalamnya hanya ada 2 orang. Siapa lagi jika buka Nara dan Leon yang kini sedang fokus menyetir karena mobil sudah mulai turun ke jalan raya.

"Aku mau nepatin janji, ngajak kamu ke tempat yang kamu suka." Ujar Leon.

"Serius?" Tanya Nara senang. Akhirnya dia bisa pergi berdua lagi dengan Leon. Ya, hanya berdua.

"Iya. Terserah deh mau kemana." Kata Leon.

Nara memberitahukan Leon jika ia ingin ke makam Wina. Leon kemudian segera menuju ke pemakaman umum itu setelah sebelumnya mampir dahulu untuk membeli karangan bunga mawar.

"Mama tuh seneng banget kalo dikasih mawar," ujar Nara saat mereka sudah berjalan menuju makam Wina.

"Jadi maksudnya, kamu yang suka mawar itu juga turunan?" Tebak Leon.

"Yap. Seperti itu kurang lebih."

Mereka berhenti di sebuah gundukan tanah dengan nisan yang sudah dua kali Leon lihat. Dia ikut berjongkok bersama Nara kemudian membersihkan daun-daun kering yang nampak jatuh ke atas pusara itu.

Nara menyimpan bunganya dan kemudian mengecup nisan itu dengan sayang.

"Nara dateng lagi, Ma. Sama dia." Ucap Nara.

Leon yang mendengarnya tersenyum. "Hallo tante," ujar Leon.

"Nara mau bilang kalo Nara bahagia banget sama Leon, Mah. Dia cowok yang baik, tanggung jawab, dan penyayang."

Leon membelai lembut rambut Nara. "Terimakasih tante sudah melahirkan gadis yang cantik dan manja seperti Nara. Tapi Leon memang menyayangi dia. Leon janji, gak akan buat Nara netesin air mata lagi."

Nara tersenyum dengan sikap manis Leon. Namun satu sisi dia juga geli dan ingin mencibit pinggang cowok itu yang entah kenapa akhir-akhir ini berubah lebay.

"Mah, aku mau minta restu Mama. Mama seneng ya kalo aku sama Leon?" Ujar Nara konyol. Dia kemudian terkekeh singkat.

"Nara pengen meluk Mama, pengen ngadu ke Mama secara langsung. Tapi Nara selalu do'ain Mama semoga Mama bahagia di sana."

Nara menghela nafas kemudian menghembuskannya perlahan. "Nara pamit dulu ya, Mah. Setelah ini Nara bakal sering-sering ngajakin dia kesini buat ketemu Mama."

Nara bangkit setelah mencium nisannya dengan sayang. Ritual yang rutin Nara lakukan jika berkunjung ke makam ini.

"Leon pamit ya, tante. Leon juga minta izin buat ngajakin anak tante ke tempat yang dia suka." Ujar Leon kemudian ikut berdiri.

"Udah?" Tanya Leon.

Nara mengangguk.

"Sekarang kemana?"

"Taman kota."

___

___

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
LEONNARA (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang