___
Tata : Pokoknya kita harus kasih pelajaran ke cewek gak tau diri itu yang udah berani rebut leon dari gue!!!
Aurel : lo yakin?
Tata : Knp gue gak yakin? Dia udah berhasil ngehasut leon dan tante milly supaya gak dateng ketemu nyokap gue
Tata : kalian tau? Gue kena tampar lagi gara-gara hal itu :'(
Kimmy : gue turut sedih, Ta. Tapi gak bisa lo pertimbangin lagi?
Aurel : Iyaaaa menurut gue mereka baru deket karena temen sebangku doang deh
Tata : Gue ga suka nunda
Tata : Justru karena mereka sebangku, mereka ada kesempatan buat deket
Tata : Gue gabakalan biarin cewek itu ngerebut leon dari gue
Tata : Kalian harusnya ngerti by
Aurel : Iyaaa oke gue ngerti, skrng lo mau apa?
Tata : Gue mau ngasih pelajaran
Kimmy : What is that?
Tata : Dia bakalan ngerasain yang sama kaya gue rasain. she would suffer!
Nando mengepalkan kedua tangannya membaca isi pesan grup itu. Dia benar-benar merasa harus pasang badan secara terang-terangan mulai saat ini. Wanita itu tidak bisa ia anggap remeh.
"Aku gak tau harus ngomong apa ke kamu." ucap Cilla pelan sambil menunduk. Sebenarnya ia tidak mau bertemu dulu dengan Nando mengingat hubungan mereka yang tengah merenggang, apalagi kini juga sedang 'break.
"Aku tau kamu pasti kesel banget. Aku sengaja ngabarin daripada semuanya terlambat."
Nando menatap Cilla. "Kamu mau ngebiarin semuanya terjadi?"
Cilla menggeleng. "Aku gak mau Tata nyakitin orang."
"Dan kamu janji bakal ngebuat dia berubah." Kata Nando.
"Aku bingung." Cilla menangkup wajahnya dengan kedua tangan.
"Aku bilang ke kamu, siapa tau kita bisa diskusi soal ini." Kata Cilla.
"Apalagi?" Nada yang keluar dari mulut Nando berubah dingin. "Aku udah peringatin dari awal, kalo semuanya bakalan buruk!" Tegas Nando.
Cilla terhenyak. "Ini gak ada hubungannya sama aku, Do." Elaknya tidak mau disalahkan. "Udah bagus ya aku mau ngasih tau kamu."
"Kamu emang gak ngerti aku, La. Aku gak mau Nara kenapa-napa karena dia adek aku." Ujar Nando parau. Dia juga benar-benar bingung.
Cilla tertawa miris. "Bodoh banget kamu gak bisa ngenalin perasaan sendiri. Kamu tuh udah mulai jatuh cinta sama Nara, Do." Ujar Cilla yang seperti bom menghantam dada Nando.
Nando terdiam merenungkan kenyataannya. Memang benar yang dikatakan Cilla, dia sendiri bahkan ragu menamai perasaannya sebagai apa. Dia hanya merasa khawatir karena Nara tinggal satu atap dengannya. Terlebih Wira yang sudah mempercayakan sepenuhnya penjagaan Nara pada Nando. Otomatis dia tidak bisa diam saja membiarkan Nara dalam keadaan yang akan membahayakan dirinya.
"Aku bingung harus ngapain lagi." Ucap Nando parau.
Cilla yang mulai berkaca-kaca pun tak sanggup melihat Nando merasa sedih seperti itu. Dia sangat mengerti Nando. Sangat. Bahkan dia paham Nando yang selalu berusaha membuat Cilla untuk menjauhi Tata karena tak ingin Cilla ikut terlibat dengan sikap buruknya gadis itu. Semua itu Nando lakukan karena dia menyayangi Cilla. Dan Cilla menyayangi Nando lebih dari yang Nando tau. Karena selama inipun Tata juga berusaha untuk membuat Cilla berpisah dengan Nando.
KAMU SEDANG MEMBACA
LEONNARA (End)
Fiksi RemajaNara tidak tahu jika kehadirannya kembali ditengah orang-orang yang sudah lama ia tinggalkan malah mendatangkan suatu masalah. Perasaan sesal dan tidak enak itu datang saat masalah yang seharusnya ia hadapi sendiri malah berimbas pada orang terdekat...
