"Ya ampun, Hye!" Pekik Daniel ketika mendapati sepupunya itu pulang dengan sebuah jaket sweater hitam, jaket bomber biru dan sweater-hoodie putih. "Kau belanja jaket lagi?"
Hyera jengah. Dia ingin melempar mulut sepupunya itu dengan sepatu. "Aku sadar diri, Niel. Lagipula ini bukan jaketku."
"Lalu? Punya siapa?"
Daniel sepertinya cocok menjadi wartawan atau petugas kepolisian bagian interogasi. Karena saat ini dia benar-benar terlihat seperti itu.
"Temanku."
"Pacarmu?"
"Teman."
"Pacarmu?"
Tuhkan, menyebalkan.
"Temanku, Daniel yang tampan. Ini milik teman sekelasku. Mereka meminjamiku."
"Banyak sekali?"
"Apa salahnya? Mereka semua ingin meminjamiku. Kenapa kau yang ribut?"
Tunggu! Daniel tersadar akan sesuatu.
"Pelipismu kenapa? Siapa yang mengerjaimu? Siapa yang sudah berbuat jahat pada sepupu tersayangku?"
Pukul atau tidak?
"Kepalaku membentur meja. Tenang saja. Hanya luka kecil." Hyera meringis ketika melihat Daniel yang sudah menggulung lengan bajunya. "Sudah. Aku ingin mandi!"
"Baiklah. Istirahat ya!"
"Oh, dan jangan katakan apapun dengan Paman. Aku tidak ingin dia khawatir."
"Siap!"
#
Pelajaran olahraga
Sepertinya para penghuni kelas 2-F harus bersyukur karena ada beberapa guru mereka yang tidak terlihat pilih kasih. Contohnya guru olahraga mereka ini.
Nam Joonhyuk. Guru tertampan nomor dua setelah walikelas mereka, Lee Jungshin. Guru yang ramah kepada seluruh murid yang diajarnya namun selalu diiringi dengan sikap tegasnya. Oh, idaman seluruh perempuan di kelas 2-F. Sekali lagi, terkecuali untuk Kang Hyera.
"Hari ini kita akan mengambil nilai lari 100 meter. Hmm, karena murid di kelas kalian tersisa 24 orang jadi kita bagi tiga tim saja. Setiap tim terdiri dari empat orang akan berlari dan empat orang lainnya akan menghitung waktunya lalu kalian akan melakukannya secara bergantian. Jadi silahkan cari pasangan kalian dalam waktu dua menit dari sekarang."
Semuanya langsung sibuk mencari pasangan. Tidak terkecuali untuk Hyera yang, hmm, tidak mendapat pasangan. Teman perempuannya sudah membentuk satu tim. Murid perempuan mereka hanya tersisa sembilan. Enam orang teman sekelasnya sudah memindahkan diri ke sekolah yang lain dalam waktu satu bulan ini. Jadilah hanya tinggal 24 orang.
"Sudah dapat kelompok?"
Oh, suara Yoongi baru saja mengejutkannya. Hei, sejak kejadian hari itu, Yoongi menjadi sering mengeluarkan suaranya walaupun tidak sering.
Hyera mengangguk. "Sepertinya aku akan masuk tim laki-laki. Kau?"
"Menunggu sisa."
"Apa ini takdir lagi?"
Hyera jengah. Entah kenapa dia mengenal suara yang sangat dibencinya itu. Kini Jimin dan Jungkook sudah berdiri di depan mereka.
"Ah, yang benar saja?"
Satu lagi, gerutuan Namjoon yang begitu akrab di telinganya bersamaan Seokjin yang mengekor di belakangnya.
"Wah, apa hanya aku yang terkejut akan hal ini?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Fiapeless Class [ COMPLETED ]
FanfictionFiapeless Class adalah kelas 2-F yang terkenal sebagai kelas yang berisi siswa-siswa yang tidak memiliki harapan. Seluruh murid yang pernah menghuni peringkat 10 besar harus rela terdepak ke peringkat akhir. Ini adalah tentang bagaimana para penghun...
![Fiapeless Class [ COMPLETED ]](https://img.wattpad.com/cover/177861637-64-k145016.jpg)