Chanyeol memilih membawa tubuhnya keluar dari ruangan setelah mendengarkan cerita awal bagaimana Yoongi dan Hyera bisa berakhir di rumah sakit. Pikirannya tidak menduga Yoongi akan melakukan hal itu, sekali lagi.
Ah, pikirannya sedang terbelah saat ini. Bukan perkara Yoongi. Tapi sosok bernama Jimin yang jatuh tertidur saat mereka baru saja tiba.
Chanyeol mengusap wajahnya berkali-kali. Dia ingin menepis semua kemungkinan yang ada tentang Jimin. Dia tidak ingin mempercayai begitu saja.
"Hyung?!"
Chanyeol mendongak, melihat Jungkook yang berdiri di depannya dengan kepala yang tertunduk. "Kook, dia bukan Jimin, 'kan?"
Jungkook memalingkan wajahnya, menatap koridor rumah sakit yang masih sepi pada jam-jam seperti ini.
"Tinggal katakan bukan, Kook!"
"Maaf, hyung, tapi itu memang Jimin. Park Jimin yang kau tinggalkan sepuluh tahun yang lalu."
"Kau yakin, dia tidak mengatakan apapun lagi?"
"Sudah aku katakan sebelumnya, Hyera." Daniel menarik nafasnya sedalam mungkin, "Chanyeol hanya bilang hari ini adalah harinya. Tidak lebih."
"Informasimu sangat tidak berguna!"
"Aku mengatakan apapun yang aku tahu. Chanyeol khawatir tentang Yoongi dan aku sendiri tidak tahu apa."
Hoseok menyikut Seokjin yang berdiri di samping kirinya lalu berbisik, "aku jadi meragukan jika mereka benar-benar sepupu."
"Aku juga."
"Bagaimanapun informasimu tetap tidak berguna, Kang Daniel."
"Aku hanya memberitahumu apapun yang aku tahu, Kang Hyera."
"Bisakah kalian berhenti bertengkar?!"
Hei, itu bukan suara salah satu dari empat orang yang sedari jadi penonton. Atau suara Chanyeol dan Jungkook yang tadi keluar. Atau bahkan Jimin yang masih mendengkur halus dalam tidurnya.
"YOONGI?!"
Kali ini giliran Daniel yang harus mengingatkan diri memeriksakan telinganya kepada dokter bagian THT untuk memastikan telinganya masih berfungsi dengan baik.
"Tanpa teriak, Hyera."
Hyera tidak peduli. Dia menyibak selimut, turun dari ranjang dan langsung menghampiri Yoongi yang masih memejamkan matanya.
"Kau sudah sadar?"
"Menurutmu? Kenapa aku berbicara?" Yoongi membuka matanya, menatap Hyera yang sudah berada di samping ranjangnya.
"Baguslah. Jadi aku bisa," Hyera merenggangkan kedua tangannya lalu tersenyum seraya mencapai kerah baju Yoongi, "BODOH! Kenapa kau lompat dari jembatan, huh? Apa isi otakmu? Apa kau pikirkan saat melompat kesana?"
Taehyung dan Seokjin harus turun tangan untuk menarik gadis itu dari amukannya. Gadis itu menarik kerah baju Yoongi yang masih terbaring.
"Bodoh! Harusnya kau menceritakan bukannya melempar dirimu ke dalam air. Apa kau tidak berpikir, air juga dapat membunuhmu?!"
Hyera membalikkan badannya, mencengkram baju Seokjin dan melampiaskan emosinya disana.
"Hei, hei! Harusnya Chanyeol yang memarahi dia, kenapa kau yang malah mengamuk?" Daniel melipat kedua tangannya di depan dada. Bertingkah seolah itu bukan hal apa-apa.
"Apa yang terjadi?"
Semakin tinggilah Chanyeol karena muncul disaat yang tepat. Dia segera menghampiri Yoongi yang kini hanya menampilkan wajah tanpa emosi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fiapeless Class [ COMPLETED ]
FanfictieFiapeless Class adalah kelas 2-F yang terkenal sebagai kelas yang berisi siswa-siswa yang tidak memiliki harapan. Seluruh murid yang pernah menghuni peringkat 10 besar harus rela terdepak ke peringkat akhir. Ini adalah tentang bagaimana para penghun...
![Fiapeless Class [ COMPLETED ]](https://img.wattpad.com/cover/177861637-64-k145016.jpg)