Chapter Five : Their Teamwork?!

7 2 0
                                        

"–bagi kelas ini menjadi tiga kelompok berdasarkan absen. Tugas kalian membuat lima artikel dan lima makalah. Pastikan untuk mengumpulkannya minggu depan. Aku tidak ingin ada yang terlambat mengumpulkan. Jika satu saja terlambat, maka sampai jumpa dengan nilai kalian."

Sial.

Setidaknya kata itu yang terlontar dari hati dan mulut para penghuni kelas Fiapeless ketika wanita yang biasa mereka sapa Seo-ssaem itu melangkah keluar. Selalu seperti itu. Memberi mereka tugas yang tidak terkira sampai tidak masuk akal hanya karena mereka dari kelas tanpa harapan.

Benar-benar pilih kasih.

Ngomong-ngomong absen, berarti Hyera harus satu kelompok lagi dengan tujuh manusia itu. Oke, terkecuali untuk Yoongi. Hei, selama berada di kelas ini dan urusan kelompok, kenapa guru mereka selalu membagi ke dalam kelompok besar? Kenapa harus berdasarkan absen? Dan kenapa nama mereka harus berurutan?

"Hyer, sepertinya kita satu kelompok lagi."

Sejujurnya, Hyera sangat membenci suara mantan makhluk hidup berambut jingga itu. Hoseok sudah mengganti warna rambutnya menjadi hitam, ngomong-ngomong.

"Sayang sekali kau terlempar di kelompok ini, Hye."

Satu lagi suara menyebalkan dari pemilik rambut hitam yang kekal abadi. Hyera ingin berkomentar tapi rasanya percuma. Dia lebih memilih untuk memutar otaknya, bagaimana cara mengerjakan tugas sialan ini? Hei, ini tidak sedikit. Mereka tidak mungkin bisa mengerjakannya di sekolah saat akhir pekan.

"Jadi, kerjakan dimana?"

Oke, itu pertanyaan yang tepat. Dimana mereka akan mengerjakan tugas ini? Sekolah? Tentu saja pasti akan ada batasan waktu. Dan tugas ini memerlukan sumber dan waktu untuk menyusunnya. Apa dikerjakan masing-masing? Ah, sama saja dengan tugas individu.

"Tidak bisa di rumahku."

"Apalagi rumahku."

"Aku juga tidak mau jika harus di rumah kalian."

"Lalu siapa? Rumahmu?"

"Enak saja. Bagaimana dengan rumah Yoongi?"

"Maaf, aku tidak punya rumah."

"Lebih tidak mungkin lagi jika kita harus mengerjakan di rumah si Kim bersaudara. Aku tidak ingin mendengar drama saudara tiri."

"Tutup mulutmu, Jeon!"

"Ayolah. Sadar diri dengan kalian juga yang akan jadi saudara tiri."

"Lebih baik tutup mulutmu, Jung Hoseok!"

"Apa? Kau tersinggung, Tuan Kim Seokjin?"

"Kook, tenang! Jangan terpancing!"

"Jadi ingin dimana? Rumah siapa?"

Suara sekaligus pertanyaan Taehyung membuat seluruh mata mereka teruju pada satu orang. Satu-satunya dari mereka yang sedari tadi terdiam.

"Apa?"

#

Hyera tidak menyangka jika pada akhirnya rumahnya akan menjadi target terakhir untuk tugas kelompok yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Oke, ini bukan rumahnya, tepatnya rumah pamannya, Kang Minhyuk.

Dia sedikit menggerutu ketika Daniel berpamitan padanya tadi pagi. Bisa-bisanya sepupunya itu meninggalkan dia seorang diri di rumah bersama tujuh manusia itu. Sekali lagi, terkecuali untuk Yoongi. Parahnya lagi, Hyera harus mengiyakan saat Daniel meminjam atm karena anak itu tidak mendapat transfer dari ayahnya.

"Coba saja aku sempat mengambil beberapa lembar uang."

Matanya menatap miris kulkas yang kosong. Pamannya belum bisa kembali karena harus keluar negeri. Bahkan dua hari ini, dia dan Daniel harus memakan ramyeon karena malas berbelanja. Sepertinya dia sedikit menyesali saat lupa akan kedatangan ketujuh 'teman'nya hari ini.

Fiapeless Class [ COMPLETED ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang