Chapter Fourty One : Behind of Story

3 2 0
                                        

Hari itu berakhir dengan dibubarkannya sekolah selama beberapa hari karena kekurangan tenaga pengajar. Kepala yayasan juga sudah memberikan penjelasannya kepada pihak media massa atas keterlibatan puluhan guru SMA Creighton atas penggelapan dana dan diskriminasi kepada murid.

Oh, tidak jauh berbeda dengan Hyera yang beberapa hari ini diteror oleh teman-teman sekolahnya perkara kejadian di sekolah kemarin. Bahkan mereka tidak segan untuk mengunjungi rumah gadis itu hanya untuk menuntut penjelasan. Walaupun sebagian kecil sudah dijelaskan oleh ketujuh temannya. Hanya sekedar fakta yang mereka dapatkan, tidak dengan kekacauan di aula.

"Jadi, bisa jelaskan detailnya?"

Hyera mendengus sebal lalu menatap Hoseok yang tidak berhenti memberinya tatapan mengintimidasi walaupun berakhir tidak mempan.

"Kami juga penasaran." Seokjin tak mau ketinggalan.

"Ceritanya sangat panjang tapi aku ringkas saja." Hyera menyerah. Dia sudah lelah karena diteror oleh ketujuh temannya ini dan menanyakan perihal yang sama.

"Siapa yang mengirim semua ini?" tanya Jungshin seraya menatap tumpukan kertas hasil ujian yang baru diterima Minho beberapa hari yang lalu.

Minho baru saja keluar dari salah satu ruangan dengan segelas kopi di tangan kanannya. "Oh, itu. Seseorang mengirimnya. Sepertinya dia dari pihak sekolah yang bekerjasama dengan pihak yayasan."

"Pihak yayasan?" tanya Jungshin sedikit ragu.

Minho mengangguk, melangkah menuju notebook-nya lalu mengetik sesuatu sampai sebuah profil muncul dan menunjukkannya kepada Jungshin. "Kim Junmyeon, guru bahasa Inggris ini salah satu suruhan kepala yayasan yang ditunjuk untuk menyelidiki sekolah kalian."

"Jadi, selama ini kepala yayasan sudah tahu? Kenapa dia tidak bertindak?"

"Gegabah sama saja kehancuran untuk rencana." Minho menutup notebook-nya lalu menatap Jungshin yang masih pada ekspresi tak mengertinya. "Aku juga baru tahu jika kepala yayasan terlibat. Dia mengetahui pergerakan kita selama beberapa minggu terakhir." Dia sudah berpindah posisi untuk duduk di depan komputer yang menyala, mengabaikan Jungshin yang masih menatap lembaran kertas hasil ujian muridnya.

"Kita harus menyelesaikan ini." Jungshin mengepalkan tangannya lalu memukulkannya pada sebuah buku tebal.

"Rasanya tidak seru hanya kita yang terlibat." Minho berseru sambil mengamati video-video yang berasal dari rekaman yang dipasang Joonhyuk. "Ingin libatkan salah satu dari murid kelas F?"

Tanpa pikir panjang, Jungshin langsung melempar mantan muridnya itu dengan sebuah buku tebal dan mengenai tepat kepala pemuda itu.

"Jangan melibatkan muridku, sialan!"

"Tapi, sepertinya itu ide yang bagus." Sahut Joonhyuk yang baru saja memasuki ruangan. "Paling tidak kita butuh satu orang untuk menjelaskan situasi ini kepada seluruh murid kelas F."

"Sudah kukatakan, aku akan melakukannya." Jungshin menatap tajam Joonhyuk yang hanya menghirup segelas kopinya. "Jangan libatkan mereka!"

"Kalau begitu, punya rekomendasi?" tanya Joonhyuk pada Minho, mengabaikan larangan dari rekannya.

"Tipikal keras kepala dan sangat membenci Pak Tua itu. Aku merekomendasikan delapan nama." Minho menyahut seraya menghentikan kegiatannya lalu menatap Joonhyuk. "Dari delapan nama, aku dapat satu nama yang pas. Keras kepala seperti Jungshin-hyung."

"Oh, sepertinya otak kita satu. Aku juga memikirkan satu nama." Joonhyuk menyahut dengan semangat.

"Sialan! Sudah kukatakan jangan melibatkan mereka." Jungshin memekik marah, merasa terkhianati oleh rekannya.

Fiapeless Class [ COMPLETED ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang