Chanyeol dan Daniel sudah tiba di belantara ilalang yang dimaksud, sedangkan Joonhyuk sudah kembali menghilang entah kemana. Mereka berdua mengendap perlahan dan sebisa mungkin untuk tidak menonjol di antara ilalang yang tinggi. Denyut jantung mereka semakin tidak normal, waspada jika saja musuh menemui mereka.
Daniel berjalan paling depan, sedangkan Chanyeol memutuskan menghadap belakang seraya berjalan mundur. Gerakan mereka sangat hati-hati jika mengingat posisi dimana mereka berada. Ditambah lagi, keduanya tidak diberi bekalan senjata untuk bela diri. Bukannya tidak diberi, keduanya kontan menolak tawaran Joonhyuk yang mengulurkan sebuah Glock 20.
"Perhatikan langkahmu!" protes Chanyeol saat merasa punggungnya menubruk Daniel yang berhenti mendadak. "Kenapa berhenti?"
"Itu...Hoseok, 'kan?" seru Daniel tanpa menoleh ke lawan bicaranya.
Chanyeol segera memutar tubuhnya, menatap objek yang dimaksud Daniel dan ya, Jung Hoseok ada disana dengan tubuh yang berlumuran darah tapi dalam keadaan sadar.
"H-hyung?!"
Chanyeol segera mendorong Daniel ke samping lalu mendekati tubuh itu. Kedua tangannya memindahkan kepala Hoseok secara perlahan ke pangkuannya.
"Hei, hei! Tetap bertahan, okay?"
Sedangkan Daniel hanya terdiam seraya menggigit bibirnya. Dia ingin menolong tapi bayangan cairan merah itu mengganggu pikirannya. Ya, satu kelemahan seorang Kang Daniel lainnya. Dia memiliki phobia darah yang lumayan parah.
"Niel, apa yang kau pikirkan? Cepat bantu aku membawa Hoseok dari sini!"
Tidak, Daniel harus menepis sedikit ketakutannya. Darah tidak menakutkan. Itu hanya cairan berwarna merah. Ya, anggap saja air mineral yang diberi pewarna merah pekat dan kental. Sebisa mungkin Daniel memperkecil jaraknya dengan Hoseok seraya memejamkan matanya. Posisinya sudah sangat dekat bahkan terlalu dekat sampai hidungnya berhasil menghirup aroma amis yang menusuk hidungnya.
It's okay, dude! You can do that, untuk Hoseok!
+=+
Taehyung masih memimpin jalan, diikuti Jungshin, Taeyong dan Jimin di belakangnya. Mereka sudah cukup jauh di dalam gedung, berada di lantai tiga namun tidak ada siapapun disana. Seolah tidak ada bahaya apapun yang menanti keempatnya.
Di sisi lain, Joonhyuk sudah berada di lantai enam dan menghabisi beberapa orang yang ditemuinya. Hanya melumpuhkan tanpa membunuh mereka. Dia masih sadar posisinya saat ini berada di antara murid-muridnya.
Pisau lipat di tangan kanan sudah siap dihujamkan saat menyadari seseorang berjalan di belakangnya, dari arah tangga ke atas. Ditambah lagi dengan suara gerutuan kecil dan membuat Joonhyuk segera memutuskan untuk bersembunyi di balik dinding dan menyiapkan pisaunya.
Sebuah balok kayu menggelinding dari atas tangga, turun ke bawah dan melewati Joonhyuk yang bersembunyi. Tidak ada suara langkah kaki lagi selama beberapa detik. Namun pria bermarga Nam itu tetap bertahan pada posisi waspadanya.
Sampai detik-detik berselang, langkah kaki itu kembali terdengar, kian mendekat, menuruni anak tangga satu persatu. Joonhyuk tetap pada posisinya, pisau lipat teracung ke arah tangga. Hingga kaki berbalut converse hitam-putih itu menapak di lantai dasar. Ada helaan nafas lega disana sebelum kemudian berakhir dengan nafas tercekat.
Joonhyuk mengacungkan pisaunya tepat di leher orang itu dari belakang, sehingga mereka tidak saling mengetahui wajah masing-masing. Bagian tajamnya siap menggoreskan luka di leher putih itu kapan saja.
Hening beberapa saat. Joonhyuk yang terdiam and targetnya yang menahan nafas.
"Astaga! Apa aku memang akan mati hari ini?" gumam pemuda itu dengan cukup pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fiapeless Class [ COMPLETED ]
FanfictionFiapeless Class adalah kelas 2-F yang terkenal sebagai kelas yang berisi siswa-siswa yang tidak memiliki harapan. Seluruh murid yang pernah menghuni peringkat 10 besar harus rela terdepak ke peringkat akhir. Ini adalah tentang bagaimana para penghun...
![Fiapeless Class [ COMPLETED ]](https://img.wattpad.com/cover/177861637-64-k145016.jpg)