Chapter Twenty Three : Birthday Party to Hyera

5 2 0
                                        

Selama dua hari ke depan, libur akan menyapa seluruh murid Sekolah Creighton. Dan selama dua hari juga, Hyera akan menghabiskan waktunya dengan uring-uringan di rumah. Pamannya harus kembali pergi keluar kota kemarin malam dan sepupunya juga pergi keluar kota untuk mengikuti lomba dance-nya selama seminggu.

Sebenarnya bukan masalah besar jika Hyera ditinggal sendirian. Lagipula ini bukan pertama kalinya. Ah, terlalu sering. Bahkan saat libur panjang, Hyera hanya akan menghabiskan waktu liburnya dengan bermain di ruang musik, membaca buku atau tidur seharian.

Tapi, bolehkah sekarang dia menuntut untuk tidak ditinggalkan sendirian? Sekarang dia benar-benar dilanda kebosanan yang memasuki level tertinggi. Dua hari di rumah, tanpa sekolah dan siapapun? Kang Hyera sedang ingin bermain tapi dia tidak ingin keluar rumah. Minimal ada teman bicara saja sudah cukup.

Ditambah lagi, seluruh kendaraan di rumah sudah disegel Daniel. Mobil Ayahnya dan motor sport-nya dia titipkan ke bengkel dengan alasan untuk pengecekan mesin. Padahal dasarnya, Daniel dan Ayahnya tidak mengizinkan Hyera berkendara sendirian. Bersyukurlah Hyera masih dibiarkan berangkat sekolah dengan bus.

Tubuhnya menuntut untuk diisi ketika dirinya baru saja menyilangkan kakinya di sofa. Seraya mengikatkan bandana di kepala, Hyera memutuskan untuk melangkahkan kakinya ke dapur, menuju meja makan dimana sebungkus roti dan setoples selai berry menantinya. Dia sedikit beruntung bukan pemilih dalam urusan makan jadi apapun makanan yang tersisa, selama masih layak maka itu yang akan dimakannya.

Kedua tangannya sibuk membuka toples selai, mengambil selembar roti lalu dioleskannya. Setelahnya, bel rumah berdering membuat gadis itu hanya menggigit ujung roti tanpa minat untuk mengunyahnya. Membiarkan roti itu menggantung di mulut, Hyera kembali melangkah menuju pintu utama dan sedikit mengumpat di dalam hati ketika suara bel kian anarkis.

Baiklah. Apa yang ditinggalkan si monster kelinci itu kali ini?

Hyera berpikir itu Daniel. Kang Daniel, sepupunya. Mulutnya sudah bersiap untuk memaki sepupunya itu. Namun sungguh itu bukan orang yang tepat untuk dimakinya.

Kim Taehyung, Jeon Jungkook dan Park Jimin. Berdiri berdasarkan urutan tinggi mereka.

Jungkook masih setia menekan bel, tidak peduli jika Hyera sudah membuka pintu dan berdiri di depan mereka. Jimin berkecak pinggang sambil menggelengkan kepalanya. Taehyung, pemuda itu menutup matanya dan menghela nafas.

"Yo!" Jungkook berhenti menekan bel, melirik sebentar ke arah jam tangannya lalu menatap Hyera. "Selamat pagi!"

Jimin menarik sebagian roti dari mulut Hyera, membiarkan sebagiannya lagi bergantung di mulut gadis itu. "Roti dan selai berry?" Kemudian memasukkan potongan roti itu ke dalam mulutnya.

Hyera sibuk mengunyah rotinya saat Jungkook mendorong mundur tubuhnya untuk masuk ke dalam. "Dari aromanya, kau sudah mandi? Baguslah kalau begitu. Jadi ganti pakaianmu sekarang lalu kita pergi!"

"Tunggu! Apa? Ganti pakaian? Pergi? Kemana?"

Jimin mengibaskan tangan kirinya, mengisyaratkan agar gadis itu segera pergi.

"Cepat ganti!" Perintah Jungkook lagi.

Hyera mendengus kesal, matanya melirik ke arah Taehyung untuk menuntut penjelasan. Namun, tampaknya pemuda Kim itu sama tidak tahunya dengan dia. Alhasil, Hyera memutuskan untuk segera melangkahkan kakinya menaiki tangga dan menuju kamarnya.


Butuh sekitar tiga puluh menit bagi Hyera bertahan di motor sport Taehyung sampai akhirnya mereka berempat tiba di sebuah taman kota. Keadaan tidak terlalu ramai jika mengingat baru pukul delapan kurang dari sepuluh menit atau sudah sedikit siang bagi mereka yang biasa berolahraga. Namun tetap masih ada beberapa orang yang lari pagi atau berolahraga ringan, sekedar menghirup udara pagi.

Fiapeless Class [ COMPLETED ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang