Hoseok baru saja akan terlelap saat suara Seokjin menginterupsinya dan membuat dirinya segera membangunkan dirinya dan berlari ke arah Seokjin yang sudah berdiri di samping ranjang sebelah kanannya.
"Hyera sadar!"
Bahkan Namjoon tampak tidak peduli pada ponselnya yang tergeletak di lantai karena harus beranjak dari posisinya secara tiba-tiba.
"Bagaimana? Apa ada yang sakit?"
Hyera mengerjapkan matanya, mengumpulkan seluruh fokus cahaya yang masih berbayang. Kepalanya masih sedikit pusing ditambah perutnya juga sedikit sakit.
"Dokter sempat bilang perut dan pinggangmu sedikit memar karena menghantam sesuatu." Taehyung bersuara, menjawab rasa sakit yang dirasakan gadis itu.
Hyera mengangguk paham. Ah, benar. "Dimana Yoongi?"
Jimin dan Hoseok yang berada di sisi kiri ranjang langsung menepi, memperlihatkan satu ranjang lainnya dimana Yoongi masih enggan membuka matanya.
"Dia terlalu banyak menelan air." Jungkook bersuara. Dia satu-satunya yang duduk di sisi kiri ranjang Yoongi.
"Jadi, kenapa kalian ada disana?" Hoseok bertanya, bersamaan dengan rasa penasaran yang baru saja menelan kantuknya.
Jimin menyikut Hoseok. "Hyera tidak ingat. Apa kau lupa?"
"Aku ingat, Jim. Jangan tanya kenapa tapi aku cukup ingat apa yang terjadi padaku." Dia menggeleng untuk meralat kalimatnya. "Pada Yoongi."
Namjoon menepuk pundak Taehyung dan Seokjin bersamaan, menghasilkan suara yang mengalihkan pandangan yang lain.
"Kau bisa jelaskan nanti. Kau butuh istirahat."
Seokjin mengangguk, ikut menambahkan. "Benar juga. Kita bisa lanjutkan besok. Hitung-hitung menunggu Yoongi."
Hyera menggeleng. "Tidak." Dia beranjak bangun dari posisinya yang berbaring menjadi duduk. "Aku tidak bisa kembali tidur."
"Baiklah. Kami akan mendengarkan." Taehyung mengambil langkah mundur untuk bersandar pada jendela ruangan.
Hyera menghirup nafasnya sedalam mungkin lalu menghembuskannya perlahan. "Kami melompat dari jembatan."
"Oh~"
"APA?!"
Telinga Hyera masih normal dan sangat terganggu saat keenam temannya itu berteriak dalam waktu yang bersamaan.
"Kau, gila?!" Jungkook menggelengkan kepalanya, tidak percaya. "Kau harusnya tidur saja."
"Aku serius."
Seokjin menatap saudara tirinya lalu mengangguk, memberi isyarat agar mendengarkan cerita Hyera.
"Teman serumah Yoongi menghubungiku dan menanyakan keberadaan Yoongi karena dia tidak meninggalkan pesan apapun." Hyera menjeda sedikit ceritanya, membiarkan keenam temannya mencerna.
"Jadi itu alasanmu menghubungiku?"
Hyera mengangguk atas pertanyaan Hoseok lalu melanjutkan kalimatnya. "Aku menyusuri jembatan untuk mencarinya berdasarkan informasi dari Hoseok dan ketemu."
"Lalu, kenapa kalian berada di bawah jembatan?"
"Mereka melompat, Jim. Jika kau lupa." Jungkook menatap sahabatnya yang berdiri di seberangnya.
Hyera menghela nafas. Akhir-akhir ini, dua orang itu jadi sering bercekcok kecil.
"Perlu aku lanjutkan atau tidak?"
"Abaikan saja mereka berdua." Namjoon memilih duduk di sofa sambil mendengarkan Hyera. Kakinya sedikit pegal karena berdiri tiba-tiba.
"Yoongi berdiri diluar pagar pembatas saat aku melihatnya." Hyera mengangkat kedua tangannya lalu menatapnya. "Aku harusnya bisa menarik tubuhnya tapi terlambat. Dia melompat."
KAMU SEDANG MEMBACA
Fiapeless Class [ COMPLETED ]
FanfictionFiapeless Class adalah kelas 2-F yang terkenal sebagai kelas yang berisi siswa-siswa yang tidak memiliki harapan. Seluruh murid yang pernah menghuni peringkat 10 besar harus rela terdepak ke peringkat akhir. Ini adalah tentang bagaimana para penghun...
![Fiapeless Class [ COMPLETED ]](https://img.wattpad.com/cover/177861637-64-k145016.jpg)