Chapter Twenty Four : Lost

4 2 0
                                        

Sepertinya perayaan ulang tahun itu tidak sepenuhnya berakhir. Setelah duduk di atas rumput hijau, di bawah pohon besar tadi selama kurang dari dua jam, kedelapannya beranjak dari posisi mereka, melangkah menuju parkiran dan bersiap melanjutkan kegiatan tak terencana mereka.

Ah, awalnya tujuh –enam dari tujuh pemuda itu, terkecuali untuk Yoongi, hanya bertujuan untuk membuat kejutan ulang tahun Hyera dan setelah itu mereka akan membubarkan diri. Namun, sebuah pikiran tak terencana membuat mereka memutuskan untuk berkeliling, makan, taman bermain, pusat perbelanjaan, game center, kemanapun itu.

Hyera melirik Yoongi yang sedari tadi hanya terdiam. Tidak sepenuhnya terdiam karena sesekali teman sebangkunya itu ikut menimpali. Sesekali, tidak lebih seperti biasa.

"Kau dengan siapa?" Tanyanya sedikit berbisik. Oh, mereka berjalan sedikit di belakang yang lain.

Yoongi menoleh ke arah Hyera sekilas lalu kembali mengalihkan pandangannya untuk menatap punggung seseorang yang berjalan di depannya. "Hoseok." Ingatannya berputar ke beberapa jam yang lalu saat Hoseok tiba-tiba datang ke café tempatnya bekerja saat pagi hari dan menyeretnya pergi.

Setelah itu tidak adalagi percakapan. Keduanya kembali terdiam dalam pikiran masing-masing. Hyera dan kenangannya, sedangkan Yoongi dan ingatannya.

Tujuan pertama mereka saat ini adalah sebuah restoran keluarga di pinggir kota setelah gerutuan menyebalkan dari tiga manusia berbeda kepribadian –Seokjin, Hoseok dan Jimin menuntut sarapan. Jaraknya hanya dua puluh menit dari taman.

"Jadi, siapa yang memiliki ide ini?" Hyera menatap Jimin dan Namjoon yang duduk tepat di hadapan. Ah, mereka sedang menunggu pesanan.

"Jika soal ulang tahunmu, itu Jungkook dan Hoseok." Jimin melirik dua orang yang dimaksud sedang memainkan tusuk gigi. "Sebenarnya mereka mengajak tadi malam tapi kami memiliki beberapa hal masing-masing. Makanya pagi ini."

Namjoon mengangguk setuju. "Agaknya memang sedikit berlebihan tapi jika mereka berdua ditambah Seokjin, aku mengikut saja."

Hyera menghela nafas lalu bertopang dagu. Dia tidak suka perayaan ulang tahun tapi tidak mungkin juga dia menolak usaha teman-temannya itu. Setidaknya sesekali, bukanlah masalah. Lagipula, belum tentu tahun depan mereka akan bersama lagi.

Lamunannya harus tersadar saat ponselnya yang terletak begitu saja di atas meja berdering. Nama Daniel tertera disana dan membuatnya hanya menggeser malas tombol hijau lalu menjawab panggilan tersebut.

"Hye, mungkin sedikit terlambat selama tujuhbelas tahun tapi aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun, sepupuku. Aku tahu dari Chanyeol, katanya Yoongi dan teman-temanmu merayakan ulang tahunmu hari ini. Maaf untuk kali ini aku dan Ayah tidak ada di sampingmu. Nikmati waktu bersama teman-temanmu. Tidak masalahkan jika harus merayakan ulang tahunmu sekali saja?!"

Hyera hanya menghela nafas. Mendengarkan suara lembut dari seberang telepon. Ah, dia tidak menyalahkan Daniel karena tidak pernah mengucapkan kata-kata seperti 'Selamat ulang tahu' atau 'Selamat hari kelahiran'. Sekarang, detik itu untuk pertama kalinya dia mendapatkan ucapan selamat dari Daniel walaupun dia tidak memintanya.

"Terima kasih dan tidak masalah."

"YAK!!! Hanya itu responmu?"

Agaknya suara Daniel berhasil mengundang perhatian ketujuh pemuda yang sedang sibuk dengan pemikiran mereka. Taehyung yang duduk di samping kirinya sampai menjauhkan kepalanya.

"Terima kasih dan tidak masalah? Apa-apaan jawaban itu? Tiba-tiba aku menyesal sudah mengatakannya. Bisa aku tarik kembali?"

Hyera kembali menggeleng, sedikit pasrah ketika seluruh mata tertuju padanya. Dia juga tidak peduli jika teman-temannya itu mendengar percakapannya dengan Daniel.

Fiapeless Class [ COMPLETED ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang