Keadaan café sedang lenggang saat Baekhyun datang berkunjung. Ditemani segelas affogato yang terletak di atas meja, Baekhyun mengamati setiap pergerakan para pekerja café seraya menunggu dua orang yang ingin ditemuinya.
Cukup lama sampai akhirnya Chanyeol menjadi orang yang pertama menampakkan dirinya dengan segelas cappucino yang ada di tangannya. Dia langsung duduk di hadapan Baekhyun sambil mendesah kesal.
"Kenapa?"
Chanyeol hanya melirik Baekhyun sekilas sebelum akhirnya bertopang dagu, mengalihkan pandangannya ke arah televisi yang sedang menayangkan berita.
"Adikku, dia terus memaksaku berhenti bekerja padahal dia tahu aku sama sekali tidak ada hal yang dilakukan di rumah."
"Kuliah saja."
Chanyeol mencibir lalu mendengus sebal. "Aku sudah tidak berminat meneruskan pendidikan. Lebih baik sekarang menikmati kegiatan yang ada sambil bekerja dan mengumpulkan uang sebanyak mungkin."
"Kau ini, padahal ibu kalian memegang perusahaan besar."
"Bukan berarti dia menerimaku, Baek. Kami saja seperti orang asing saat bertemu di rumah."
Baekhyun menyeruput affogato-nya lalu ikut menatap televisi. "Yoongi? Dia masih bekerja disini?"
Chanyeol mengangguk seraya menyeruput cappucino-nya. "Dia masih enggan berhenti dari café."
"Jadi, dia tinggal dimana sekarang?" tanya Baekhyun, melirik Chanyeol sekilas. Tidak banyak hal yang dia tahu seputar keadaan Chanyeol dan Yoongi. Selain informasi soal Chanyeol yang kembali ke rumahnya dan Yoongi yang tinggal di suatu tempat.
"Oh, hyung? Sudah lama?"
Yoongi datang sambil melepas apron yang terikat di pinggangnya. Tanpa ragu, pemuda itu menghantarkan bokongnya untuk duduk di sebelah Baekhyun.
"Tidak juga. Sudah selesai?"
Yoongi mengangguk. "Shiff-ku sudah habis untuk hari ini. Oh ya, aku dengar hyung ingin mengatakan sesuatu."
Benar. Tujuan Baekhyun datang ke tempat kerja kedua orang itu karena ingin menyampaikan sesuatu. Namun sebelum benar-benar mengatakannya, Baekhyun mengisyaratkan keduanya untuk melihat ke televisi.
"Lihat saja beritanya!"
Saat yang sama, sebuah berita menampilkan wajah Baekhyun. Bersamaan dengan beberapa orang lain yang –mungkin mereka kenal.
Byun Baekhyun, putra pertama Byun Seojoon resmi bergabung dengan kantor pengadilan. Dia mengikuti jejak sang ayah untuk bekerja di bidang hukum.
Setidaknya itulah kalimat yang disampaikan oleh pembawa berita. Sontak mengundang seruan heboh dari seorang Chanyeol.
"Kau serius akan menjadi pengacara?"
Baekhyun menggeleng. "Hakim. Ayahku meminta aku agar menjadi hakim."
"Aku pikir ini keinginanmu." Chanyeol mencebik.
"Kenapa kau yang marah?" tanya Baekhyun seraya bercanda.
"Hanya bukan ini yang kau inginkan. Sungguh, kau seperti diperalat orang tuamu."
"Hyung," panggil Yoongi secara tiba-tiba, "kau putranya hakim Byun Seojoon, ya?"
Baekhyun menoleh ke arah Yoongi sebelum akhirnya menjawab. "Ya, begitulah. Menyedihkan bukan?!"
"Sangat!" sahut Chanyeol.
Yoongi sadar saat kedua tangannya saling meremas, geram dan cemas menjadi satu. Dia tidak menduga jika orang yang dikenalnya selama ini adalah anak dari salah satu orang yang sudah menghancurkan keadilan untuk orang tuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fiapeless Class [ COMPLETED ]
FanfictionFiapeless Class adalah kelas 2-F yang terkenal sebagai kelas yang berisi siswa-siswa yang tidak memiliki harapan. Seluruh murid yang pernah menghuni peringkat 10 besar harus rela terdepak ke peringkat akhir. Ini adalah tentang bagaimana para penghun...
![Fiapeless Class [ COMPLETED ]](https://img.wattpad.com/cover/177861637-64-k145016.jpg)