Chapter Six : Failed Accusation

7 2 0
                                        

Namjoon dan Seokjin baru saja keluar dari mobil mereka ketika sebuah motor sport biru terhenti di depan mereka. Tidak, mereka tahu motor itu milik siapa tapi pengendaranya yang menjadi perhatian mereka. Pengendaranya bukan orang yang biasa bertemu mereka dan lagi, pengendaranya adalah seorang perempuan yang, hmm, mereka kenal?!

"Hyera?"

Hyera membuka helm lalu menoleh ketika menyadari dua orang yang merupakan teman sekelasnya sedang berdiri di samping mobil mereka.

"Oh, kalian?!" Sambil beranjak turun dari motor, mencabut kunci lalu menghampiri kedua orang itu. "Baru sampai?"

Namjoon mengangguk sedangkan Seokjin masih terdiam dalam keterkejutan dengan apa yang baru saja dilihatnya.

"Kau, motor itu punya si Jeon, 'kan?"

Hyera mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Namjoon. "Sebenarnya aku sedikit nekad karena belum memiliki surat izin."

"Uwah." Seruan yang baru saja keluar dari mulut Seokjin langsung mengalihkan keduanya.

"Kenapa? Baru pertama kali lihat seorang perempuan mengendarai motor sport?"

Namun Seokjin menggeleng sambil melangkah maju. Kedua tangannya terulur untuk menepuk pundak Hyera. "Ternyata kakimu masih menapak walaupun mengendarai motor itu."

Oh, entah sadar atau tidak, Hyera baru saja memukul kepala Seokjin yang, hmm, memang lebih tinggi darinya. "Sialan. Kalian hobi sekali membuatku mengumpat."

Namjoon menggeleng lalu mengambil langkah untuk mendahului kedua temannya. "Ayo ke kelas!"

#

"Hyera!"

Teriakan itu cukup menggema di koridor, diiringi dengan langkah terburu dan suara gemuruh di pintu kelas. Detik berikutnya sebuah gebrakan di meja Hyera dan Yoongi berhasil mengejutkan seisi kelas.

"Kenapa motor Jungkook ada disini, Hye?"

"Hye, kenapa motorku ada di sekolah? Bukannya itu ada di rumahmu?"

Hyera menutup matanya jengah. Begitupula Namjoon dan Seokjin yang hanya melirik kesal kepada sepasang sahabat yang baru saja membuat keributan itu.

"Aku yang membawanya kesini, puas?" Hyera melempar kunci motor ke arah Jungkook dan berhasil ditangkap oleh pemuda Jeon itu dengan mudahnya. "Kau bisa mengendarai motor?"

"Jangan meremehkan badan kecilnya, Jeon."

Hyera tidak yakin jika kalimat yang baru saja dilontarkan Kim Seokjin itu lebih seperti penghinaan daripada sebuah pembelaan. "Terima kasih atas pernyataanmu, Jin."

"Apa hari ini kita langsung mengerjakannya?"

Setidaknya pertanyaan Yoongi barusan itu berhasil meredam emosi Hyera dan membuat gadis itu sedikit lupa dengan emosinya.

"Kenapa? Kau tidak bisa?"

Yoongi langsung mengalihkan pandangannya kepada Namjoon. Sepertinya ada yang berbeda dari tatapan mereka. Tidak ada sirat kehangatan disana.

"Aku hanya bertanya. Jika iya, aku akan izin melakukan paruh waktuku."

"Wah, wah. Teman-teman, ini masih begitu pagi untuk bertengkar. Jadi, redam dulu, oke? Kita ini sekelompok jika kalian lupa." Jimin menepuk pundak Yoongi beberapa kali sebelum akhirnya berlalu menuju bangkunya.

"Hye, Hoseok tidak bisa ikut hari ini." Suara Taehyung sedikit menginterupsi pandangan Hyera dan membuat gadis itu langsung melirik kursi kosong yang biasa diduduki oleh Hoseok. "Untuk bagiannya, biar aku yang mengerjakannya."

Fiapeless Class [ COMPLETED ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang