Kembali ke beberapa hari yang lalu di basement.
"Apa maksudmu mereka berdelapan dalam masalah besar?" tanya Jungshin yang menatap tajam ke arah Minho.
Minho menatap ke arah Jungshin sekilas lalu mengulurkan selembar kertas. "Ini daftar murid-murid kelas F terdahulu. Tujuh puluh sampai delapan puluh persen dihuni oleh murid beasiswa."
Joonhyuk mengalihkan pandangannya pada tabel-tabel pada kertas yang dimaksud Minho lalu berkomentar, "kami juga tahu perihal itu. Bukannya bukti itu sudah diserahkan kepada polisi, kenapa membahasnya lagi?"
"Ini hanya untuk pembukaan, ssaem." Minho mencebik lalu beralih pada kertas lainnya. "Daftar donator dari tahun ke tahun, peringkat seluruh murid setiap tahun, daftar murid beasiswa, pembeli kursi kosong dan harganya. Ini semua hanya pelengkap saja."
"Jangan menunjukkan data yang sudah kami ketahui. Aku tidak suka basa-basi. Tinggal katakan masalah apa yang kau maksud?"
"Aku menyusun kata-kataku dari sana dulu sebelum ke sesuatu yang mungkin dapat membuat kalian merasa anak-anak itu dalam bahaya." Minho mengedikkan bahunya lalu mengambil lembaran lainnya. "Jika alasan pertama dan utama terbentuknya kelas F adalah untuk menyingkirkan murid beasiswa dan menjual kursi-kursi kosong yang tersisa kepada orang-orang atas."
"Alasan kedua, mendapatkan donatur-donatur terbesar yang mau menanamkan saham mereka ke sekolah. Dan untuk tahun ini ada satu alasan khusus yang berkaitan dengan salah satu donatur."
Joonhyuk memiringkan kepalanya sambil terus menatap lembaran kertas yang terletak di atas meja. "Alasan khusus?"
"Taeyong!"
Taeyong mengetikan sesuatu di layar komputernya lalu menampilkan satu artikel yang membuat Joonhyuk harus bergerak maju untuk membacanya. "Berita kecelakaan?"
"Lihat tahunya, ssaem!" perintah Taeyong.
"Lee Nayoung, Ibu dari Baek Seojung. Murid kelas A yang menjadi penghuni peringkat pertama, menggantikan Kim Namjoon." Minho mengulurkan selembar kertas yang berisi sebuah profil seorang wanita yang mereka tahu sebagai Lee Nayoung. "Donatur terbesar di sekolah khusus tahun ini."
Jungshin menyipitkan matanya, menatap Minho untuk menuntut bukti lain yang bisa memperkuat argumennya. "Hubungannya?"
"Kecelakaan 12 tahun yang lalu?"
Minho mengangguk lalu kembali menatap Jungshin. "Kecelakaan 12 tahun yang lalu. Sebuah kecelakaan yang menewaskan satu keluarga di dalam mobil kecuali satu anak laki-laki."
"Oh, kasus itu ditutup dengan jalan damai, 'kan?" tanya Joonhyuk yang kembali membaca artikel itu.
Minho mengangguk. "Lee Nayoung adalah pelaku penabrakan itu. Dia membayar hakim dan pengacara korban. Membuat kasus itu ditutup melalui jalan damai tanpa mempertimbangkan apapun. Padahal kecelakaan itu mengakibatkan dua orang tewas. Anak laki-laki yang menjadi korban selamat menuntut karena tidak terima dan berakhir dengan dia menghilang sampai sekarang."
Joonhyuk memiringkan kepalanya tidak mengerti lalu menatap Taeyong. "Hmm, aku masih belum menangkap apa hubungan yang ada. Jadi, apa hubungannya dengan murid-murid kelas F?"
Taeyong mengubah tampilan komputernya menjadi delapan foto murid kelas 2-F yang sekaligus adalah teman sekelasnya.
Minho meraih satu lembar kertas lain dan menunjukkan foto salah satu murid kelas F. "Min Yoongi. Anak laki-laki yang selamat dari kecelakaan itu."
Mata Joonhyuk membulat, tidak percaya pada yang baru saja didengarnya. "Maksudmu, Yoongi yang pucat itu?"
Minho mengangguk sebagai jawaban. "Hakim dan pengacaranya," dia mengambil dua lembar kertas lain yang menunjukkan dua foto murid kelas F. "Byun Seojoon dan Jung Haejun."
KAMU SEDANG MEMBACA
Fiapeless Class [ COMPLETED ]
FanfictionFiapeless Class adalah kelas 2-F yang terkenal sebagai kelas yang berisi siswa-siswa yang tidak memiliki harapan. Seluruh murid yang pernah menghuni peringkat 10 besar harus rela terdepak ke peringkat akhir. Ini adalah tentang bagaimana para penghun...
![Fiapeless Class [ COMPLETED ]](https://img.wattpad.com/cover/177861637-64-k145016.jpg)