Hari ini semuanya kembali seperti biasa. Hyera dan Yoongi sudah kembali bersekolah. Terhitung beberapa hari lagi ujian akan menyambut mereka dan kedelapan remaja ini sedang berkumpul di kantin. Sungguh sebuah pemandangan baru bagi seluruh murid-murid karena biasanya hanya beberapa dari mereka yang ke kantin dan itupun hanya membeli beberapa minuman lalu pergi. Sekarang, kedelapan orang itu malah dengan santainya duduk di meja yang berhadapan langsung dengan jendela. Beberapa bungkus snack dan minuman menjadi teman mereka.
"Apa sudah tidak ada surat lagi?"
Hoseok membuka suara. Menatap ketujuh teman sekelasnya satu persatu lalu beralih pada botol minuman yang ada di tangannya.
"Maksudmu, surat apa?" sahut Seokjin yang baru saja melempar sebutir kacang ke mulut Jimin yang duduk di hadapannya.
"Surat permintaan yang dikirimkan kepada kita, tentang kelas Fiapeless." Hoseok menjawab lalu menarik sebungkus keripik kentang yang ada di hadapan Jungkook.
"Ah, aku lupa soal itu." Jungkook bersuara lalu kembali menarik bungkus keripik kentang yang ditarik Hoseok beberapa detik yang lalu. "Tidak adalagi kiriman soal surat permintaan itu lagi. Apa mereka sudah menyerah?"
"Mungkin mereka sudah berpikir tidak akan terungkap." Namjoon menyahut dari balik buku yang sedang dibacanya. "Jadi, kita lihat saja bagaimana semuanya akan berakhir."
"Perlu bukti yang banyak tapi sejujurnya aku tidak ingin meninggalkan kelas itu." Jimin ikut bersuara, menarik gelas Jungkook lalu menyeruputnya.
"Aku juga." Hoseok menjawab.
"Daripada itu, apa kita tidak memikirkan soal ujian yang akan diadakan beberapa hari lagi?!"
Pernyataan Taehyung berhasil mengalihkan perhatian yang lain. Bahkan Namjoon sudah menutup bukunya.
"Soal ujian, aku bingung harus bagaimana. Apa nilai kita akan ditukar lagi?" tanya Seokjin yang sudah menopang dagunya.
Yoongi menyandarkan punggungnya lalu berseru pelan. "Pasti. Inti dari menyingkirkan adalah membuang semua fakta."
"Yoongi benar. Inti dari semuanya adalah menyingkirkan murid beasiswa dan murid berprestasi." Hyera menopang dagunya lalu menatap Hoseok dan Jimin yang sedang berbagi makanan di depannya kemudian beralih pada Jungkook dan Seokjin yang duduk di sisi kanannya. "Ngomong-ngomong, aku semakin lupa soal fakta kita pernah bermasalah."
Semua aktivitas terhenti seolah seseorang baru saja menekan tombol pause. Kini pandangan ketujuh pemuda itu tertuju pada satu-satunya gadis di antara mereka.
"Tapi ini lebih baik daripada harus merasa ada di kutub tiap kali kalian adu pandang." Hyera menegak air mineral miliknya lalu melirik Namjoon yang duduk di sisi kiri dan Taehyung di depannya. "Bahkan mereka sudah berbaikkan. Jungkook dan Seokjin juga, malah menjadi saudara."
"Kau tidak berusaha mengejek kami, 'kan?" seru Jimin yang mendadak jengkel.
Hyera menggeleng. "Senang melihat kalian seperti ini dan tentu saja ada aku yang sungguh sangat menyesali karena sudah tergabung dengan kalian."
"Tsk! Harusnya kau bersyukur di kelilingi orang tampan seperti kami." Jungkook menyahut lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kantin dimana beberapa pandangan tertuju pada mereka. "Banyak yang ingin ada di posisimu."
"Kenapa kau sangat percaya diri sekali? Banyak bermain dengan Seokjin, ya?" sahut Namjoon yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Tapi aku akui ini," suara Taehyung langsung membuat yang lain mengalihkan pandangan pada dirinya, "seperti kotak pandora. Semua orang tahu bagaimana perselisihan kita dan terkejut karena kedekatan kita yang tergolong mendadak."
KAMU SEDANG MEMBACA
Fiapeless Class [ COMPLETED ]
FanfictionFiapeless Class adalah kelas 2-F yang terkenal sebagai kelas yang berisi siswa-siswa yang tidak memiliki harapan. Seluruh murid yang pernah menghuni peringkat 10 besar harus rela terdepak ke peringkat akhir. Ini adalah tentang bagaimana para penghun...
![Fiapeless Class [ COMPLETED ]](https://img.wattpad.com/cover/177861637-64-k145016.jpg)