Minho melipat kedua tangannya di atas meja sambil tersenyum, menatap dua pria yang berstatus sebagai mantan gurunya itu.
Pria yang sedang merokok langsung mematikan rokoknya lalu menatap Minho. "Dua jam lebih sepuluh menit. Jadi apa tujuanmu mengajak kami kesini?"
Minho terkekeh kecil. "Sebelumnya aku minta maaf karena sudah datang terlambat, ssaem." Dia berdeham sejenak lalu menarik nafas sebelum melanjutkan kalimatnya, "jadi tujuanku adalah membantu kalian mengumpulkan bukti."
Pria lainnya menopang dagu dengan sebelah tangannya. "Bukti apa? Kami sudah tidak melakukan apa-apa kali ini. Kami menyerah."
Minho menggeleng lalu kembali tersenyum. Kedua tangannya sibuk membuka tasnya lalu mengeluarkan beberapa lembar kertas dari dalam sana. "Ini profil murid-murid kelas F tahun ini, 'kan? Kalian tidak mungkin berhenti, setidaknya untuk yang terakhir."
Pria yang tadi merokok hanya melirik, memperhatikan beberapa lembar kertas dengan foto dan informasi umum murid-muridnya. "Aku tidak suka basa-basi jadi langsung saja katakan apa tujuanmu mengajak kami kesini sampai kami harus menunggumu selama dua jam lebih."
"Oh, Lee Jungshin-ssaem, aku tadi ada wawancara mendadak di kantor." Minho melepaskan kancing setelannya lalu kembali menatap pria merokok tadi. "Dan aku juga tahu, kalian tidak mungkin menyerah begitu saja."
Jungshin mengibaskan tangannya. "Terserah kau saja."
"Bagaimana denganmu, Nam Joonhyuk-ssaem?"
Yang dipanggil hanya bisa mengedikkan bahunya. "Aku siap mendengarkannya."
"Joonhyuk?!"
"Apa salah? Setidaknya untuk terakhir sebelum kita benar-benar pergi dari sana atau memberikan lebih banyak jejak daripada tidak melakukan apapun, 'kan?" Joonhyuk melirik Jungshin mulai kembali menyalakan rokoknya lalu beralih pada Minho. "Jadi, apa buktinya?"
"Tapi aku butuh informasi tentang perkembangan dari awal kelas itu terbentuk."
Joonhyuk kembali mengedikkan bahunya. "Tidak masalah."
Keempat remaja itu –Namjoon, Taehyung, Yoongi dan Jungkook memutuskan pergi ke kantin saat seluruh penghuni kelas mereka untuk beristirahat di gedung olahraga.
"Apa hari ini kunjungan dari pusat?"
Pertanyaan Jungkook berhasil menghentikan langkah ketiga temannya. Dia berada di salah satu jendela koridor yang terbuka, menatap ke halaman dimana beberapa mobil berwarna hitam terparkir disana. Disusul beberapa orang berpakaian formal keluar dari sana dan disambut oleh pihak sekolah yang menanti di depan gedung.
"Kunjungan untuk anak-anak mereka?!"
Jungkook menoleh ke arah Taehyung yang berhenti beberapa meter di depannya. "Benar juga. Sudah beberapa minggu mereka tidak muncul untuk menyaksikan kehidupan busuk anak-anak mereka."
"Sudah?" Yoongi bertanya sambil mengarahkan layar ponselnya kepada Namjoon. "Anak itu baru saja berkicau kehausan."
Pesan singkat dengan nama pengirim Hyera, dimana beberapa pesan spam yang berisi seputar betapa kehausan dirinya.
"Dia hanya berani merengek ke Yoongi saja." Namjoon mendahului langkahnnya, diikuti Taehyung. "Ayo!"
Pria itu menghentikan langkahnya tepat di depan jendela sebuah kelas tahun kedua dimana penghuni peringkat tertinggi berada.
"Sepertinya mereka belajar dengan giat."
KAMU SEDANG MEMBACA
Fiapeless Class [ COMPLETED ]
Fiksi PenggemarFiapeless Class adalah kelas 2-F yang terkenal sebagai kelas yang berisi siswa-siswa yang tidak memiliki harapan. Seluruh murid yang pernah menghuni peringkat 10 besar harus rela terdepak ke peringkat akhir. Ini adalah tentang bagaimana para penghun...
![Fiapeless Class [ COMPLETED ]](https://img.wattpad.com/cover/177861637-64-k145016.jpg)