"Namjoon diculik."
Nyonya Kim menjatuhkan piring kue yang dibawanya dan membuat serpihan kaca bertebaran di lantai, membuat seluruh perhatian langsung tertuju pada wanita yang sudah jatuh terduduk. Daniel dan Jungkook yang bergerak untuk membantu wanita itu kembali berdiri dan membawanya untuk duduk di sebelah Kim Jinhyuk, Ayah Namjoon dan Taehyung.
"Kim Seokjin, jangan bicara sembarangan!" seru Jinhyuk dengan tegas namun tidak bisa menutupi rasa khawatirnya. "Jika ini salah satu permainan kalian, kumohon untuk berhenti!"
Seokjin menggebrak meja lalu menatap tajam pamannya. Sebenarnya dia tidak mau seperti ini tapi dia juga lelah. Dia khawatir pada keempat temannya yang menghilang tanpa petunjuk.
"Paman," panggilnya dengan suara bergetar, "kapan aku pernah berani bermain-main denganmu? Namjoon dan tiga temanku, mereka diculik."
"Kenapa kau yakin mereka diculik?"
Jimin menarik baju Seokjin agar kembali duduk di sebelahnya. "Taehyung sudah mengkonfirmasinya di kantor polisi. Mereka menemukan rekaman Namjoon dan Hoseok dibawa memasuki ke sebuah mobil."
"Dimana Taehyung sekarang, Jungkook-ah?" tanya Nyonya Kim dengan nada khawatir. Kedua tangannya menggenggam erat tangan kanan Jungkook.
"Dia ada di kantor polisi." Jungkook menjawab sambil berusaha menenangkan wanita yang kini berstatus sebagai bibinya itu.
"Tuan Kim, aku ingin bertanya sedikit. Mungkin ini bisa membantu sedikit tentang kemungkinan siapa yang menculik mereka." Daniel menyahut. Pemuda itu sudah berdiri di belakang Seokjin dan Jimin. "Mereka tidak mungkin diculik tanpa sebab. Jadi apa anda tahu sesuatu?"
Jinhyuk terdiam. Dia tidak yakin tapi ingatannya terlempar pada kejadian seminggu yang lalu, dimana seorang wanita yang menggilainya sejak dulu muncul dan mengatakan berbagai hal yang berhasil memancing emosinya.
"Apa maumu?"
"Sebelumnya aku ingin mengucapkan selamat atas pernikahanmu, Jinhyuk-ah. Sejujurnya aku sedikit kecewa saat kau tidak mengundangku."
Jinhyuk memincingkan matanya. Dia tahu, wanita di depannya ini sangat munafik.
"Aku sedih saat mendengarmu menikah lagi. Hatiku sakit. Aku masih mencintaimu sampai detik ini tapi kau malah mencampakkanku, dua kali."
"Berhenti mendrama, Lee Nayoung! Sebaiknya kau segera pergi dari sini!"
Wanita itu hanya tersenyum. "Aku datang kesini hanya ingin mengatakan sekaligus memperingatkan. Dalam waktu dekat, kedua putramu dan teman-temannya akan bermain denganku. Bolehkan?"
"Sialan!" erang Jinhyuk yang tertahan. Kedua tangannya terkepal untuk meredam emosinya. "Jangan pernah kau menyentuhk putraku!"
"Oh, kau mengancamku? Aku hanya akan mengajak mereka bermain, Jinhyuk-ah, bukan menyentuhnya." Wanita itu ingin menepuk pundak Jinhyuk namun pria itu segera menepisnya. "Ibu Namjoon adalah temanku juga. Jadi salahkan jika aku menyapa putra temanku?"
"Paman, apa ada sesuatu yang mungkin berhubungan dengan penculikan Namjoon?"
Pertanyaan Seokjin berhasil mengalihkan pandangan Jinhyuk. Pria itu menatap keponakan. Dia menjadi yakin, jika wanita itu berhubungan dengan penculikkan putranya.
"Lee Nayoung."
"Apa maksudmu?"
Taehyung memekik setengah tidak percaya. Sorot mata lelahnya menatap tajam Taeyong yang duduk di sebelahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fiapeless Class [ COMPLETED ]
FanficFiapeless Class adalah kelas 2-F yang terkenal sebagai kelas yang berisi siswa-siswa yang tidak memiliki harapan. Seluruh murid yang pernah menghuni peringkat 10 besar harus rela terdepak ke peringkat akhir. Ini adalah tentang bagaimana para penghun...
![Fiapeless Class [ COMPLETED ]](https://img.wattpad.com/cover/177861637-64-k145016.jpg)