Chapter Fourty Seven : His Nephew

4 2 0
                                        

Kedua pria dewasa itu melirik ke arah layar ponsel yang baru saja diletakkan Taeyong di atas meja. Sebuah nomor tanpa nama tertera pada layar.

"Password?"

"Lee Taeyong."

Minho menjadi orang yang menjawab panggilan itu. Kemudian hening untuk beberapa waktu hingga terdengar helaan nafas.

"Cepat atau lambat, pekerjaan ini akan terlaksana. Aku yakin kau sudah mendengarnya waktu itu, 'kan?"

"Bagaimana rencananya?"

"Aku tidak bisa memberi detailnya. Rencana ini mengalami perubahan karena Insung ingin melakukan sesuatu pada salah satu dari mereka dan aku tidak tahu apa itu."

Minho menggigit bibirnya lalu menatap dua pria di seberang mejanya. Ketiganya saling bertatapan dan Minho memberi isyarat agar kedua orang itu diam.

"Aku ingin memastikan satu hal." Lanjutnya lalu melirik Taeyong yang sudah melangkah maju. "Apa kau yakin mereka berdelapan terlibat?"

"Aku tidak suka pengulangan, Minho-ya. Semuanya kau dengar sendiri waktu itu. Foto yang aku kirim, itu foto mereka semua, 'kan?"

Taeyong melirik ke arah layar paling besar yang menampilkan sebuah foto yang berisi kedelapan temannya saat di Jeju. Dia sendiri ingat karena Sungjae yang mengambil gambar itu untuk mereka. Gambar yang diambil tepat mereka selesai barbeque.

"Taeyong, kau sudah memastikannya, 'kan?"

"Sudah, hyung. Itu memang mereka."

Hening selama beberapa saat.

"Kalian di basement, 'kan?"

"Memangnya dimana lagi?" sahut Minho yang kemudian menggigit bibir bawahnya.

"Aku bisa mendengar suara nafas orang lain. Apa ada orang lain yang bersama kalian?"

Dalam hitungan detik, keempat orang itu menegang. Tidak ada yang bersuara, bahkan mereka menarik kepala mereka menjauh dari meja.

"Taeyong-ah?! Jawab! Siapa dua orang itu?"

Taeyong menjilati bibirnya lalu melirik Minho yang menggangguk pasrah. "Guruku, Lee Jungshin dan Nam Joonhyuk."

Tidak ada jawaban yang keluar dari seberang telepon, semakin menambah ketegangan yang ada. 30 detik berlalu, sampai sebuah tembakan terdengar oleh keempatnya.

"Sorry, aku sedang latihan tembak. Lee Jungshin walikelasmu?"

"Iya, hyung."

"Dengar, Jungshin-ssi! Aku sudah tahu siapa kau dan tidak tahu kenapa Minho mempercayai kalian. Tapi, aku peringatkan untuk tidak menyebut diriku kepada siapapun. Atau, akan kupastikan seluruh muridmu berenang dengan darah. Oh, atau aku mengirim kepala keponakanmu saja?"

Jungshin mengepalkan kedua tangannya, tidak terima jika sang keponakan dijadikan bahan ancaman seperti ini. Tunggu, kenapa dia bisa tahu jika ada keponakannya disana?

"Aku tahu karena aku sudah menyelidikimu secara diam-diam. Benarkan, Minho-ya? Kalian berdua melakukan ini untuk mencapai tujuan masing-masing."

Joonhyuk menatap ke arah Minho tidak percaya, sedangkan yang ditatap hanya bisa mengulum bibirnya.

"Tenang saja. Selama kau menjamin keselamatanku, aku akan menjamin nyawanya dengan senang hati. Kau juga, Choi Minho."

"Baik."

"Oh, carikan aku tentang Jo Insung!"

Setelah itu panggilan terputus dan Joonhyuk menjadi orang pertama yang membuka suara. Matanya menelisik tajam ke arah dua pemuda yang saat ini sedang berusaha menetralisir rasa tegang yang baru saja berakhir.

Fiapeless Class [ COMPLETED ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang