Chapter Twelve : Next Evidence

5 2 0
                                        

Seluruh murid kelas Fiapeless menatap delapan teman mereka yang masih berdiri sambil memandangi piala yang ada di tangan mereka. Beberapa menit yang lalu setelah pengumuman, seluruh murid kelas Fiapeless memutuskan untuk berkumpul di parkiran.

"Jadi? Kita tidak mungkin langsung bubar saja, 'kan?"

Pertanyaan Sungjae berhasil mengalihkan pandangan seluruhnya, tenggelam dalam pemikiran masing-masing.

"Lalu, kemana? Berkumpul atau melakukan sesuatu?"

"Sepertinya malam ini cukup nyaman jika kita kumpul bersama."

"Aku setuju. Kita tidak pernah berkumpul seperti ini."

"Seongcheol, bagaimana?"

Si ketua kelas hanya melipat kedua tangannya di depan dada sambil berpikir. Dia juga tidak terlalu menyangka jika kelas mereka baru saja memborong tiga piala karena penampilan teman-temannya malam ini.

"Kita tidak mungkin kumpul di restoran saat jam seperti ini. Harus ada satu lokasi yang bisa menampung acara kumpulan kita secara mendadak."

"Misalnya?"

"Rumah seseorang yang tidak begitu jauh dan cukup untuk menampung kita."

Seokjin berdehem, mengalihkan seluruh perhatian yang sebelumnya tertuju pada Seongcheol. "Aku tahu satu rumah, ya, jika pemiliknya tidak keberatan."

"Siapa?" Hoseok menatap Seokjin yang hanya tersenyum sambil memandangi satu orang yang saat ini masih memandangi piala. "Ah, aku setuju. Kalian tidak perlu bertanya karena dia pasti akan setuju."

"Rumah siapa yang kalian maksud?"

Tatapan-tatapan penasaran tertuju pada dua orang yang –hmm, tidak akur sedang bertos ria.

"Rumah Kang Hyera!"

Pemilik nama tersentak. Hampir saja menjatuhkan piala dari tangannya. Matanya membulat lucu karena keterkejutan akan suara Seokjin dan Hoseok yang menyentak pendengarannya. Kali ini dia menjadi objek perhatian teman-temannya.

"Aku setuju." Jimin langsung merangkul pundak gadis itu tanpa pikir panjang.

Jungkook mengangguk semangat. "Kita langsung saja ke rumahnya."

"Tunggu! Apa? Rumahku? Apa yang kalian bicarakan?"

"Bukan apa-apa. Yang lain hanya ingin mengunjungi rumahmu." Jimin berbisik lalu mengacak-acak rambut panjang gadis itu.

"Oh, ternyata kalian disini?!"

Suara Nam Joonhyuk langsung mengalihkan pandangan seluruh murid kepadanya.

"Aku pikir kalian sudah bubar."

"Belum, ssaem. Kami ingin membuat acara kecil-kecilan." Seongcheol menjawab, mewakili teman-temannya.

"Oh ya? Dimana?"

"Rencananya di rumah Hyera." Taeyong bersuara sambil melirik Hyera yang masih berusaha mengajukan protes.

"Kalau begitu, pizza-nya aku kirim ke rumah Hyera saja ya?"

"Ssaem tidak ikut?"

Joonhyuk menggeleng lalu tersenyum. "Masih banyak yang harus aku kerjakan. Jadi, bersenang-senanglah!" Dia pergi lalu melambaikan tangannya.

"Kalau begitu, kita langsung saja ke rumah Hyera!"

#

Hyera tidak menyangka, tanpa persetujuan ataupun meminta pendapatnya, seluruh teman-teman sekelasnya saat ini sudah memenuhi halaman belakang rumahnya. Bahkan dia masih mengajukan protes pada dua orang yang memulai mengajukan rumah pamannya ini sebagai tempat acaranya.

Fiapeless Class [ COMPLETED ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang