Chapter Fifty Two : Will They Still Alive?

4 1 0
                                        

Waktu sudah hampir menunjukkan pukul 10 malam tapi ketiga orang yang ditunggunya belum juga tiba. Jimin dan Taehyung adalah dua orang yang terus berusaha menghubungi tiga orang yang mereka cari, sedangkan Seokjin, Jungkook dan Daniel bertugas membuat laporan kehilangan karena sekarang sudah genap 24 jam gadis itu menghilang tanpa kabar.

"Dimana mereka?" runtuk Jimin yang menatap ponselnya ketika suara operator yang kembali menjawab panggilannya. "Hoseok bilang dia sudah dekat tapi belum muncul sampai detik ini."

Taehyung memijat pangkal hidung. Sudah Hyera yang belum ditemukan, sekarang ketiga temannya menghilang tanpa kabar.

"Bagaimana?"

Itu Seokjin yang baru saja keluar dari kantor polisi.

Jimin menggelengkan kepalanya lalu memilih menyandarkan tubuhnya ke tiang penyangga yang terdapat di teras kantor polisi. "Hoseok dan Namjoon bilang mereka sudah sampai di parkiran sekitar dua jam yang lalu tapi mereka belum muncul sampai detik ini. Padahal jarak dari sana ke sini tidak sampai satu jam."

"Bagaimana dengan Yoongi?"

Kali ini pertanyaan Seokjin tertuju pada Taehyung yang masih terus mencoba untuk menghubungi Yoongi tidak peduli hasilnya tetap sama.

Taehyung menggeleng. Dia mengalah dan memutuskan untuk menyimpan ponselnya. Tak lama, pandangannya beralih pada Jungkook dan Daniel yang baru saja keluar.

"Polisi sedang memproses laporannya dan setelah ini mereka akan mulai mencari Hyera." Daniel membuka suara lalu melirik Taehyung yang sudah mendahului langkahnya. "Aku juga sudah membuat laporan tentang Hoseok, Namjoon dan Yoongi."

"Kau sudah menghubungi Paman Kang?" tanya Seokjin.

Daniel menggeleng. "Aku akan mengabarinya besok, saat dia tiba di Korea."


Hyera hanya bisa duduk dalam diam dengan seluruh tubuhnya yang mati rasa. Gumpalan uap dingin akan terlihat setiap nafasnya. Bibirnya juga kian membiru karena terlalu lama berada di tempat yang suhunya sangat rendah.

Entah tempat apa ini tapi Hyera cukup yakin tempat ini mampu membunuhnya secara perlahan. Suhu yang sangat rendah, entah berapa, Hyera merasa setiap mili tubuhnya menggigil. Dia sudah pasrah jika pada akhirnya akan mati membeku disini.

Kedua tangannya hanya bisa mempererat jaket cokelat pemberian Hoseok yang masih dikenakan walaupun tetap tidak akan bisa menghalau rasa dingin. Kedua kakinya hanya bisa saling merapat untuk mencari kehangatan. Sekedar mengingat saja jika dia masih mengenakan seragam sekolah dengan rok selutut yang tetap tidak akan mengubah apapun.

Suara pintu yang terbuka hanya bisa diabaikan. Seluruh tubuhnya terlalu sakit untuk bergerak sedikit saja atau mungkin akan retak karena getaran kecil dan berakhir dengan pecah menjadi kepingan es? Intinya Hyera kedinginan detik ini juga.

Saat yang sama, dua orang baru saja didorong paksa hingga tersungkur di lantai yang dingin. Keduanya saling menyumpahi orang yang mendorong tidak peduli jika wajah mereka babak belur akibat perkelahian tak seimbang. Setelahnya pintu kembali tertutup dan salah satu pemuda itu bangun lalu menendang pintu itu namun tak memberikan efek apapun.

"Hentikan, Seok! Kau hanya akan membuat patah tulangmu."

Satu orang lainnya memilih untuk beranjak dari posisinya kemudian berdiri, mengamati ruangan yang minim pencahayaan ini. Sumber pencahayaannya hanya berasal dari dua celah dimana dua buah exhaust fan berputar dan dari satu lampu kuning yang tergantung di tengah ruangan yang memiliki luas tidak lebih dari 10 meter persegi. Tidak menyinari seluruh ruangan.

Fiapeless Class [ COMPLETED ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang