Butuh waktu sekitar 35 menit untuk jongin mengendarai range rover hitamnya menuju gedung sekolah chaerin. Dan disinilah mereka-jennie dan jongin- berada disekolah chaerin menunggu gadis cilik itu keluar sambil tersenyum bahagia.
"Kau tunggu disini. Aku kedalam untuk menjemput chaerin, oke?" Jennie pun tidak banyak protes dan hanya menganggukkan kepalanya patuh.
Jongin pun segera masuk kedalam gedung sekolah chaerin dan mencari malaikat kecil yang sudah sangat ia rindukan itu.
Tak butuh waktu yang lama untuk jongin hingga ia bisa mendengar sebuah suara begitu nyata memanggil namanya sembari berlari.
"Appaaaaaaaaa!!!"
Jongin segera berjongkok sambil merentangkan tangannya dan bersiap menyambut putri kecilnya yang tengah berlari kearahnya.
Hap.
Begitu chaerin berada dipelukannya dengan segera ia membawa putri kecilnya dalam gendongannya dan menghadiahi gadis itu dengan kecupan dipuncak kepalanya.
"Merindukan appa?"
Dengan mantap chaerin mengangguk.
"Chaerin sangat sangat sangaaat merindukan appa" ucap chaerin antusias dan dengan cara bicaranya yang menggemaskan sehingga mengundang tawa jongin.
Setelah berpamitan dengan miss jiso, jongin pun membawa chaerin pergi. Tangan kirinya ia gunakan menggenggam jemari mungil chaerin dan tangan kanan ia gunakan menarik koper pink milik chaerin.
Sepanjang jalan, chaerin terus berceloteh lucu dengan jongin. Gadis itu dengan antusiasnya menceritakan pengalamannya selama berada di pulau jeju.
Namun begitu ayah dan anak tersebut berada di ambang pintu gerbang, chaerin menghentikan celotehannya.
Gadis cilik itu segera melepaskan genggaman jongin dan segera berlari tepat kesatu tujuan dimana seorang gadis terlihat berdiri disamping mobil menunggu kehadirannya.
"Eommaaaaaa" chaerin segera berlari menuju jennie dengan antusias.
Jennie segera menyunggingkan senyuman termanisnya dan segera berjalan menghampiri chaerin yang juga tengah berlari kearahnya.
Hanya butuh beberapa langkah bagi jennie untuk dapat meraih chaerin dan membawanya kedalam pelukannya.
"Eommaaaa.. chaerin merindukan eomma" cicit chaerin ketika ia berada didalam pelukan jennie.
"Eomma juga sangat merindukan chaerin. Maaf karna akhir-akhir ini eomma tidak memiliki banyak waktu untuk chaerin. Chaerin mau memaafkan eomma kan?" Tanya jennie ketika kegiatan berpelukan mereka telah usai.
Alih-alih mengangguk mantap atas pertanyaan jennie, chaerin terlihat berfikir dengan serius seakan-akan tengah menimbang keputusan yang akan ia ambil. Jennie terlihat gusar menunggu gadis cilik itu berfikir. Apa chaerin marah dan tidak mau memaafkan kesalahnnya.
"Karna eomma datang bersama appa untuk menjemput chaerin maka akan chaerin maafkan" ternyata gadis itu sengaja menjahili jennie. Tentu saja jennie yang merasa lega akhirnya bisa menyambut ucapan sang gadis cilik itu dengan tawa.
Kedua gadia berbeda generasi itu asik bercengkrama dan saling melepas rindu hingga tak ada yang menghiraukan keberadaan jongin disana. Bahkan pria itu sedari tadi sudah memasang wajah masamnya sembari bersidekap dada bersandar pada mobilnya.
"Ekheem. Apa kehadiran appa sudah tidak dianggap disini?" Ucap jongin sengaja dengan nada dibuat menyindir.
Dan berhasil, chaerin dengan wajah merasa bersalah berjalan menghampiri jongin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Before you
Hayran KurguSelamat membaca #9 jenkai #75 suho #6 jenie #15 hunrene #hunrene
