Dari arah dapur, Zahra berlari karena mendengar putri kecilnya berteriak. Walaupun Tika sudah besar, ia selalu menganggap anaknya itu masih kecil.
"Ada apa sayang?" Tanya Zahra dengan napas naik turun.
"Ini Ma.... Kakak!"
"Iya Kakak kenapa?"
"Kakak bilang, aku ini anak adopsi Ma. Aku ini bukan anak Mama sama Papa." Rengek Tika
"Yah lagian Tari, udah besar kok masih aja percaya." Sela Rey.
"Yah... Tari sih nggak percaya.... tapi.... buat Kak Rey dimarahin Mama aja. Biar nggak gangguin Tari kayak gitu lagi." Balas Tika.
"Yeee kamu..." Ledek Rey.
"Udah-udah nggak usah saling ejek. Kalian itu Kakak Adek. Harus saling menyayangi. Nggak boleh berantem ya." Kata Zahra sambil duduk di samping Tika.
"Karena apa?" Lanjut Zahra.
"Apa?" Tanya Tika dan Rey bersamaan.
"Karena.... Mama sayang sama kalian." Jawab Zahra.
"Aaaa Mamaaaa." Jawab Tika sambil memeluk Zahra sang Mama. Rey yang duduk di samping Tika pun ikut memeluk Tika dan sang Mama. Sang Mama pun memeluk kedua anaknya.
"Mama tau nggak?" Tanya Tika sambil tetap memeluk sang Mama. Begitu juga Rey yang juga memeluk Tika.
"Apa?"
"Tari sayang.... banget sama Mama."
"Kalo kita nggak kaya gini... keluarga kita nggak sempurna." Tambah Rey.
"Jadi... bukan kesempurnaan cinta dong... tapi... kesempurnaan keluarga..." ceplos Tika.
"Emang kamu pikir lagunya Rizky Febian!" Jawab Reynan.
"Ihh bau apaan nih?" Tanya Rey sambil melepaskan pelukan."Tari tadi kamu kan abis basket ya?" Tanya Zahra.
"Hehehe."
"Jersey basah kek gini... baunya.... busett... pingsan dah gua!" Kata Rey sambil menutup hidung.
"Ah Kak Rey lebay ah...."
"Bener tuh kata Kakak. Bau..." Tambah Zahra Mama Tika.
Tika hanya menyengir dan berlari kearah kamar mandi. Rey dan Zahra pun hanya melihatnya dari ruang TV.
"Rey... kamu itu udah gede... masih aja jail..."
"Ya kali... Ma... Tari udah besar... masa Tari percaya aja Rey ngomong kayak gitu?" Jawab Reynan.
"Tari itu masih kecil... dia itu adek kamu. Jadi... Tari itu masih kecil. Di mata Mama. Kalian itu masih anak kecil."
"Ah Mama. Selalu aja kayak gitu sama Tari."
"Tapi inget ya Rey... kamu harus selalu sayangin Tari... dia masih kecil..."
"Iya Ma... tanpa Mama suruh pun Rey udah sayang kok sama Tari."
"Makasih ya sayang..." Kata Zahra sambil mengelus lembut rambut Rey.
"Udah ah Mama mau ke dapur lagi. Mau lanjutin masak."
"Hm." Jawab Rey sambil kembali menonton TV.
🌏🌞
Deru motor ninja merah memasuki kawasan perumahan mewah. Dan berbelok ke arah rumah ber cat putih dan juga mewah. Itu adalah Arthik. Ia memarkirkan motornya di garasi.
"Assalamualaikum." Salam Arthik ketika masuk ke dalam rumah.
Dengan berlari seorang wanita yang agak tua pun berlari menghampiri tuan mudanya. Dia adalah Bi Yemi. ART di rumah Arthik yang sudah ia anggap sebagai keluarga. Karena sejak kecil, ia selalu dirawat dan diasuh oleh Bi Yemi. Karena kedua orang tua Arthik sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Bi Yemi lah yang selalu mengingatkan Arthik. Yang selalu membimbing Arthik mana yang benar dan mana yang salah.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bumi VS Matahari
Teen FictionAtlantika Matahari Putri gadis manis yang biasa di panggil Tari oleh keluargannya. Karena suatu hal di waktu kecil, maka ia menjadi dipanggil Tari oleh keluargannya. Tapi teman-temannya sering memanggilnya Tika. Disiplin, tomboy, dan taat dengan a...