🌍Perasaan🌞

155 18 0
                                    

"Kok sampe Maghrib sih?" tanya Zahra sambil melangkah menghampiri Tika dan Arthik. Suaranya terdengar khawatir.

"Ini Ma.... eee... ini... tadi... Tari... eee." kata Tika gugup kembali.

"Kenapa?" tanya Zahra lagi.
"Kamu sama siapa sih?"

"Sama Arthik, Tante." jawab Arthik.

"Ohh sama si ganteng." kata Zahra yang sudah sampai di depan Arthik dan Tika.

"Iya Tante." kata Arthik lalu mencium punggung tangan Zahra. Bergantian dengan Tika.

"Kenapa pulang sampe maghrib? Trus kok bisa sama Arthik?"

"Ini Ma. Tadii. Tadi. Eee... Tadi itu kan Tari kerja kelompok kan Ma. Nah, udah selesai tuh mau pulang kan. Temen-temen Tari udah pulang semua tuh. Tari sendirian di depan sekolah kan. Tiba-tiba Arthik dateng. Trus nawarin Tari buat bareng deh. Trus akhirnya Tari pulang deh sama Arthik." cerita Tika panjang lebar yang sepenuhnya bohong.

"Bener itu Arthik?" tanya Zahra pada Arthik.

"Enggak, Tante. Tika bo'ong." jawab Arthik jujur yang langsung mendapatkan pelototan dari Tika.
"Jadi, tadi itu kan Arthik nawarin Tika buat pulang bareng kan. Trus kata Tika, Tika ada kerja kelompok. Yaudah deh, sekalian aja Arthik tungguin." jelas Arthik.

"Nah. Kalo gitu baru Mama percaya." kata Zahra. Tika yang terkejut pun mulutnya menganga tak percaya.

"Tutup mulutnya dulu. Ilernya kemana-mana tuh." kata Arthik sembari memegang dagu Tika.

"Anak Mama itu Arthik ama Aku sih?"

"Tapi apa yang dibilang Arthik bener kan?" tanya Zahra.

"Ya bener sihh." kata Tika mencoba melogika kan semua ini.
"Ah udahlah. Tari mau masuk. Capek." kata Tika sambil memasuki pagar rumah mereka.

"Nggak terima kasih dulu ama pacar?" teriak Zahra.

"Nggak!" jawab Tika dari dalam.

"Yaudah Tante. Arthik pulang dulu ya." pamit Arthik lalu mencium punggung tangan Zahra.

"Kok buru-buru sih? Nggak mampir dulu?"

"Enggak Tante. Besok aja. Kalo Tika udah kasih kepastian ke saya." kata Arthik dengan nada bercanda sembari menaiki motor ninjanya.

"Apaan kamu itu."

"Enggak-enggak Tante. Becanda." kata Arthik sembari memakai helm nya.

"Ati-ati ganteng." kata Zahra.

🌍🌞

Si Genderuwo

Btw. Thanks ya. Udh dianterin. Udh bkin gw g dimarahin Mama.

Delive

🌍🌞

Saat Tika sudah selesai melakukan aktifitas membersihkan diri, ia pun membuka aplikasi chatnya dan mengucapkan terima kasih pada Arthik. Namun pesan itu belum dibaca oleh Arthik. Tika pun meletakkan handphonenya kembali dan kembali berkutik dengan buku-bukunya.

🌍🌞

Arthik baru saja keluar dari kamar mandi. Ia kemudian mengganti bajunya dan menjatuhkan dirinya ke kasur. Ia kemudian mengambil handphonenya yang berada diatas nakas. Ternyata ada banyak sekali pesan. Terutama dari grup tak penting. Kebanyakan pesan Arthik, bermunculan dari grup-grup. Namun, ada salah satu kontak yang menarik perhatian Arthik.

Bumi VS MatahariTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang