🌍Hukuman 3🌞

186 18 21
                                    

"Eh iya! Tas gue kan masih di kelas! Aduh... pasti kelasnya udah dikunciin nih." Kata Tika khawatir.

"Udah cek aja dulu siapa tau masih ada." Kata Arthik sambil duduk di sofa UKS. Merasa ada yang mengganjal bokongnya untuk duduk. Ia mengambil barang tersebut yang mengganjal bokongnya.

Ia menarik benda tersebut. Ternyata sebuah tas berwarna biru muda. Ia tak tahu siapa pemilik tas tersebut.  Arthik lalu memanggil Tika yang baru saja akan keluar.

"Tik! Tika! Tik!"

"Apa sih Thik?" Kata Tika sambil berbalik.
"Tas gue?!"
"Nemu dimana lo?!"

"Udah diem. Duduk dulu. Jangan nyerocos mulu. Tenaga lo belum pulih bener." Kata Arthik sambil menepuk kursi disebelahnya. Akhirnya Tika menduduki sofa disebelah Arthik. Baru kali ini mereka duduk berdampingan seperti ini.

"Nih tas lo." Kata Arthik memperikan tas Tika di pangkuan Tika.

"Lo tu ya. Kurang kerjaan. Lo udah ambil tas gue malah nyuruh gue ambil dikelas!"

"Diem dulu!"
"Gue nggak tau kenapa tas lo ada disini. Mungkin temen-temen lo. Gue juga nggak tau tas gue dimana. Gue dari tadi cuma tidur." Jelas Arthik.

"Kalo lo nggak tau tas lo dimana, itu tas siapa dong?" Tanya Tika sambil menunjuk tas yang tergeletak di bawah ranjang.

"Oh. Thanks. Itu tas gue. Mungkin tadi temen gue kesini." Kata Arthik lalu berdiri mengambil tas tersebut. Lalu kembali ke sofa.

"Eh iya. Btw... sorry yaa. Gue... gue..." Kata Arthik bingung.

"Iya. Thanks juga ya. Udah nolongin gue." Ujar Tika sambil menepuk bahu Arthik.
"Tapi... lo jangan lupa ya... sama hukuman lo. Karena tadi gue pingsan, jadi hukuman akan dijalankan besok." Tambah Tika sambi menepuk pundak Arthik dua kali.

"Anjirr. Gue kira lo gak inget sama hukuman itu. Karena gue udah bersikap baik sama lo. Percuma gue bersikap baik." Kata Arthik terkejut.

"Gue? Nggak bakalan mempan kali sama apapun yang lo lakuin!"

"Karena gue sekarang lagi baik, gue mau nawarin lo balik. Gue mau balik. Lo mau balik nggak?" Ajak Arthik sambil berdiri.

"Ya balik lah. Gila lo! Lo kira gue penjaga sekolah, nggak balik!" Sambil ikut berdiri.

"Yaudah ayo. Jangan banyak bacot."

🌍🌞

Akhirnya Arthik dan Tika menuju parkiran. Benar. Tinggal siswa yang mengikuti ekskul saja yang tersisa. Sekolah sudah mulai sepi. Arthik menaiki motor ninja merahnya bersama Tika.

Dalam perjalan mereka hanya saling diam. Akhirnya Arthik yang bosan dengan kediaman ini, membuka topik pembicaraan.

"Tadi lo pingsan lama amat. Ngapain aja sih?" Tanya Arthik.

"Hah?!" Tanya Tika karena jalanan terlalu ramain. Tika pun mendekatkan wajahnya kearah telinga Arthik.

"Tadi lo pingsan lama amat! Ngapain aja sih?!" Kata Arthik sambil berteriak karena jalanan terlalu ramai sambil sesekali menengok kearah Tika.

"Ya... gue nggak tau lah! Masa pingsan ditanyain!" Kata Tika tetap berteriak.

"Ya... abisnya lama amat. Gue tungguin dari tadi nggak bangun-bangun. Jangan-jangan.... lo cuma pura-pura pingsan ya..." Tanya Arthik sambil berhenti karena lampu lalu lintas menunjukan warna merah.

"Enak aja lo." Kata Tika sambil menepuk punggung Arthik.
"Gue pingsan beneran tau."

"Kirain."

Bumi VS MatahariTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang