H A P P Y R E A D I N G
“Ada yang diam karena takut untuk bicara, takut kehilangan dan takut dihilangkan. Ada? Banyak!”
🌻
Pikiran Rafa sedang sangat kacau saat ini, perkataan Alya tadi siang mampu membuat Rafa marah, ah lebih tepatnya kecewa. Harusnya sedari awal lelaki itu sadar dan lebih mengontrol perasaannya terhadap Alya.
Karena Alya Senja Gabriella, bukan gadis biasa. Terlalu sulit untuk mendapatkan hati gadis itu, jangankan untuk mendapatkan, untuk meraih dan menggapainya pun belum tentu bisa Rafa lakukan.
Berbeda dengan Arkan, Ethan, Gusti dan Rio hanya menggelengkan kepala ketika melihat motor Kawasaki Ninja H2 yang dikendarai oleh Rafa sudah berkali-kali melintasi lintasan dengan kecepatan yang cukup tinggi.
"Yang salah siapa sih?!" gemas Ethan.
Rio hanya menatap Rafa kasihan lalu menggidikkan bahunya acuh. "Padahal hatinya udah mau berfungsi lagi, eh malah dipatahin."
"Gue rasa ada yang gak bener deh antara mereka, aneh aja gak sih Alya tiba-tiba jadi dingin ke Rafa?" sahut Arkan seraya memegang dagunya seolah sedang berpikir.
Gusti juga ikut mengerutkan keningnya, tanda ia sedang berpikir keras saat ini. "Sebenernya kalau gue pikirin lagi, apa yang tadi lo omongin itu nggak ada yang aneh sama sekali sih, kan!"
"Maksud lo?"
Gusti berdecak pelan lalu ia menunjuk Rafa yang masih belum berhenti dari kegiatannya, menggunakan jari telunjuknya. "Lo liat kan Rafa disana? Pikiran logisnya mana mau sih cewek baik-baik deket atau bahkan menjalin suatu hubungan sama anak kayak kita?"
Saat Gusti baru ingin melanjutkan pembicaraannya, mata lelaki itu menangkap tatapan sinis Ethan yang di layangkan kepadanya. Gusti jadi menghela nafas pelan. "Dinda cewek baik, pernyataan gue yang tadi nggak berlaku buat elo kok than! Kalem atuh than itu mata meni siga laser!" kata Gusti jadi sewot sendiri.
Arkan yang sedari tadi bersikap santai jadi merenggut sebal. "Ngapa jadi kalian yang mau ribut sih? Lanjutin Gus, opini lo yang tadi!"
Sedangkan di tempatnya Rio udah misuh-misuh sendiri, kesal. Ya bayangin aja lagi situasi kayak gini masih aja debatin hal yang tidak penting sama sekali.
"Udah singkirin dulu pendapat lo Gus, menurut gue ada yang ngancem Alya, gue curiga Natasya sih!" tebak Rio dengan sangat yakin.
Arkan langsung melompat dan menunjuk Rio dengan semangat. "Gue juga curiga jir, sama dia!"
"Sedikit masuk akal sih, apalagi tu cewek demen banget sama Rafa!" sahut Ethan menambahi.
"Dia kenapa?" tanya Gavin yang berjalan mendekat kepada keempat inti Ares itu, matanya tidak lepas dari sosok Rafa yang masih belum mau berhenti dari kegiatannya.
Gusti menoleh sekilas. "Putus cinta doi,"
Gavin yang mendengar itu jadi menaikkan sebelah alisnya bingung. "Dia lagi deketin cewek?" tanya Gavin.
Karena bukan rahasia umum lagi jika seorang Rafa sangat tidak ingin membahas cinta, Rafa tidak tersentuh sama sekali. Dan kini Gavin di kejutkan oleh fakta yang didengarnya secara tiba-tiba.
"Terus kenapa bisa jadi kayak gitu?" tanya Gavin kembali.
"Nggak ngerti kita, dia datang kesini langsung bilang 'jangan ada yang ngomongin Alya depan gue, alya benci sama gue' eh dia malah langsung turun ke lintasan!" kata Arkan sembari menunjuk Rafa.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD RAFA [COMPLETED]
Ficção AdolescenteARES [1] : RAFA ARSENIO Ini tentang Rafa Arsenio, lelaki tampan pemilik mata segelap obdisian juga tatapan tajam seperti seekor singa jantan yang siap untuk menerkam lawannya. Ini tentang Rafa, sang ketua geng Ares yang banyak digilai oleh para kaum...
![BAD RAFA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/180663704-64-k497706.jpg)