H A P P Y R E A D I N G
"Seorang pecundang tidak tahu apa yang akan dikatakannya ketika kalah, tetapi sangat sesumbar terhadap apa yang akan dilakukannya ketika menang."
🌻
Kebulan asap yang dihasilkan dari vape dan rokok itu sangat mendominasi markas besar Ares malam ini. Sudah menjadi kebiasaan, setiap satu Minggu sekali akan diadakan pertemuan dengan seluruh anggota Ares untuk menjalin tali persaudaraan antar satu sama lain.
Seperti saat ini, 125 anggota Ares sedang duduk santai dengan posisi melingkar. Rafa mengangkat kepalan tangan kanannya di udara, bagaikan perintah yang tidak boleh terbantah, seluruh anggota Ares langsung diam saat melihat itu.
"Fobos makin kuat, terutama Nando udah punya banyak koneksi sama geng bersenjata. Gue mau mulai minggu depan kita adain latihan rutin, biar skill beladiri kalian nambah bagus."
"Tapi itu bukan masalah bagi kita kan, Raf?" tanya Sandi sedikit khawatir.
Rafa menggelengkan kepala yakin. "Fobos bukan masalah untuk saat ini. Tapi kalian ngerti kan, setiap pengkhianat yang ada di Ares jadi milik Fobos?"
Seluruh anggota Ares menjawab dengan anggukan patuh
"Gue percaya kalian semua sepenuhnya, jadi tolong jangan bikin gue ambil kepercayaan itu lagi." Seru Rafa tegas.
Jangan pernah menganggap Ares geng biasa. Koneksi yang di miliki Ares sudah tersebar luas, ada dari para preman kejam, gangster, juga para polisi.
Di bawah naungan Rafa, Ares berhasil menjadi geng paling di takuti diantara geng lainnya. Strategi berkelahi sampai menaklukan lintasan, semua Rafa ajarkan kepada seluruh anggota Ares. Tujuannya hanya satu, agar anggota Ares tidak lemah dan selalu bergantung kepada dirinya selaku ketua.
Karena musuh bisa mengintai mereka kapan dan dimana saja, dan Rafa tidak ingin teman-temannya itu terluka dengan cara tidak terhormat.
Sebagai ketua Ares, Rafa memegang penuh kekuasaan. Tetapi bukan berarti dia melakukan semuanya atas kehendak dan keinginan pribadi. Rafa tidak akan memulai perkelahian atau pertengkaran dengan membawa nama Ares saat ia di hadapkan masalah pribadi.
"MAKANAN DATANGG!" seru Rizal dan Agus saat memasuki area basecamp Ares.
Sontak anggota Ares lainnya yang melihat itu langsung mengerumuni Rizal dan Agus untuk mengambil jatah makan malamnya masing masing.
"Berapa totalnya?" tanya Rafa sembari mengeluarkan dompetnya.
Rizal langsung menoleh. "Kaga usah anjir!"
"Berapa? Anggap aja hadiah dari gue."
"650,"
Rafa mengangguk dan memberikan enam lembar uang merah, dan satu lembar yang berwarna biru dari dalam dompetnya dan memberikan itu kepada Rizal.
"Thanks, Rafa!"
"Santai,"
Gusti yang melihat teman-temannya sudah memulai makan jadi heboh sendiri. "Allahuakbar cuci tangan dulu atuh ih jorok!"
"Berhenti anjing semua, doa dulu astaghfirullah!" omel Gusti kesal, yang sekarang sudah seperti ibu-ibu rumah tangga yang kehilangan Tupperware.
Arkan, Ethan dan Rio hanya menggelengkan kepala tidak heran, ketiganya langsung berdiri dan mencuci tangan menuruti perkataan Gusti. Karena percayalah, jika perkataannya tidak dituruti Gusti akan pundung selama seminggu kepada sahabat sahabatnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD RAFA [COMPLETED]
Genç KurguARES [1] : RAFA ARSENIO Ini tentang Rafa Arsenio, lelaki tampan pemilik mata segelap obdisian juga tatapan tajam seperti seekor singa jantan yang siap untuk menerkam lawannya. Ini tentang Rafa, sang ketua geng Ares yang banyak digilai oleh para kaum...
![BAD RAFA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/180663704-64-k497706.jpg)