H A P P Y R E A D I N G
"Gue hampir menyerah. Menghadapi masalah, melawan penyakit, dihina dan dijatuhkan. Semua itu gue lewatin sendirian, tapi gue sadar satu hal. Menjadi lemah bukan cara yang tepat untuk bertahan hidup." - Queen Natasya.
🌻
Alya terus memandang punggung Nando yang perlahan menghilang dari pandangannya. Gadis itu tersenyum kecil lalu membalikkan tubuhnya untuk segera masuk ke kamarnya dan pergi beristirahat.
Baru saja Alya melangkah masuk ke dalam ruangan, gadis itu dikejutkan oleh keberadaan seseorang yang tidak asing lagi baginya.
"Hai, Alya?" sapa Natasya yang sedang berdiri di ujung ranjang rumah sakit dengan bersedekap dada, dan tersenyum sinis kepada Alya.
"Udah puas belum?" tanyanya. "Udah puas belum selingkuhnya?" tanya Natasya lagi, kini pandangan gadis itu tertuju pada leather jacket dengan bordir nama Nando Alfarenz yang sedang Alya kenakan saat ini.
Dengan gerakan spontan, Alya tertunduk melihat apa yang ia kenakan. Gadis itu menghela nafasnya pelan kemudian melepas jaket itu dengan cepat.
Natasya langsung tertawa sinis melihat tingkah Alya. Llo itu kaya mawar ya, Al?"
"Indah, tapi berduri."
Alya menatap Natasya tanpa ekspresi, gadis itu berjalan mendekat ke arah wanita yang ada di hadapannya ini dan berkata. "Gue sama Nando cuma teman."
"Gue tau," Natasya menganggukkan kepalanya beberapa kali. "Tapi siapa yang peduli?" bisiknya tepat di samping telinga Alya.
Alya mendengus kecil, alih-alih menjawab perkataan Natasya, gadis itu memilih untuk menaiki ranjangnya dan tertidur disana. Natasya spontan mendecih melihat perlakuan Alya saat ini.
Natasya menarik selimut yang Alya kenakan secara kasar. "Begini cara lo memperlakukan senior?" tanyanya tajam.
Alya membuka kembali matanya, gadis itu menghela nafas panjang dan memandang Natasya datar, sungguh Alya sangat tidak berminat untuk berdebat ataupun bertengkar dengan kakak tingkatnya ini.
"Apa tujuan kakak datang kesini? Bukannya lo benci sama gue?" tanya Alya to the point.
Natasya memutar kedua bola matanya nampak berpikir. "I don't hate you." Jawab Natasya yang kini sudah duduk di kursi yang berada di samping ranjang Alya.
Alya tersenyum kecil. "Lalu kenapa lo selalu ganggu gue?" tanyanya santai.
"Pertanyaan yang bagus. Tapi Alya, gue gak benci lo, dan gue juga gak bisa menyangkal kalau gue gak suka sama lo. Mungkin bisa dibilang gue iri?"
Alya menoleh, menatap Natasya bingung. "Iri?"
Natasya mengangguk cepat.
"Kenapa?"
Natasya kini jadi tertawa sinis. "Dengan semua yang udah terjadi, lo masih tanya kenapa?"
Natasya bangkit dari duduknya, mendekat kepada Alya dan menatapnya tidak suka. "Karena gue rasa, lo manusia paling beruntung di muka bumi ini. Lo terlahir cantik, pintar, kaya, ramah, baik, anggun dan masih banyak lagi. Lo bisa membuat pilihan, tapi gue?" Natasya merentangkan kedua tangannya lebar kemudian menunjuk dirinya sendiri. "Gue gak punya pilihan."
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD RAFA [COMPLETED]
Novela JuvenilARES [1] : RAFA ARSENIO Ini tentang Rafa Arsenio, lelaki tampan pemilik mata segelap obdisian juga tatapan tajam seperti seekor singa jantan yang siap untuk menerkam lawannya. Ini tentang Rafa, sang ketua geng Ares yang banyak digilai oleh para kaum...
![BAD RAFA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/180663704-64-k497706.jpg)