H A P P Y R E A D I N G
"Badai puan, telah berlalu. Salahkah ku menuntut mesra?" - Sampai Jadi Debu, Banda Neira
🌻
Satu bulan setelahnya...
Rafa dan Alya berjalan santai di tepian pantai dengan saling menggenggam satu sama lain. Langit Bali hari ini, sangat cerah dilengkapi dengan deburan ombak juga lembutnya angin yang seakan menyapa mereka untuk datang kembali ke tempat ini.
Rafa terus tersenyum simpul sembari memperhatikan genggamannya lengannya dengan Alya. Bahkan entah berapa kali jantung pemuda Arsenio itu berdetak tidak karuan saat ada di dekat Alya.
Banyak yang telah mereka lalui. Banyak luka juga yang menjadi cerita pengantar akan kisah mereka. Dan hari ini, adalah hari yang sangat Rafa syukuri karena Tuhan masih berbaik hati untuk membiarkannya tetap hidup dan selalu ada di samping gadis ini.
"Panas bangett," keluh Alya sembari memegang dahinya.
Rafa menoleh. Mengangkat alisnya tinggi, cowok itu jadi mensejajarkan tubuhnya dengan Alya. Ia sedikit menunduk, tangan kokohnya langsung terangkat untuk menyeka keringat yang ada di dahi Alya dengan lembut.
"Mau berhenti dulu?" tanyanya santai.
Alya menggeleng, melanjutkan langkahnya kembali. "Masih pagi, panasnya masih bikin sehat. Lagian gue kan udah gak sakit,"
"Iya juga, ya udah ayo jalan lagi." Ajak Rafa yang kini malah berdiri di belakang Alya, mengikuti langkah gadis itu dari belakang, dengan lengan kokohnya yang berada di atas puncak kepala Alya, melindungi gadisnya dari sinar matahari.
Alya mendongak, gadis cantik itu menoleh ke belakang, menatap Rafa dengan pandangan kesal lalu menarik lengan pemuda Arsenio itu. "Ck, gue berasa kayak ratu kalau lo kaya gitu,"
"Lo kan emang ratu,"
"Ratu apa? Di hati lo?" tanya Alya percaya diri.
Rafa mencibir kecil. "Pede banget ya kakak olimpiade-ku sekarang!" Rafa jadi menahan langkah Alya, membuat Alya langsung menghentikan langkahnya terkejut karena jarak badannya dengan Rafa sangat dekat. "Lo adalah ratu di dunia gue." Bisik Rafa tepat di sebelah telinga Alya. Tidak lupa pemuda Arsenio itu mengecup pipi Alya yang sudah merona dan setelahnya berlari meninggalkan Alya yang masih mematung dengan jantung yang semakin berdegup kencang.
"RAFA!!!!"
Alya langsung berlari mengejar Rafa yang sedang berlari di depannya dengan jarak yang cukup jauh, lelaki itu malah memasuki air pantai saat ini. Alya tersenyum simpul sebelum mengikuti langkah Rafa. Gadis cantik itu kini memegang perut bagian bawahnya, ia membuka mulutnya seolah ia sedang kesakitan. Membuat Rafa yang semula asyik menertawakannya, jadi berlari mendekat ke arah Alya, takut jika gadisnya sakit kembali.
BYUR! Rafa langsung tersiram air pantai ketika ia mendekat kepada Alya. Alya jadi tertawa keras karena berhasil menipu Rafa. Mata gadis itu menyipit, dengan senyuman semanis gula, membuat siapa saja jatuh akan pesonanya di detik pertama. Seperti Rafa saat ini.
"Sukurin, gue juga bisa!!" Alya menjulurkan lidahnya mengejek kepada Rafa. Membuat Rafa jadi mendengus dan melanjutkan aksinya untuk mengejar Alya.
Setelah beberapa waktu, Alya jadi berjongkok karena kelelahan. Gadis itu menunduk seraya menstabilkan nafasnya yang sempat terengah. Alya menoleh ke samping ketika melihat seekor anak penyu tengah terperangkap di bebatuan. Alya mengambil penyu itu dengan penuh hati-hati, ia tertawa kecil ketika melihat hewan yang ada di hadapannya ini. Sebelum melepaskannya ke pantai, Alya mengusap tubuh penyu itu beberapakali dengan lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD RAFA [COMPLETED]
Teen FictionARES [1] : RAFA ARSENIO Ini tentang Rafa Arsenio, lelaki tampan pemilik mata segelap obdisian juga tatapan tajam seperti seekor singa jantan yang siap untuk menerkam lawannya. Ini tentang Rafa, sang ketua geng Ares yang banyak digilai oleh para kaum...
![BAD RAFA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/180663704-64-k497706.jpg)