H A P P Y R E A D I N G
"Sok kenal boleh, sok tahu jangan." - Salma Aurelya.
🌻
Satu minggu sudah Rafa lewati dengan baik. Hari ini, adalah hari pertamanya kembali ke sekolah setelah menyelesaikan masa skorsing-nya. Lelaki tampan bersurai hitam itu mengendarai motor kesayangannya, memasuki area parkir utama Highschool dengan santai.
"WOHOOO, BOSKU SUDAH KEMBALI!" teriak Ethan yang sedang duduk santai di atas si Entong.
Rafa melengos pelan. "Arkan mana?" tanya Rafa ketika tidak melihat Arkan pagi ini.
"Noh, lo liat kelakuan sahabat lo!" Rio menunjuk Arkan yang sedang sibuk dengan pilox di tangannya. "Gabut banget kan, orangnya?"
Rafa tertawa renyah dan menggelengkan kepala tidak heran. "Mobil siapa yang jadi bahan penyalur bakat si Arkan?"
"Siapa lagi kalau bukan Pak Indra? Si Arkanjing mah gak mungkin berani kalau nge-pilox mobil Pak Sultan, dia masih mau hidup tanpa rumus matematika!" jawab Gusti sembari memakan bala-bala Mang Ucup di atas motornya.
Alih-alih menghentikan kegiatan Arkan yang masih sibuk menggambar mobil Pak Indra dengan pilox, keempat lelaki tampan itu memilih diam dan memperhatikannya dengan santai.
Benar, tipikal murid kurang ajar bukan? Tapi memang itu faktanya. Sudah bukan rahasia umum lagi jika Arkan sangat pandai menggambar, namun yang menjadi sarana lukisnya bukan kanvas atau kertas, melainkan mobil. Dan yang paling parah, sudah hampir 1/4 mobil guru yang menjadi sarana penyaluran bakat Arkan. Hukumannya juga tidak pernah berubah, skorsing.
Baru saja Rafa akan turun dari motornya, lelaki itu menangkap sosok yang akhir-akhir ini sedang menghindar darinya. Disana, Alya Senja Gabriella berjalan santai memasuki area parkir dengan lelaki culun di sampingnya.
Menangkap gelagat aneh dari Rafa, ketiga sahabatnya itu ikut mengarahkan pandangannya mengikuti Rafa.
"Dia si Gerald yang waktu itu kita omongin Raf!" adu Ethan.
"Dari tiga hari terakhir, gue liat dia nempel mulu sama Alya," tambah Rio.
Rafa megeraskan rahangnya begitu saja. "FUCK!" umpatnya dengan kedua tangan mengepal kencang.
Gusti yang semula sibuk mengunyah bala-bala Mang Ucup jadi menoleh kaget, sudah lama tidak mendengar umpatan Rafa. "Kunaon Raf?"
Tanpa mengalihkan pandangannya, Rafa menjawab geram. "Dia Nando."
"WHAT?!" pekik Ethan, Rio dan Gusti bersamaan.
Rafa menggeram. "Gue gak mungkin salah. Dia Nando, gue hapal dari matanya."
Rio mengangkat sebelah alisnya bingung. "Maksud lo dia nyamar?"
"No, dia pake identitas palsu. Gue yakin dia lagi ngerencana-"
"Raf gue inget!" potong Ethan cepat. "Geraldi Laskar Abimanyu, dia anak yang meninggal waktu itu. Waktu Ares sama Fobos tawuran secara besar-besaran, dia anak cupu yang selalu nyusun strategi perang Fobos, dia yang jadi kaki tangan Nando. Dan gue ingat banget, dia meningggal besoknya karena badannya bonyok abis sama anak Ares!" jelas Ethan cepat, sembari mengingat-ngingat kejadian satu tahun lalu.
Rafa meluruskan pandannya ke depan. "Nando emang suka main-main sama gue." Datarnya.
🌻
Baru saja Salma ingin keluar dari bilik toiletnya, gadis cantik itu harus menghentikan kegiatannya kala mendengar suara yang sangat familiar di telinganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD RAFA [COMPLETED]
Teen FictionARES [1] : RAFA ARSENIO Ini tentang Rafa Arsenio, lelaki tampan pemilik mata segelap obdisian juga tatapan tajam seperti seekor singa jantan yang siap untuk menerkam lawannya. Ini tentang Rafa, sang ketua geng Ares yang banyak digilai oleh para kaum...
![BAD RAFA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/180663704-64-k497706.jpg)