H A P P Y R E A D I N G
"Dan akhirnya, selalu ada batas dalam sebuah perjalanan. Selalu ada kata selesai, untuk setiap yang dimulai."
[Play mulmed-nya ya geng! Biar feel-nya dapet, btw this is my favorit song!]
🌻
"RAF, AWAS!" teriak Gusti.
DORR!
Terlambat, karena peluru itu langsung menembus punggung Rafa. Membuat sang ketua Ares itu tumbang di hadapan keempat sahabatnya.
"RAFA!!"
Seluruh senior juga anggota Ares yang lain langsung berlarian untuk melihat keadaan Rafa. Mereka membuat lingkaran mengelilingi pemuda Arsenio itu, tanpa berminat untuk menolong Nando sedikitpun.
Tio dan Gibran langsung membopong tubuh kekar Rafa. Memapah lelaki itu untuk segera ke luar dari bangunan ini , dan membawa Rafa untuk pergi ke Rumah Sakit.
Rafa menoleh ke kanan, menatap keempat sahabatnya yang juga tengah dibopong oleh anggota Ares yang lain. Lagi dan lagi Rafa menggigit bibir bawahnya, menahan rasa sakit dari tubuh juga hatinya. Mata tajam itu menoleh ke belakang, ada Nando yang sudah menangis dan terjatuh lemah di atas lantai. Rafa memejamkan matanya rapat, bulir hangat itu turun kembali dari wajah tampannya.
"Selamatin Nando...,"
Gibran dan Tio yang mendengar kalimat itu langsung menegang dan terdiam. "Lo gila, bang?!" tanya Gibran dengan suara yang meninggi.
"Tolong, selamatin dia." Rafa bersuara sekali lagi, suaranya terdengar sangat pelan juga melirih.
"Setelah apa yang dia lakuin sama lo dan Ares, lo masih mau nyelamatin dia? Raf, come on!" kata Mike dengan wajah tidak terimanya.
Rifki mematikan sambungan teleponnya. "Gavin sama Willy udah ada di bawah, lima menit lagi tempat ini akan dibakar." Lapor Rifki.
Rafa terdiam. Memandang lurus ke depan dengan mata yang masih memerah. Tanpa kata, pemuda Arsenio itu berbalik, melepaskan rangkulan Gibran dan Tio. Ia berjalan tertatih menuju Nando yang masih terkapar.
"Raf, jangan gila!" ujar Rio, melarang Rafa untuk menolong Nando.
Satu persatu suara anggota Ares yang lain mulai terdengar, menyuruhnya kembali dan segera pergi dari tempat ini, tanpa membawa Nando. Sampai suara bariton Tio, menggema ke seluruh ruangan ini.
"Berhenti."
Rafa menghentikan langkahnya. Berbalik, menatap seluruh anggota serta seniornya dengan datar. "Nando itu sahabat gue. Dulu, sekarang, ataupun nanti di masa depan. Gue gak peduli apa pandangan kalian tentang ini, satu yang harus kalian ingat, gak ada yang namanya mantan sahabat." Rafa berujar dengan tegas.
"Kalau kalian ingin pergi, silahkan pergi. Gue tetap akan di sini. Membawa Nando, untuk sama-sama keluar." Rafa kembali berbalik, berjalan tertatih untuk menuju Nando.
Semua anggota Ares terdiam ditempatnya. Melihat ketua kebanggaan mereka yang akan menyelamatkan musuhnya sendiri, karena secara tidak langsung, Rafa telah mengkhianati Ares untuk Nando. Tio yang berada di posisi paling depan untuk memimpin pasukan Ares jadi menghela nafasnya berat. Mata elang lelaki itu menoleh ke samping, "Aaron, Bastian, selamatin Nando dan bantu Rafa." Kata Tio memberi perintah.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD RAFA [COMPLETED]
Teen FictionARES [1] : RAFA ARSENIO Ini tentang Rafa Arsenio, lelaki tampan pemilik mata segelap obdisian juga tatapan tajam seperti seekor singa jantan yang siap untuk menerkam lawannya. Ini tentang Rafa, sang ketua geng Ares yang banyak digilai oleh para kaum...
![BAD RAFA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/180663704-64-k497706.jpg)