H A P P Y R E A D I N G
“Dulu pernah ada seseorang yang sepertimu. Dia berjanji untuk tetap bertahan, tetapi akhirnya tetap pergi.”
🌻
Bermula dari Gusti yang tiba-tiba menyeletuk bahwa dirinya sedang ingin rujak, berakhirlah kelima pemuda tampan itu disini, di bawah pohon mangga dekat taman belakang sekolah. Tidak peduli dengan jam pelajaran yang sedang berlangsung, kelimanya justru disibukkan dengan membagi tugas untuk membuat rujak buah itu.
"Di atas gede tuh mangga nya!" tunjuk Ethan semangat, kepada Gusti, Rio dan Arkan yang sedang sibuk memanjat.
Rio mengangkat kepalanya, mengikuti arah yang di tunjukkan oleh Ethan yang masih sibuk meracik bumbu untuk rujak nantinya. "Mana anjing, nggak ada!"
"Ada bego, itu di atas lo!" kukuh Ethan.
Arkan yang tidak kunjung menemukan buah itu jadi mencibir kecil. "Lo salah liat kali,"
"Lo pikir gue buta?!" kata Ethan jadi sewot sendiri.
Rafa yang sedari tadi memilih diam dan fokus untuk membuka kulit buah mangga itu, jadi mendelik sebal kepada Ethan yang sangat berisik. Tanpa kata, Rafa langsung menyumpal mulut mercon Ethan dengan kulit mangga yang baru ia kupas.
"BANGSATTTTT!" umpat Ethan ketika getah yang keluar dari buah mangga itu menyebar ke dalam mulutnya.
Lain lagi keadaan di atas pohon mangga, saat Arkan dan Rio sibuk mencari buah mangga untuk memetiknya, Gusti dengan tidak tahu dirinya malah asyik duduk santai di salah satu dahan sembari memakan buah mangga yang ia petik sendiri.
Arkan dan Rio saling berpandangan satu sama lain, senyum licik tercetak jelas di wajah tampan kedua lelaki itu, tanpa kata keduanya sama-sama menggoyang-goyangkan ujung dahan yang sedang Gusti duduki.
Gusti yang semula terjaga, jadi menoleh terkejut ketika badannya hilang keseimbangan.
BUGHHHH!
Gusti jatuh begitu saja, dengan posisi telungkup lelaki itu mengaduh kesakitan kala seluruh badannya terasa sakit. Rafa dan Ethan yang melihat itu jadi tidak bisa menyembunyikan tawa kerasnya. Berbeda dengan Arkan dan Rio yang langsung turun kebawah untuk melihat keadaan Gusti. Pasalnya, niat Arkan dan Rio semula hanya untuk membuat mangga yang ada di tangan Gusti jatuh.
"Anjing, dosa apa sih gue bisa temenan sama kalian?!" semprot Gusti.
"Sakit nggak Gus?" tanya Ethan bodoh.
Gusti mendelik sebal. "Nggak kerasa, gue kan adeknya thor!"
Arkan dan Rio hanya tertawa bodoh, lalu keduanya membungkuk untuk membantu Gusti berdiri.
"Nggak, gue gak mau disentuh kalian lagi!" kata Gusti pundung.
"Ya elah Gus, bercandaan doang!" balas Rio santai, tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Gue kalau jadi lo, udah gue unfriend mereka," celetuk Rafa kompor.
Gusti yang semula mau ngoceh sewot sambil ceramah panjang lebar, jadi merenggut sebal karena badannya terasa sangat sakit. "INI NGGAK ADA YANG MAU BAWA GUE KE UKS GITU?!" tanya Gusti sewot, karena keempat sahabatnya itu mengabaikannya yang masih dengan posisi tengkurap di atas bebatuan.
🌻
Kini kelimanya sudah berada di UKS. Jangan harap pertikaian di antara mereka akan mereda, seperti saat ini Arkan dan Rio sedang mencoba membujuk Gusti yang pundung dan tidak mau bicara kepada dua lelaki itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD RAFA [COMPLETED]
Novela JuvenilARES [1] : RAFA ARSENIO Ini tentang Rafa Arsenio, lelaki tampan pemilik mata segelap obdisian juga tatapan tajam seperti seekor singa jantan yang siap untuk menerkam lawannya. Ini tentang Rafa, sang ketua geng Ares yang banyak digilai oleh para kaum...
![BAD RAFA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/180663704-64-k497706.jpg)