H A P P Y R E A D I N G
"Milikilah hati yang tidak pernah membenci, senyum yang tidak pernah menyakiti dan kasih sayang yang tidak pernah berakhir."
🌻
"ETHAN CUPUUUUU!" teriak Rio yang baru saja membalap si Entong, motor kesayangan Ethan, dengan ninja putih milik Rio.
Dibalik helm full facenya Ethan merutuk. "Tong, kita bisa balap si Rionyet, abah percaya kamu!" kata Ethan berbicara kepada si Entong, dan mulai menancapkan gas untuk bisa menyusul Rio yang kini ada di posisi ke dua setelah Rafa.
Di belakang Rafa, Rio dan Ethan, mobil Audi R8 milik Arkan mengikuti ketiga motor ninja itu dengan kecepatan stabil. Di samping Arkan, ada Gusti yang kini sibuk memakan kentang goreng mekdi kesukaannya.
"Lo sih nebeng mobil gue!" kata Arkan setengah merenggut kepada Gusti.
Gusti yang sedang menikmati makanannya pun jadi mendelik sebal. "Heh, gue gak bisa bawa motor juga gara-gara lo! Tau diri dikit dong sebagai cowok lo harus bertanggung jawab penuh, lo gak lupa kan gue jadi gini gara-gara siapa?!" omel Gusti setelah mengingat kejadian kemarin.
"RIO JUGA SALAHH!" kata Arkan sewot.
Gusti memutar bola matanya malas, lalu ia mengacungkan kentang goreng yang sedang ia makan, tidak lupa Gusti menunjuk jok belakang mobil Arkan yang penuh dengan paket spesial McD dan KFC yang Rio antar pagi-pagi ke rumahnya. Alhasil, untuk meminta pertanggung jawaban Arkan, Gusti meminta lelaki itu menjemputnya menggunakan mobil. Jika Arkan berani membawa motor, maka Gusti tidak akan menerima permintaan maafnya sampai kapanpun.
Arkan sudah misuh-misuh sendiri di tempatnya. "Lo kan bisa minta gue beliin itu juga!" katanya jadi menyalahkan Gusti dan menoleh seolah memprotes pada lelaki berdarah Sunda itu.
"Gue juga bisa beli sendiri! Tapi ini tuh atas nama pertanggung jawaban, lo gak bisa lari dari gue!"
Arkan melirik sinis Gusti. "Nggak usah ngomongin pertanggung jawaban monyet, kesannya kayak gue ngehamilin lo!"
"Idih, siapa juga yang mau dihamilin sama lo!" balas Gusti tidak kalah sewot.
Arkan pun menginjak rem secara mendadak, membuat Gusti yang baru ingin melahap kentang itu jadi menjatuhkan kembali kentang-kentang yang semula ada dalam genggamannya.
"Lo kalau nyetir bisa nyelo gak? Liat nih gue batal makan!" protes Gusti setengah bersungut kepada Arkan.
"Ini kenapa lo jadi kayak Raja dan gue babu-nya sih? Daritadi lo marahin gue mulu!" Arkan mendengus sebal, lalu menarik rambut Gusti kasar, agar lelaki itu bisa melihat apa yang terjadi kini. "Noh liat lampu merah!"
Gusti tidak membalas perkataan Arkan. Lelaki itu justru menyuruh Arkan untuk membuka kaca mobilnya, karena tepat di samping mereka, ketiga motor ninja milik Rafa, Ethan, dan Rio sedang berjajar rapi.
Gusti mengeluarkan sedikit kepalanya ke luar jendela, lalu menyeletuk. "Orang miskinnnnnnn, gak punya mobilllllll, ninja-nya ngutangggggg, helm-nya malinggggggg!" teriak Gusti sembari bernyanyi dengan nada asal yang ia buat sendiri.
Rafa yang tepat ada di pinggir Gusti hanya menggelengkan kepala tidak heran. Rio sudah mengumpat kasar di atas motornya. Dan Ethan yang kini malah turun dari si Entong, untuk bisa menghajar Gusti. ya gimana gak emosi Gusti ngomong kayak gitu pas posisinya lagi lampu merah mana suaranya gak kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD RAFA [COMPLETED]
TienerfictieARES [1] : RAFA ARSENIO Ini tentang Rafa Arsenio, lelaki tampan pemilik mata segelap obdisian juga tatapan tajam seperti seekor singa jantan yang siap untuk menerkam lawannya. Ini tentang Rafa, sang ketua geng Ares yang banyak digilai oleh para kaum...
![BAD RAFA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/180663704-64-k497706.jpg)