H A P P Y R E A D I N G
“Sahabat itu ibarat tangan & mata. Saat mata menangis, tangan mengusap. Saat tangan terluka, mata menangis.”
🌻
"JANGAN TERIAK MONYET, MULUT LO BAU AZAB!" teriak Ethan tepat di hadapan wajah tampan Gusti.
Gusti yang tidak terima disebut seperti itu, langsung menoyor keras kepala Ethan. "TAI LEDIG SIA, AING GOSOK GIGI PAKE SIWAK!"
"Hah? Luwak?" sahut Arkan jadi nimbrung.
"Siwak bego! Lo pada mah kafir, gak akan ngerti!" jawab Gusti sewot.
"Jangan kurang ajar, gue orang kaya!" balas Arkan sembari berkacak pinggang.
Ethan langsung memutar bola matanya malas. "Apaan sih tolol? Nyambung aja kagak!" desisnya merasa sebal sendiri karena Arkan sudah mengeluarkan kalimat legend-nya.
Rio yang semula masih sibuk dengan nintendo miliknya, jadi merenggut kecil karena ia kalah. Padahal satu langkah lagi, Rio akan sampai di garis finish.
"Bacot sekali lagi, gue jual kalian ke deepweb!" ancam Rio.
Arkan mendelik tajam ke arah Rio. "Diem lo. Jangan kurang ajar, gue orang kaya!"
Rio yang sudah tidak tahan, langsung bangkit dari posisi duduknya, mengambil bantal dari atas kasurnya, dan membekap Arkan begitu aja.
"Jangan kurang ajar, gue juga orang kaya!" balasnya yang lagi-lagi mengeluarkan kalimat andalannya dengan sewot.
Ethan dan Gusti kompak tertawa puas melihat Arkan yang nampak meronta-ronta minta dilepaskan oleh Rio, resiko melawan sang harimau Ares.
"Buangsathhhh!" umpat Arkan ketika Rio melepas dekapannya. Lelaki itu langsung menstabilkan napasnya, memang seorang Rio Antariksa itu susah di ajak bercanda.
"Pundung gue pundung!" katanya sembari berjalan keluar dari kamar Rio.
"Mau kemana tot?" tanya Gusti.
"Masak mie, laper gue!"
Ethan langsung menoleh semangat. "Gue juga masakkin dong!"
"Gue nitip juga!" tambah Gusti.
"Bikinin gue," pinta Rio.
Baru saja Arkan sampai di depan pintu, lelaki itu berbalik dan menatap Rio sinis. "Siapa lo Rionyet?!" sewotnya, masih kesal.
"Tolol, pergi lo dari rumah gue!" umpat Rio.
Arkan langsung tertawa puas melihat muka Rio yang sudah ingin melahapnya saat ini juga. Kini, keempat sekawan itu memang sedang bermain di rumah mewah milik keluarga Antariksa.
"Coba telepon lagi dah, tumbenan Rafa kaga bisa di telponin!" titah Gusti kepada Ethan dan Rio.
"Mati kali," jawab Rio santai.
PLETAK! Ethan langsung melempar stick nintendo yang tadi mereka mainkan kepada Rio. "Istighfar kamu Rio, sama sahabat sendiri gak boleh gitu." Katanya sembari menggeleng-gelenggkan kepala tidak percaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD RAFA [COMPLETED]
Fiksi RemajaARES [1] : RAFA ARSENIO Ini tentang Rafa Arsenio, lelaki tampan pemilik mata segelap obdisian juga tatapan tajam seperti seekor singa jantan yang siap untuk menerkam lawannya. Ini tentang Rafa, sang ketua geng Ares yang banyak digilai oleh para kaum...
![BAD RAFA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/180663704-64-k497706.jpg)