3.3 🌙 I found you

229 38 5
                                        


07.00 KST

Hari ini Sohyun ada kelas jam 8, jadi sedari tadi ia sudah siap untuk berangkat. Tapi ia terpaksa menundanya karena ban mobilnya bocor.

"Appa aku akan naik bus saja,” ucap Sohyun yang sedang sarapan di ruang makan bersama appanya. Sebenarnya Sohyun punya satu kakak laki-laki- Suho -tapi kakaknya itu sudah berangkat kerja.

Appa Sohyun- Siwon -menggeleng tegas. "Tidak wanita manis, itu berbahaya," larangnya.

Sohyun menghela napasnya. "Kim Siwon-ssi yang terhormat, putri mungilmu sudah beranjak dewasa.”

"Tetap tidak boleh. Atau kau ingin aku mengantarmu?”

"Aish. Itu merepotkan appa! Percayalah aku bisa naik bus sendiri, aku janji.”

Siwon terdiam. Ia sangat khawatir dengan putri nya yang satu ini, apalagi saat mengingat kejadian 14 tahun yang lalu.

"Ayolah...” ucap Sohyun dengan puppy eyesnya.

Siwon menghela napasnya. "Baiklah, tapi busnya akan aku sewa”

Sudah habis kesabaran Sohyun, bahkan ia sudah memperlihatkan wajah imutnya yang biasanya meluluhkan hati Siwon.

Sohyun langsung saja masuk ke dalam kamarnya dengan langkah yang dihentak-hentakan seperti anak kecil yang sedang marah.

Siwon terkekeh. "Gadis kecilku akan selalu menjadi kecil."

Saat sedang berleha-leha di atas kasur, tiba-tiba handphone nya berbunyi. Sohyun mendapatkan notifikasi, ia langsung saja mengambil handphone dari tas ranselnya.

 Sohyun mendapatkan notifikasi, ia langsung saja mengambil handphone dari tas ranselnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

|sudah jalan?|

| mobilku rusak😢|
|dan aku tidak diijinkan untuk naik bus|
|bagaimana ini?|

|aku juga akan naik bus.|
|aku akan meminta ijin pada appamu|

|AKU SAYANG PADAMU EONNI!! 😗|

|😒😒|
|bersiaplah. Aku sudah di bus menuju rumahmu|

|oke!!!!|

Sohyun langsung memasukan handphone nya lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sohyun langsung memasukan handphone nya lagi.

Tak lama Siwon memanggilnya, dan berarti Irene berhasil membujuk ayahnya yang sangat keras kepala itu.

Dengan senang hati Sohyun menghampiri Siwon dan irene.

"Aku mengizinkan kalian naik bus, tapi!”

Sohyun yakin jantungnya sedang mengadakan lomba lari karena sedari tadi detak jantungnya berdegup dengan kencang.

“Kalian akan membawa satu penjaga.”

Sohyun menghela napasnya pasrah. Ya setidaknya Siwon tidak menyewa satu bus hanya untuk mengantar Sohyun ke kampus.

Karena rumah Sohyun tidak terlalu jauh jadi hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke halte bus.

"Aku baru pertama kali naik bus," ucap sedikit antusias Sohyun.

Irene menggelengkan kepalanya heran. "Masa kecilmu tidak bahagia karena tidak pernah merasakan dipangku dengan orang tuamu di bus,” ucap gadis cantik itu.

"Hm. Orang tuaku sangat sibuk.”

Irene menghela napasnya. "Aku merindukan masa kecilku....”

Mereka hanyut dalam cerita masa kecil mereka yang sangat bahagia bersama kedua orang tua mereka. Bus pun akhirnya datang, mereka langsung saja masuk dan memilih kursi paling belakang.

"Bus hari ini tidak terlalu ramai,” ucap Irene sambil memperhatikan keadaan sekitar.

Sohyun mengambil earphone. lalu memasangkannya pada kedua telinganya dan hanyut dalam lantunan musik.

Saat sedang menikmati musik, Sohyun tidak sengaja melihat laki-laki yang baru saja masuk ke dalam bus. Seketika Sohyun langsung terpana dengan wajah tidak manusiawi milik lelaki itu, menurutnya wajahnya melebihi ketampanan rata-rata.

Ralat. Dia tidak hanya sekedar tampan, tapi sangat-sangat tampan.  Tanpa sadar Sohyun malah memotret lelaki itu.

Karena terpesona dengan lelaki itu, Sohyun tidak menyadari ucapan Irene.

"Hallo Sohyun....” ucap Irene tepat di depan muka Sohyun.

Sohyun langsung kaget melihat wajah Irene yang sangat dekat dengan wajahnya dan menurutnya itu menakutkan.

"Astaga!!!”

Irene mendelik. "Aku sedari tadi berbicara padamu, Kim So Hyun."

"Ah?! Mian, aku tidak dengar.”

"Ada apa? Apa kau memiliki kekasih? Atau kau ikut kencan buta?”

Sohyun langsung saja menatap tajam ke arah Irene. “Aku masih punya kerjaan yang lebih bermanfaat dari pada melakukan hal-hal yang aneh itu."

"Wae? Itu menyenangkan," celetuk Irene.

Sohyun tidak menghiraukan perkataan Irene. Dia lebih fokus dengan lelaki tadi. Lelaki itu membawa buku, dan di buku itu tertulis.

Do Kyung Soo
Jurusan hukum.

Betapa bahagianya Sohyun melihat nama lelaki tersebut, bahkan dia juga kuliah di tempat yang sama bersamanya.  Sohyun berpikir apa lelaki yang dimaksud Yeri kemarin?





Tanpa Sohyun sadari, Kyungsoo mengetahui isi pikiran Sohyun, ia tersenyum kecil.

Tanpa Sohyun sadari, Kyungsoo mengetahui isi pikiran Sohyun, ia tersenyum kecil

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Colab

Freakynan × andiiien1208

Btw sekarang jam 9, hehe lebih cepat 1 jam.

TBC...

dunkelheitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang