54.54 🌙

10 0 0
                                        

Sohyun mengeluarkan sebuah topi bayi berwarna biru langit dari kardus barang yang baru saja sampai.

"Kyungsoo-yya. Pakai ini!" ucap Sohyun.

Kyungsoo mendelik. "Astaga! Tidak mau!" Kyungsoo pun kembali mengeluarkan barang-barang kebutuhan bayinya yang baru saja sampai. Mereka memilih untuk membeli barang kebutuhan bayinya secara online.

"Ah yak! Aku mau melihat kau memakai ini..." rengek Sohyun.

"Tidak mau! Kau pikir aku bayi?"

Sohyun terkekeh. "Pakai-pakai!"

"Tidak mau!"

Sohyun berdiri di hadapan kyungsoo, lalu mengecup sekilas bibir Kyungsoo.

"Pakai ya?"

Kyungsoo mendelik. "Tidak mempan!"

"Ah yak! Aku akan mengabulkan apapun keinginanmu."

"Apapun?" tanya Kyungsoo.

Sohyun memicingkan matanya. "Asal itu bisa diterima oleh logika!"

"Baiklah-baiklah."

Sohyun tersenyum sumringah, lalu memasangkan topi itu pada Kyungsoo, walaupun lelaki itu terlihat ogah-ogahan.

"Hahaha. Sudah kubilang pasti cocok," celetuk Sohyun sambil memotret Kyungsoo.

"Ah yak! Jangan difoto!"

"Biarin."

Tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka, masuklah Sehun yang sedang membawa kotak lain.

"Hyung. Ini ada yang sampai lagi," ucap lelaki itu.

"Taruh saja disana."

Sehun tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Kyungsoo.

"Cocok, kan?" tanya Sohyun.

Sehun mengangguk. "Eoh! Sangat cocok, Sohyun-ah!"

"Kau lucu, hyung..." Sehun pun keluar dari kamar Kyungsoo.

Kyungsoo menghela napasnya sambil melepaskan topi itu. "Sudah, kan?"

"Ah yak! Kenapa dilepas?"

"Auh! Kau banyak mau ya..."

Sohyun mengangguk. "Memang!"

"Sudah ah. Kau menggodaiku terus," celetuk lelaki itu.

Sohyun mendelik. "Ck! Belum 10 menit."

"Kau tidak bilang itu tadi."

"Baiklah-baiklah.."

Lelaki itu berjalan mendekati Sohyun, lalu melingkarkan kedua tangannya di perut Sohyun yang sudah besar itu. Kyungsoo menyelipkan helaian rambut Sohyun.

"Waeyo?" tanya Sohyun.

Kyungsoo tidak menjawab. Ia mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya.

"Wah... Kau yang membuatnya?" tanya Sohyun sambil mengambil sebuah baju kecil yang terbuat dari rajutan yang Kyungsoo sodorkan padanya.

Kyungsoo mengangguk. "Hm. Saat sekolah dulu aku masuk klub menjahit dan iseng-iseng aku merajut itu saat kau tidur."

"Ini bagus sekali. Untuk Aeri?" tanya Sohyun.

"Tentu saja."

Sohyun tidak bisa menyembunyikan senyumannya. Ia menangkup kedua pipi Kyungsoo.

"Kenapa kau manis sekali sih?!" ucap gadis itu

Kyungsoo terkekeh. "Benarkah?"

"Eoh!!"

"Kalau begitu kau akan mengabulkan keinginanku, kan?"

Sohyun mengangguk. "Tentu saja! Langsung aku kabulkan?"

"Assa!"

"Kau mau apa?"

Kyungsoo memejamkan matanya sambil sedikit menunduk. "Sini cium aku."

Sohyun mendelik. "Astaga. Sudah mau punya anak juga."

"Wae? Tidak ada yang salah."

"Baiklah-baiklah."

Sohyun pun berjinjit dan mengecup sekilas bibir Kyungsoo. "Sudah, kan?"

Kyungsoo membuka matanya. "Eoh?? Hanya itu?" Tanpa mengatakan apa-apa lagi, tangan kiri Kyungsoo memegang tengkuk Sohyun, lalu mencium istrinya itu dengan lembut.

Sohyun memejamkan matanya dan menerima ciuman dari Kyungsoo.




******

"Ubah semua rencana kita!"

"Semuanya?"

"Eoh! Semua!"

"Lalu kapan kita akan melaksanakan rencana itu?"

"Kita harus membuat mereka bersiap disaat kita tidak akan menyerang mereka, karena kita akan menyerang di waktu yang tidak terduga. Saat mereka lengah."

"Ide bagus! Baiklah aku akan segera mengubah rencananya!"

"Tidak akan kubiarkan mereka mengalahkanku lagi. Aku akan membuat mereka merasakan permainan ini..."

Di pojok ruangan Jungkook tersenyum. "Aku juga tidak akan membiarkan Kyungsoo mendapatkan Seyeon. Setelah aku membunuh lelaki itu dan anak mereka, aku akan membawa Seyeon dan membuatnya menjadi vampire," gumam lelaki itu.

 Setelah aku membunuh lelaki itu dan anak mereka, aku akan membawa Seyeon dan membuatnya menjadi vampire," gumam lelaki itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
dunkelheitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang