Sehun berlari kecil menuju kelasnya karena ia hampir telat sekitar 5 menit lagi, saat ia berada di depan pintu tiba-tiba seseorang menubruknya dari belakang dan otomatis itu membuat Sehun hampir saja terjatuh.
"Akh..." ringis orang itu yang menabrak Sehun, ia sendiri malah terjatuh karena menubruk badan kekar Sehun.
"Gwaenchana?" tanya Sehun sambil mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu berdiri.
"Ne," jawabnya sambil menerima uluran tangan Sehun. Seketika mereka berdua saling menatap karena merasakan bentuk masing-masing dari mereka.
"Dia werewolf... Yang diculik 14 tahun yang lalu," batin Sehun.
"Vampir?" batin gadis itu.
"Joseonghabnida karena menabrakmu," ucap gadis itu.
Setelah perkenalan singkat itu, mereka pun masuk ke dalam kelas saat melihat profesor Shin- dosen untuk kelas hari ini -sudah sampai di ujung koridor.
Setelah Sehun masuk, seketika para penghuni kelas langsung terdiam. Sehun tersenyum kaku pada mereka semua.
"Aku murid pertukaran pelajar disini, Oh Se Hun."
"Ah.." Lalu mereka semua kembali ke kegiatan masing-masing.
Tak lama, profesor Shin pun masuk dan langsung mengabsen kehadiran para siswa.
Setelah bagian Sehun, profesor Shin pun menatapnya. "Oh! Kau anak baru itu ya," ucapnya.
Sehun mengangguk. "Ne."
"Baiklah selamat datang di kelasku ya.."
"Ne. Ghamsamnida."
"Anak-anak. Saya sudah bilang kalau minggu ini sampai minggu depan kalian akan saya beri tugas, kan?" tanya profesor Shin, seketika para siswa itu mendesah karena tugas kelas kedokteran itu susah untuk mereka.
Tiba-tiba Sehun mengernyit saat mendapat link dari Kyungsoo. "Berarti aku dan Kyungsoo hyung sudah menemukan mereka berdua," batin Sehun.
Profesor Shin mengetuk meja dan seketika fokus Sehun pun kembali. "Diam! Pokoknya kalian harus membuat kelompok yang terdiri dari dua orang. Ambil darah teman kelompok kalian, lalu teliti darah itu. Berikan sampelnya padaku minggu depan," ucap profesor Shin, lalu ia keluar dari kelas.
Sehun yang mendengar itu pun refleks mencolek Senna yang ada di sampingnya.
"Wae?" tanya Senna.
"Mau sekelompok denganku? Kau kan sudah tahu kalau aku vampire."
Senna mengernyit. "Wae? Disini juga banyak vampire."
"Tidak mau. Aku tidak kenal mereka. Sekelompok saja denganku yaaa..." ucap Sehun memohon.
Senna menghela napasnya. "Baiklah-baiklah."
"Yash! Gomawo!"
Senna terkekeh karena sikap Sehun terlihat seperti anak kecil saja, lalu ia keluar dari kelas karena Sohyun sudah menunggunya.
"Sohyun-ah!!" panggil Senna.
Sohyun menengok dan berlari kecil menghampiri Sohyun. "Astaga... Akhirnya kau keluar juga!"
"Mianhae. Kau menunggu lama?"
Sohyun menggeleng. "Aniya. Kajja."
"Eoh." Mereka berdua pun berjalan menuju kantin.
Dilain tempat, Sehun dan Kyungsoo malah berada di dalam.mobil mereka saat siswa lain sibuk memenuhi kantin karena sudah jam makan siang.
"Inilah yang aku suka karena menjadi vampire, kita tidak perlu mengantri lama-lama hanya untuk makan," celetuk Kyungsoo sambil meminum darahnya yang ia dan Sehun letakkan di dalam bungkus kemasan minuman kopi.
Sehun mengangguk setuju. "Benar!"
"Kau sudah mendapat kabar dariku, kan?"
"Hm. Aku juga menemukan Lee Senna."
Seketika Kyungsoo menghentikan acara menyedotnya, lalu ia menatap Sehun. "Kau yakin?!"
"Hm. Dia satu kelas denganku, bahkan kami satu kelompok."
"Yak! Aku dan Sohyun juga satu kelompok."
Sehun terkejut. "Benarkah?! Kalau begitu rencana kita akan mudah dilaksanakan, hyung."
"Benar! Kita hanya selangkah lebih dekat lagi, Sehun-ah."
Disebuah tempat yang terlihat terpencil, dua orang lelaki sibuk dengan laptop dan komputer mereka. Setelah menemukan apa yang mereka cari, mereka tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.